TRIBUNJATIM.COM - Xabi Alonso kini resmi melatih klub Liga Inggris, Chelsea.
Xabi juga sudah diumumkan oleh Chelsea pada Minggu (17/5/2026).
Pelatih berusia 44 tahun itu meneken kontrak panjang berdurasi empat tahun hingga 2030.
Pria asal Spanyol itu akan mulai menjalankan tugasnya pada 1 Juli 2026 di Stamford Bridge (musim depan).
Baca juga: Xabi Alonso Angkat Kaki, Real Madrid Tunjuk Mantan Rekan Setimnya
Alonso datang ke Chelsea setelah meninggalkan Real Madrid secara pemutusan hubungan kerja atas kesepakatan bersama pada Januari 2026 silam.
Sebelumnya, ia sukses besar bersama Bayer Leverkusen dengan membawa klub Jerman itu meraih gelar Bundesliga pertama dalam sejarah mereka pada musim 2023/2024 tanpa pernah kalah sepanjang kompetisi, serta meraih DFB-Pokal.
Prestasi tersebut menjadikannya salah satu pelatih paling dihormati di Eropa saat ini.
Kepiawaian Alonso menjadi pelatih dinilai Chelsea sebagai figur yang tepat untuk memimpin The Blues ke fase baru klub.
"Chelsea Football Club dengan senang hati mengumumkan penunjukan Xabi Alonso sebagai pelatih tim putra," demikian pernyataan resmi klub.
Penunjukan ini mencerminkan kepercayaan terhadap kualitas kepelatihannya, gaya permainan, kepemimpinan, karakter, serta integritas yang dimilikinya.
Dalam pernyataannya, Alonso menyatakan kebanggaan besar bisa melatih salah satu klub terbesar di dunia.
"Chelsea adalah salah satu klub terbesar di dunia sepak bola dan saya merasa sangat bangga menjadi pelatih klub hebat ini," ucap Xabi Alonso.
Ia menambahkan bahwa dirinya dan pemilik klub memiliki ambisi yang sama, yakni membangun tim yang kompetitif secara konsisten di level tertinggi dan berjuang merebut trofi.
"Dari percakapan saya dengan kelompok pemilik dan pimpinan olahraga, jelas bahwa kami memiliki ambisi yang sama," kata Alonso.
"Kami ingin membangun tim yang mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi dan berjuang untuk meraih trofi," sambungnya.
Selain itu, Alonso juga melihat potensi besar dalam skuad Chelsea saat ini.
"Ada banyak talenta hebat dalam skuad dan potensi besar di klub sepak bola ini, dan akan menjadi kehormatan besar bagi saya untuk memimpinnya," ungkapnya.
"Sekarang fokusnya adalah kerja keras, membangun budaya yang tepat, dan memenangkan trofi," tegasnya.
Sebagai pemain, Alonso dikenal sukses bersama Liverpool (juara Liga Champions 2005), Real Madrid, dan timnas Spanyol yang meraih Piala Dunia 2010 serta dua gelar Euro. Pengalaman tersebut diharapkan membawa stabilitas dan kepribadian kuat ke dalam tim.
Penunjukan Alonso menjadi pelatih ketiga Chelsea dalam satu musim ini.
Sebelumnya, Enzo Maresca dan Liam Rosenior telah meninggalkan jabatan.
Tim London Barat itu tengah mengalami musim yang sulit, finis di peringkat kesembilan Liga Inggris dan baru saja kalah di final FA Cup melawan Manchester City.
Meski begitu, Calum McFarlane akan tetap menangani dua laga terakhir musim ini.
Kedatangan Alonso diharapkan membawa angin segar. Ia bakal dipercaya memberi wewenang yang lebih luas di klub, termasuk strategi transfer, memaksimalkan skuad bertalenta, dan mengembalikan klub ke jalur juara.
Tantangan besar menanti, terutama kualifikasi Liga Champions dan membangun konsistensi di tengah persaingan Liga Inggris yang ketat.
Menarik dinantikan, mampukah rekam jejak gemilang Xabi Alonso sebagai pemain dan pelatih mampu membawa Chelsea bangkit dan bersaing di perebutan gelar juara musim depan?