TRIBUNJAKARTA.COM - Polisi angkat bicara soal tiga pemuda dibacok hingga motor dirampas di Jalan Bandengan Utara, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat.
Insiden yang terekam kamera CCTV itu viral di media sosial.
Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Sudrajat Djumantara membenarkan kejadian tersebut.
Namun, peristiwa itu bukan pembegalan tetapi diduga aksi tawuran antarkelompok.
"Kemungkinan besar itu bukan begal, tapi tawuran, karena mereka kan ramai itu motor kejar-kejaran ya, terlihat di CCTV itu," kata Sudrajat dikutip pada Minggu (17/5/2026).
Sudrajat menuturkan indikasi tawuran tersebut diperkuat dengan tidak adanya laporan kepolisian dari korban yang motornya dibawa kabur oleh para pelaku.
Namun, hingga saat ini, belum ada pihak korban pembacokan maupun keluarga yang melaporkan kejadian tersebut.
"Karena kalaupun dia misalnya korban begal, harusnya kan dia ada ngelapor bahwa motornya hilang, tapi ini enggak, enggak ada laporan sejauh ini," kata Sudrajat.
Sudrajat pun menyebut motor korban yang sempat tergeletak memang sudah tidak ditemukan saat petugas melakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara (TKP).
Saat ditanya mengenai kondisi pria yang terekam kamera CCTV menjadi korban pembacokan, Sudrajat mengaku polisi belum dapat memastikan hal tersebut.
"Belum tahu ya karena enggak ada yang melapor ke kita, jadi masih kita dalami dulu. Masih kita selidiki juga ini dari pihak-pihak mana yang melakukan tawuran ini karena meresahkan warga, akan diselidiki lebih lanjut," ucap Sudrajat dikutip dari Kompas.com.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (15/5/2026) lalu sekitar pukul 04.49 WIB.
Di dalam rombongan tersebut, sebuah motor yang dinaiki oleh tiga orang pria berboncengan terlihat tertinggal dari kejaran sekelompok orang tidak dikenal (OTK).
Motor korban kemudian oleng hingga menabrak tiang listrik di sisi jalan. Setelah korban terjatuh, rombongan penyerang yang berjumlah sekitar lima motor dan berisikan 11 orang membawa senjata tajam langsung menghampiri.
Tiga pria yang terjatuh itu langsung melarikan diri dan meninggalkan motor putihnya yang tergeletak di pinggir jalan.
Namun, salah satu dari mereka sempat terlihat terkena sabetan senjata tajam dari arah belakang saat berusaha kabur.
Setelah melakukan penyerangan, rombongan pelaku mengambil motor korban dan pergi melarikan diri dengan melaju melawan arah di Jalan Bandengan Utara menuju ke arah Jalan Jembatan Tiga, Penjaringan, Jakarta Utara.