Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Teriakan-teriakan dan penyalaan flare warnai berakhirnya pertandingan Persib Bandung saat menghadapi PSM Makassar, pada Super League Indonesia 2025/2026, di Stadion Gelora BJ Habibie, Minggu (17/5/2026).
Dalam laga besar ini stadion dipenuhi oleh suporter tim tuan rumah, oknum suporter PSM yang kecewa dengan hasil pertandingan, langsung menyalakan flare bahkan ada yang dilempar ke tengah lapangan.
Mereka kecewa karena di akhir laga kandang, tim kebanggaannya tak mendapat satu poin pun, bahkan gol kedua yang dicetak Persib terjadi di menit akhir.
Tak hanya menyalakan dan melempar flare, ada juga oknum suporter PSM yang turun ke lapangan, tak dikethui mereka mengejar pemain Persib atau pemain PSM sendiri.
Namun berbeda halnya dengan di berbagai tempat, lokasi nonton bareng di Bandung bahkan Jawa Barat, jika di stadion para suporter PSM berteriak dan menyalakan flare karena kecewa.
Bobotoh yang menggelar nonton bareng mereka menyalakan flare smoke bomb hingga bersorak sorai, bergembira merayakan kemenangan, selangkah lagi menuju hattrick juara.
Baca juga: Ribuan Bobotoh di Tasikmalaya Rayakan Kemenangan Persib, Padati Jalanan Pusat Kota
Baca juga: Persib Bandung Tinggal Main Draw Lawan Persijap, Langsung Hattrick Juara Super League
Bahkan tak sedikit Bobotoh yang ada di Bandung langsung melakukan konvoi, untuk merayakan kemenangan atas PSM Makassar.
Seperti di depan Graha Persib, Jalan Sulanjana, mereka menyambut kemenangan itu merayakannya dengan suka cita, sebab bukan hanya kemenangan atas PSM Makassar. Tapi juara Super Legua kini sudah di depan mata.
Hal tersebut lantaran, di akhir laga Persib hanya butuh satu poin untuk bisa kembali juara dan mencetak rekor hattrick juara Liga 1.
Dalam laga itu, meski Persib Bandung tanpa didampingi Bojan Hodak yang pulang kampung ke Kroasia, untuk mengikuti prosesi pemakaman Ibunya, dan tanpa Federico Barba dan Luciano Guaycochea, tapi mampu menunjukan kelasnya yang memiliki mental juara.
Di awal laga Persib Bandung langsung ditekan tim tuan rumah PSM Makassar, yang bermain dengan dukungan penuh dari para pendukungnya yang memadati kursi penonton di stadion.
Bahkan saat PSM kehilangan bola, mereka langsung menerapkan pressing ketat, hingga para pemain Persib sulit mengembangkan permainannya.
PSM berhasil menciptakan beberapa peluang. Tapi barisan pertahanan Persib masih kokoh dan mampu menghalau bola.
Seiring berjalannya waktu, Persib yang awalnya lebih menunggu dan hanya melakukan serangan balik, berangsur bisa mendominasi jalannya laga.
Tepat di menit 33 pada pekan ke 33 ini, pemain Persib bernomor punggung 33 di tim Maung Bandung, berhasil menjebol gawang tim Juku Eja, yang dijaga Hilmansyah.
Gol tersebut berawal dari umpan datar yang disodorkan oleh Berguinho dari sisi lapangan kepada Thom yang ada di tengah dekat kotak penalti.
Thom yang menerima umpan, langsung mengontrol bola sedikit menekuk mengelabui pemain PSM, dan langsung melepaskan tembakan. Hingga bola mampu menjebol gawang yang dijaga Hilmansyah, dan skor berubah menjadi 0-1.
Berselang tiga menit, Persib hampir bisa menggandakan keunggulan, lagi-lagi berawal dari umpan Berguinho. Sayang bola yang ditembak oleh Adam Alis, masih membentur kaki pemain belakang PSM. Sehingga membelokan bola, dan tak mengarah ke gawang.
Setelah unggul satu gol, para pemain Persib terlihat lebih nyaman dalam memainkan bola, walau sesekali PSM sempat melakukan serangan. Sehingga saat itu kedua tim saling menyerang.
Walau demikian hingga berakhir babak pertama, tak ada lagi gol yang tercipta, dan Persib tetap unggul sementara 0-1.
Untuk memperkuat lini pertahanan, di awal babak kedua Persib langsung melakukan pergantian pemain, Kakang Rudianto ditarik keluar digantikan Marc Klok.
Sehingga Frans Putros yang asalnya bermain di tengah, bergeser ke bek kiri, dan Klok mengisi lini tengah bersama Thom dan Adam Alis.
Di babak kedua tim tuan rumah kembali langsung melakukan tekanan, mereka berusaha menyamakan kedudukan dan membongkar pertahanan Persib.
Walau demikian, Persib juga tak tinggal diam berusaha keluar dari tekanan dan balik menyerang, hingga di menit 50 hampir saja bisa menggandakan kedudukan.
Itu terjadi saat Adam Alis berhasil mendapatkan bola liar yang langsung ia tembak, sayang bola yang melesat mengarah ke gawang, masih bisa ditepis oleh Hilmansyah. Alhasil hanya berbuah tendangan penjuru.
Namun, usaha yang dilakukan tuan rumah akhirnya berbuah hasil di menit 54, melalui tendangan bebas. Tendangan bebas yang dilakukan Raehan, berhasil disundul oleh Yuran Fernandez meski dikawal Julio Cesar, hingga bola bersarang di gawang Teja. Alhasil skor menjadi 1-1.
Setelah skor 1-1, Persib terus berusaha membongkar pertahanan PSM demi meraih kemenangan untuk membuka asa menjadi juara semakin besar. Namun, PSM terlihat memperketat lini pertahanan, sehingga menyulitkan Persib.
Untuk menambah ketajaman lini depan di menit 66 Persib melakukan pergantian pemain, Ramon Tanque dan Uilliam Barros, digantikan oleh Andrew Jung dan Beckham Putra Nugraha.
Dua pemain Persib yang baru masuk itu hampir saja langsung bisa mengubah skor, saat itu Beckham yang menyodorkan umpan kepada Jung yang ada di depan gawang, Sayang, bola yang disepak Jung masih bisa ditahan Hilmansyah.
Di menit 79 Andrew Jung kembali menebar ancaman, tapi sayang bola yang disundulnya masih tipis melintas di sisi tiang gawang yang dijaga Hilmansyah.
Sedangkan di menit 87 peluang didapat oleh Adam Alis, yang mendapat umpan dari Putros, Adam Alis sempat kontrol bola dan menembaknya, sayang bola masih tipis di sisi gawang.
Saat itu memang peluang lebih banyak didapat Persib, tapi PSM juga beberapa kali mencoba menekan menembus pertahanan Persib. Hingga waktu normal pertandingan, belum juga terjadi gol skor 1-1.
Di laga ini terdapat 7 menit tambahan waktu, Persib yang berburu kemenangan terus mencoba menekan dan menaikan intensitas serangannya. Bahkan Persib memasukan Robi Darwis dan menarik Frans Putros, untuk memanfaatkan lemparan jauh yang menjadi andalan Robi di menit 90+2.
Serangan demi serangan, terus digencarkan, membuat para pemain PSM mau tidak mau lebih memilih bertahan dan mempertebal pertahanannya.
Meski waktu sudah hampir habis usaha para pemain Persib terus digencarkan. Alhasil sebelum wasit meniup peluit tanda berakhirnya laga, Persib kembali bisa mencetak gol.
Gol tersebut terjadi berawal dari tendangan penjuru yang dilakukan oleh Thom Haye, Julio Cesar yang berada di tiang jauh, berhasil menyundul bola tersebut dengan mengarahkan ke pojok gawang.
Penjaga gawang PSM Hilmansyah, tak bisa berkutik, bol kembali bersarang di gawangnya, dan skor menjadi 1-2. Tak lama dari itu, pertandingan pun berakhir, dan Persib berhasil meraih poin penuh dengan skor 1-2.
Setelah laga berakhir, terlihat beberapa oknum penonton atau suporter dari PSM yang kecewa karena di akhir laga kandangnya tak mendapat poin. Mereka menyalakan flare, bahkan ada yang dilemparkan ke lapangan.
Tak hanya itu ada juga oknum suporter yang turun ke lapangan, entah mereka mengejar pemain PSM atau pemain Persib. Namun, terlihat banyak yang menyalakan flare dan dengan adanya oknum penonton yang masuk lapangan.
Para pemain Persib, official, dan pelatih Persib, langsung berlari mengamankan diri, masuk ke lorong menuju ruang ganti. Insiden kericuhan tak terelakan setelah tim tuan rumah kalah oleh tim tamu.
Dengan kemenangan ini Persib Bandung memastikan tetap berada di puncak klasemen sementara, dengan poin 78. Untuk menjadi juara Persib hanya butuh satu poin saja di laga terakhirnya saat menjamu Persijap Jepara, Sabtu (23/5/2026) di Stadion GBLA, Kota Bandung.
Hal tersebut lantaran, pesaing Persib untuk meraih gelar juara, Borneo FC ditahan imbang oleh Persijap Jepara dengan skor 0-0. Sehingga Borneo hanya memilki poin 76.
Maka di laga terakhir jika Persib imbang saat menjamu Persijap, memilki poin 79, dan jika Borneo menang saat menjamu Malut United maka akan sama memilki poin 79. Namun, tentu Persib yang menjadi juara karena menang head to head.
Asisten pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, mengatakan, tentunya, pertandingan menghadapi PSM tidak mudah untuk timnya.
"Tapi kami datang ke sini, siap untuk bermain, dan tahu tujuan kami ingin memenangkan pertandingan," ujar Igor yang menggantikan peran dari Bojan Hodak, setelah berlaga.
Igor menjelaskan, di babak pertama timnya sedikit susah dalam mengembangkan permainan.
"Tapi ketika Thom bisa cetak gol, kami bisa mengontrol pertandingan," kata Igor.
Di babak kedua, Igor mengatakan, timnya kembali mencoba melakukan apa yang harus dilakukan.
"Kedudukan kami anggap masih 0-0, mencoba mengontrol pertandingan, tapi ada momen dalam tendangan bebas mereka PSM Makassar, memilki pemain lebih tinggi, sehingga bisa mendapatkan gol dari tendangan bebas," ujar dia.
Sebab memang, Yuran yang mencetak gol tersebut, berhasil lepas dari kawalan Julio Cesar.
"Terakhir tentunya dengan gol yang diciptakan oleh Julio Cesar, di akhir pertandingan mengunci pertandingan malam ini, menjadi kemenangan buat kami," katanya.
Igor mengaku, pihaknya, ingin mengucapkan terimakasih kepada semua pemain, yang bertanding berjuang di lapangan dan pemain yang siap untuk bertanding di lapangan yang ada di bangku cadangan.
"Saya juga tahu bahwa pelatih, Bojan Hodak ikut melihat pertandingan kita, kemarin saya bilang bawah pertandingan untuk meraih juara akan ditentukan di laga terakhir," tuturnya.
Igor menjelaskan, semua tahu momen Persib selama berjuang sampai menit akhir itu ditunjukan dalam laga ini, di mana Julio bisa cetak gol.
"Jadi kita akan lakukan pertandingan terakhir di Bandung, tentunya kita akan bisa merayakan di sana," ucapnya.
Sebab memang laga terakhir bagi Persib Bandung adalah menjamu Persijap Jepara, Sabtu (23/5/2026) di Stadion GBLA. Laga ini akan menjadi penentu bagi Persib untuk meraih gelar juara. Persib hanya butuh hasil imbang, untuk bisa mencetak rekor hattrick. (*)