Pengakuan Mengejutkan JA di Depan Pak RT, Status WA Istri Jadi Pemicu
Noval Andriansyah May 18, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Pagar Alam - Pengakuan JA di depan ketua RT usai mencekik istrinya sendiri membuat warga Jalan Air Perikanan, Kelurahan Nendagung, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, geger pada Kamis (14/5/2026) malam.

Pria berusia 35 tahun itu diduga menghabisi nyawa istrinya, IK, setelah keduanya terlibat pertengkaran hebat yang dipicu persoalan status WhatsApp.

Usai kejadian, JA disebut langsung menghubungi Ketua RT setempat dan mengakui telah melakukan kekerasan terhadap istrinya hingga tidak sadarkan diri.

Pengakuan tersebut membuat aparat kepolisian segera bergerak menuju lokasi kejadian.

Petugas kemudian memasang garis polisi di sekitar rumah korban untuk mengamankan tempat kejadian perkara sekaligus menjaga barang bukti selama proses penyelidikan berlangsung.

Baca juga: Nasib Sunanto yang Bunuh Gadis 18 Tahun di Kamar Hotel, Divonis 14 Tahun Bui

Dikutip dari TribunSumsel.com, Kapolres Pagar Alam Januar Kencana Setia Persada melalui Kasat Reskrim Angga Kurniawan membenarkan adanya dugaan pembunuhan dalam rumah tangga tersebut.

Polisi saat ini masih mendalami kronologi lengkap dan motif utama yang membuat pelaku tega membunuh istrinya sendiri.

“Kami masih mendalami kronologi kejadian serta motif di balik dugaan pembunuhan tersebut. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan untuk membantu proses penyelidikan,” ujar AKP Angga Kurniawan.

Menurut hasil pemeriksaan awal, kasus tersebut diduga dipicu konflik rumah tangga yang memuncak hingga berujung maut.

JA kini telah diamankan polisi setelah menyerahkan diri dan masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Pagar Alam.

“Suami korban yang diduga merupakan pelaku pembunuhan saat ini sudah kami amankan setelah menyerahkan diri ke polisi. Kami akan mendalami apa sebenarnya motif pelaku tega menghabisi nyawa istrinya,” pungkas Angga.

Dikenal Ramah oleh Tetangga 

Peristiwa tragis itu cukup membuat warga Gang Cempaka, Kelurahan Nendagung, Pagar Alam terkejut bukan main.

Warga seolah tidak menyangka pasangan yang baru menetap selama 3 bulan di lingkungan tersebut terlibat konflik hingga terjadi pembunuhan.

Bagi warga di Kecamatan Pagar Alam Selatan, JA adalah warga baru yang memiliki kesan sangat baik. 

Meski baru tiga bulan menempati rumah barunya, ia dan istrinya dikenal sangat membaur dan ramah kepada tetangga.

Keseharian JA yang rajin melangkahkan kaki ke masjid setiap waktu salat tiba membuat warga sekitar sama sekali tidak menyangka bahwa ia mampu melakukan tindakan sekeji itu.

"Keduanya ramah, Pak, dengan tetangga. Bahkan kami sering melihat suaminya berjalan ke masjid saat waktu salat," kata tetangga korban yang enggan disebutkan namanya kepada Sripoku.com.

Selain itu, menurut warga sekitar rumah, selama bermukim di sana, rumah tangga JA dan IK tampak adem ayem.

Bahkan warga mengaku tidak pernah terlihat dan terdengar adanya keributan.

"Mereka ini baru sekitar tiga bulan tinggal di sini setelah rumah mereka jadi. Kami tidak pernah mendengar ada keributan atau cekcok antara suami dan istrinya," ujar tetangga korban yang enggan disebutkan namanya.

Tidak pernah ada suara keributan atau cekcok yang terdengar oleh warga, sehingga kabar pembunuhan yang terjadi sekira pukul 21.30 WIB, bak petir di siang bolong bagi lingkungan Gang Cempaka.

Alih-alih melarikan diri, AJ rupanya langsung menghubungi Ketua RT setempat.

Ia secara jujur mengakui telah melakukan kekerasan terhadap istrinya hingga tak sadarkan diri.

"Jadi saat kejadian tadi malam, kami juga tidak tahu jika ada pembunuhan di rumah mereka kalau bukan si suami yang memberi tahu kami langsung," ungkapnya.

Informasi yang dihimpun Sripoku.com di lokasi rumah pelaku dan korban menyebutkan, usai cekcok dan berujung suami mencekik istrinya hingga tewas, pelaku (suami korban) langsung memberi tahu warga sekitar jika dirinya baru saja cekcok dengan korban dan mencekik korban hingga tak sadarkan diri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.