Penjaga Dompet Warga, Peran Ganda Agen BRILink BUMDes Kemudo yang Dekatkan Bank, Jauhkan Penipuan
Drajat Sugiri May 18, 2026 12:20 AM

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Endra Kurniawan

TRIBUNNEWS.COM - Siang itu, perhatian Oni Fitria Mairina, Person in Charge (PIC) Agen BRILink BUMDes Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, terpaku pada seorang ibu yang tampak gelisah, mondar-mandir di depan tempat kerjanya.

Terlihat jelas wajahnya menyiratkan kebingungan, matanya tak lepas dari layar ponsel yang menampilkan pesan WhatsApp. 

Dengan langkah ragu, wanita paruh baya tersebut akhirnya mendekat dan menyampaikan niatnya ingin mentransfer uang hingga jutaan rupiah kepada seseorang jauh di sana.

Seperti biasa, Oni menyambut dan melayaninya dengan ramah. Namun, kejanggalan mulai terasa ketika sang ibu ternyata tidak membawa uang sepeser pun.

Dia terus memaksa Oni menuruti keinginannya sembari berbalasan pesan WhatsApp entah dengan siapa.

Sebagai Agen BRILink yang berpengalaman, Oni sudah memiliki SOP tidak akan melakukan transfer sebelum pelanggan menyetorkan uang.

Ia kemudian meminta izin untuk melihat pesan WhatsApp di ponsel milik sang ibu. Benar saja seperti dugaannya, nyaris terjadi aksi penipuan dengan modus memberikan cashback.

"Jangan percaya, Bu,” katanya saat menceritakan ulang insiden yang terjadi pada 2024 lalu itu kepada Tribunnews.com, Senin (13/4/2026).

“Nah, dia ngeliatin WA-nya itu. Memang pelakunya itu ngejar terus biar transfer. Ibunya dijanjikan dapat cashback. Misal transfer Rp2 juta dapatnya Rp6 juta,” lanjutnya.

Singkat cerita, setelah dijelaskan dengan penuh kesabaran, Oni berhasil menyelamatkan sang ibu dari percobaan aksi penipuan yang sering ia temui dengan berbagai modusnya.

Baginya, menjadi Agen BRILink bukan sekadar menjauhkan masyarakat terhindar dari ancaman kejahatan digital.

Namun, juga sebagai perpanjangan tangan bank untuk mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat. Tidak berhenti di situ, Oni turut menjadi tempat bertanya, mendengar keluhan, sekaligus pemberi solusi berbagai persoalan.

Mulai dari kartu ATM yang sudah kedaluwarsa, hingga kebingungan warga yang ingin setor uang, tetapi tidak tahu rekening tujuan berasal dari bank mana.

“Kami sering dianggap serba tahu. Tapi di balik itu, ada tanggung jawab besar untuk kami terus mengedukasi masyarakat,” ujarnya dengan bangga.

Transaksi Tembus Rp260 Juta per Bulan

Agen BRILink mulai hadir di Desa Kemudo pada 2020 dengan membuka layanan di kantor desa.

Kala itu, jumlah transaksi setiap harinya dapat dihitung dengan jari dan nilainya masih di angka ratusan ribu rupiah.

Baru di tahun 2021, BRILink dipindahkan ke Kamajaya Mart, toko modern yang sama-sama dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kemudo Makmur.

Oni bercerita semenjak berganti lokasi, transaksi melonjak tajam dengan perputaran uang mencapai Rp260 juta per bulan.

Semua tidak lepas dari lokasi Kamajaya Mart yang hanya berjarak 200 meter dari jalan utama Solo-Jogja, sehingga para pelanggan tidak hanya datang dari warga Kemudo sendiri, namun juga para sopir lintas provinsi.

“Kita juga dekat dengan PT Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM). Jadi karyawan yang mencairkan gajinya larinya ke sini. Paling rame tanggal 1-5 pas gajian,” imbuh dia.

Oni menambahkan, pihaknya tidak berani mematok biaya admin tinggi karena di bawah kepemilikan BUMDes Kemudo Makmur. Memang sejak didirikan unit-unit usahanya memiliki visi misi menyejahterakan warganya.

“Kita paling dapat fee-nya Rp5.000 sampai Rp10.000 per transaksi. Kalau kita perorangan berani ambil untung besar,” tandasnya.

Yusuf dan Sularmi Tertolong karena Jauhnya ATM

AGEN BRILINK KEMUDO - Yusuf, sopir ekspedisi asal Lampung saat melakukan transaksi di Agen BRILink BUMDes Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
AGEN BRILINK KEMUDO - Yusuf, sopir ekspedisi asal Lampung saat melakukan transaksi di Agen BRILink BUMDes Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Tribunnews.com/Endra Kurniawan)

Kehadiran Agen BRILink di Desa Kemudo membawa kemudahan nyata, salah satunya bagi Yusuf, seorang sopir ekspedisi asal Lampung. 

Mengemudikan kendaraan besar membuat Yusuf tidak leluasa berhenti sembarangan di tepi jalan mencari ATM BRI.

Beruntung, lokasi Agen BRILink yang berada di kawasan industri didukung infrastruktur jalan yang memang dirancang untuk aktivitas bongkar muat.

“Rasanya jauh lebih nyaman kalau bisa ambil uang di tempat yang dekat. Dari lokasi kami muat barang, cuma di sini saja ada BRILink,” ungkapnya.

Selain ambil uang, lanjut Yusuf, dia biasa mengisi BRIZZI untuk keperluan pembayaran tol sekaligus berbelanja kebutuhan selama perjalanan di Kamajaya Mart.

Manfaat serupa juga dirasakan Sularmi (56), warga Desa Kemudo. Kini, ia tak perlu lagi menempuh jarak hingga 2 kilometer menuju ATM BRI. 

Di Agen BRILink Desa Kemudo, ia dapat melakukan berbagai transaksi dengan lebih praktis.

“Setiap bulan saya ke sini untuk bayar kebutuhan anak sekaligus ambil uang. Lewat sini lebih enak, daripada ke bank yang antreannya panjang,” ujar nasabah setia BRI sejak 1989 tersebut.

Ia pun berharap ke depan Agen BRILink semakin banyak hadir, sehingga memudahkan masyarakat dalam bertransaksi di mana saja.

Agen BRILink Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa

Agen BRILink hanya satu dari kelima unit bisnis di bawah payung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kemudo Makmur.

Pada 2024–2025, omzet dari kelima unit usaha tembus Rp14 miliar, dengan laba bersih Rp4,2 miliar.

Dari jumlah tersebut, Rp1,5 miliar dimasukkan ke dalam Pendapatan Asli Desa (PADes). Nilai ini jauh lebih besar dibandingkan Dana Desa (DD) yang diterima Desa Kemudo di angka Rp1,3 miliar dari pemerintah pusat.

“Jadi desa kami sekarang enggak begitu pusing dengan pemotongan Dana Desa. Kita bisa bilang Desa Kemudo sudah mandiri lewat unit-unit usahanya,” ujar Direktur Utama BUMDes Kemudo Makmur, Isa Ansori saat ditemui di kantornya.

Tata kelola BUMDes Kemudo juga memiliki nilai plus lainnya. Secara kepemilikan dibagi 60 persen untuk pemerintah desa dan 40 persen dipegang 1.876 Kepala Keluarga (KK). Oleh karenanya setiap akhir tahun, warga mendapatkan bagi hasil usaha.

Pembagian ‘dividen’ sudah dilakukan sejak 2021 hingga sekarang. Warga mendapatkan Rp500.000 per KK. Sebanyak Rp100.000 diwujudkan dalam voucher belanja di Kamajaya Mart dan sisanya Rp400.000 ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima.

Ini juga menjadi strategi untuk memperkuat pondasi ekonomi kerakyatan.

“Akhirnya uangnya muter-muter di situ saja. Ini membuat warga juga ikut merasa memiliki BUMDes Kemudo,” terang Isa.

Tidak berhenti di situ, 1.876 KK turut didaftarkan sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Manfaatnya, warga akan mendapatkan perlindungan ketika mengalami kecelakaan kerja dan santunan kematian.

BUMDes Kemudo perlu menggelontorkan anggaran sekitar Rp300.000.000 per tahun untuk membayar iuran.

“Jadi warga langsung menerima manfaatnya. Program ini bisa berjalan hingga sekarang sebagaimana amanah dari almarhum Kades kami Pak Hermawan Kristanto,” kata Isa.

Cara BRI Dukung Ekonomi Kerakyatan

AGEN BRILINK KEMUDO - Penampakan mesin Electronic Data Capture (EDC) untuk transaksi non-tunai di Agen BRILink BUMDes Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
AGEN BRILINK KEMUDO - Penampakan mesin Electronic Data Capture (EDC) untuk transaksi non-tunai di Agen BRILink BUMDes Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Tribunnews.com/Endra Kurniawan)

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya dalam keterangan tertulis mengatakan, Agen BRILink dihadirkan untuk menjadi perpanjangan tangan kantor BRI untuk mendekatkan layanan perbankan.

Layanan tersebut mencakup transfer, pembayaran berbagai tagihan dan cicilan, pembelian produk digital seperti pulsa dan paket data, serta top up uang elektronik dan dompet digital. 

Selain itu, Agen BRILink juga melayani setor dan tarik tunai yang mendukung kebutuhan transaksi masyarakat sehari-hari.

“Peran tersebut menempatkan Agen BRILink sebagai penggerak ekonomi kerakyatan,” ungkapnya.

BRILink pertama kali diluncurkan secara resmi oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pada Desember 2014 .

Hingga akhir Maret 2026, jumlah Agen BRILink telah mencapai lebih dari 1,18 juta agen yang tersebar di 66.450 desa di Indonesia.

Agen BRILink pun mencatatkan volume transaksi mencapai Rp420 triliun serta turut berkontribusi terhadap fee based income (FBI) BRI yang mencapai Rp459 miliar sepanjang Triwulan I 2026.

Oleh karena itu, BRI terus berkomitmen membangun ekosistem keuangan yang inklusif, memperluas akses, serta memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.