Momen Puluhan Biksu Thudong Jalani Ritual di Candi Brahu Trowulan
Dyan Rekohadi May 18, 2026 12:32 AM

 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Ratusan umat Buddhis memadati kawasan Candi Brahu, Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto, (Jatim), pada Minggu (17/5/2026) sore.

Mereka penuh suka cita menyambut kedatangan puluhan biksu lintas negara, yang sedang menjalani perjalanan spiritual "Indonesia Walk For Peace 2026" menjelang puncak Waisak di Borobudur.

Sebelum menuju Maha Vihara Mojopahit, para biksu melakukan ritual Pradaksina dengan mengelilingi Candi Brahu sebanyak 7 kali sembari melafalkan doa.

Ritual doa ini berlangsung khidmat, diikuti umat Buddhis yang hadir di lokasi.

Setelah itu rombongan biksu disambut budayawan dengan pakaian khas dan atribut Kerajaan Majapahit, lengkap dengan payung agung dan simbol nasionalis mereka turut mengawal menuju Vihara Mojopahit.

Baca juga: 58 Biksu Lintas Negara Tiba di Trowulan dalam Separuh Perjalanan Menuju Borobudur 

Sambutan Masyarakat Mojokerto

Ketua Yayasan Lumbini Mahavihara Mojopahit, Rudy Budiman menjelaskan, Indonesia Walk For Peace 2026 adalah perjalanan spiritual para biksu yang berjalan kaki menempuh jarak kurang lebih 660 KM dari Bali menuju Borobudur dalam rangka menyambut puncak Waisak.

Sepanjang perjalanan para biksu menebar kedamaian khususnya di Indonesia dan perdamaian dunia.

Para biksu terdiri dari 58 orang dari empat negara, meliputi 43 biksu dari Thailand 4 Malaysia, 3 Laos dan 8 Indonesia.

"Animo masyarakat kita meskipun lain kepercayaan tapi begitu luar biasa, menunjukkan di Indonesia seperti ini (Kerukunan). Mereka sangat senang dan bahagia," ujar Rudy dijumpai di Maha Vihara Mojopahit, Minggu.

Menurutnya, para biksu sangat nyaman begitu sampai di Trowulan Mojokerto yang dikenal dengan kemegahan warisan budaya Kerajaan Majapahit.

Diyakini Kerajaan Majapahit dahulunya memiliki historis kuat dengan umat Buddhis.

Sambutan masyarakat Mojokerto yang antusias juga menambah semangat para biksu menuntaskan perjalanan menuju Borobudur.

Utusan resmi biksu dari Thailand dalam sambutannya diterjemahkan oleh panitia penyelenggara, mereka menilai Indonesia merupakan negara yang penuh keberagaman.

Masyarakatnya begitu menjunjung tinggi toleransi walAupun beragam agama, tetap bersatu dalam kebersamaan.

"Sudah disampaikan para biksu dalam sambutan bahwasanya mereka sangat bahagia, tidak merasa capek meskipun berjalan sepanjang hari dengan animo dari masyarakat dan merasa diterima di sini. Mungkin ini sudah separuh perjalanan sekitar 330 KM," pungkas Rudy.

Baca juga: Momen Hangat di Katedral Surabaya, Bhikkhu Tudong Disambut Doa Bersama dan Pesan Damai 


Mojokerto Barometer Persatuan


Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PDIP, Indah Kurnia turut menyambut kedatangan rombongan biksu di Maha Vihara Mojopahit.

Ia juga menyampaikan, bahwa Mojokerto adalah barometer persatuan dengan berbagai keberagaman.

"Bahwa Mojokerto ini adalah barometer perdamaian, persatuan dan kesatuan menampilkan keberagaman yang begitu indah. Dan kalau Mojokerto (Majapahit) damai, bersatu maka bukan keniscayaan Indonesia akan damai dan bersatu," tutupnya. 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.