TRIBUNJATIM.COM - Gelandang AC Milan yang juga mantan pemain Real Madrid, Luka Modric mengungkit kisah masa lalu dari Jose Mourinho.
Ternyata ada hal menarik yang pernah Jose Mourinho lakukan di Real Madrid.
Hal itu yakni sisi keras Jose Mourinho ketika menangani Real Madrid.
Cristiano Ronaldo sampai nangis akibat kena marah Jose Mourinho di ruang ganti Real Madrid.
Baca juga: Rencana Cadangan Real Madrid Jika Jose Mourinho Urung Jadi Pelatih, Legenda Klub Dilirik
Kisah tersebut kembali mencuat di tengah rumor Mourinho yang disebut semakin dekat kembali menangani Real Madrid musim depan.
Situasi ruang ganti Los Blancos musim ini memang terus menjadi sorotan setelah muncul berbagai laporan konflik internal.
Mulai dari ketegangan antara Aurelien Tchouameni dengan Federico Valverde, Antonio Rudiger dengan Alvaro Carreras, hingga hubungan yang disebut kurang harmonis antara Kylian Mbappe dengan staf klub.
Manajemen Madrid disebut mulai yakin bahwa Mourinho adalah sosok tepat untuk mengembalikan disiplin dan ketertiban di dalam skuad.
Pelatih kepala Roma asal Portugal Jose Mourinho bereaksi selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Konferensi UEFA antara AS Roma dan Leicester City di Stadion Olimpiade di Roma pada 5 Mei 2022.
Laporan Diario AS menyebut Presiden Florentino Perez bahkan dijadwalkan melakukan pembicaraan langsung dengan Mourinho dalam waktu dekat.
Faktor lain yang ikut memperlancar proses ini adalah membaiknya hubungan Real Madrid dengan agen Mourinho, Jorge Mendes.
Sementara dari sisi finansial, langkah ini juga dianggap realistis.
Klausul pelepasan Mourinho di Benfica dilaporkan hanya berada di angka sekitar 3 juta euro atau setara Rp61 miliar, nominal yang dinilai cukup masuk akal bagi Real Madrid demi memperbaiki kondisi klub saat ini.
Dalam wawancaranya, Modric mengungkapkan bagaimana Mourinho memiliki pendekatan yang sangat keras kepada semua pemain tanpa memandang status.
Salah satu momen paling mengejutkan adalah ketika Mourinho memarahi Ronaldo hanya karena dianggap tidak melakukan pressing dengan benar terhadap bek lawan.
“Saya melihat dia membuat Cristiano Ronaldo menangis di ruang ganti, seorang pria yang memberikan segalanya di lapangan, karena untuk sekali ini dia tidak mengejar bek sayap lawan,” ujar Modric dikutip dari ESPN.
Meski begitu, Modric tetap memandang Mourinho sebagai sosok spesial dalam kariernya.
“Sebagai pelatih dan sebagai pribadi. Dialah yang menginginkan saya di Real Madrid. Tanpa Mourinho, saya tidak akan pernah sampai di sini,” lanjut Modric.
Gelandang Kroasia tersebut bahkan mengaku menyesal hanya semusim bekerja sama dengan Mourinho di Madrid.
Mourinho sendiri memang dikenal memiliki karakter tegas dan tanpa kompromi sejak awal karier kepelatihannya.
Julukan “The Special One” melekat pada dirinya setelah konferensi pers perdananya bersama Chelsea pada 2004.
Sepanjang kariernya, Mourinho telah memenangkan banyak trofi bersama FC Porto, Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, Manchester United, hingga AS Roma.
Mourinho juga sukses memenangkan dua gelar Liga Champions masing-masing bersama Porto pada 2004 dan Inter Milan pada 2010.