Hujan Deras Hampir 5 Jam Guyur Sampit Kotim Kalteng, Sejumlah Ruas Jalan dan Rendam Rumah Warga
Haryanto May 18, 2026 02:19 AM

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Hujan deras yang mengguyur Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Minggu (17/5/2026) sore hingga malam.

Akibatnya, sejumlah ruas jalan tergenang banjir. 

Bahkan, di beberapa wilayah air dilaporkan masuk ke dalam rumah warga.

Berdasarkan pantauan dan video yang beredar di media sosial, genangan air terjadi hampir merata di sejumlah titik di Kota Sampit. 

Satu di antaranya di Jalan Panjaitan, Kelurahan Ketapang, dengan tinggi muka air diperkirakan mencapai 10 hingga 15 sentimeter.

Tidak hanya menggenangi jalan, air juga dilaporkan masuk ke rumah warga di kawasan Baamang Tengah. 

Seorang warga yang akrab disapa Acil Ida mengaku, kondisi tersebut sudah berulang kali terjadi setiap hujan deras turun.

“Air sudah masuk ke dalam rumah. Ini sebenarnya bukan hal baru lagi, setiap hujan deras pasti begini,” ujar Acil Ida. 

Ia berharap persoalan banjir yang terus terjadi dapat segera mendapat penanganan agar warga tidak terus-menerus terdampak saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Selain di Jalan Panjaitan, genangan juga terlihat di ruas Jalan Cristopel Mihing, tepatnya di depan PDAM Kotim, Kelurahan Baamang Tengah, dengan ketinggian air sekitar 5 hingga 10 sentimeter.

Sementara di Jalan Tjilik Riwut, genangan tampak di beberapa titik mulai dari Bundaran Adipura Semekto hingga Bundaran Polres Sampit. 

Tinggi air bervariasi, mulai dari 2 hingga 5 sentimeter dan di beberapa titik mencapai sekitar 10 sentimeter.

Hujan deras diketahui mulai mengguyur Kota Sampit sejak sekitar pukul 17.30 WIB dan masih berlangsung hingga sekitar pukul 22.00 WIB. 

Intensitas hujan yang cukup tinggi membuat drainase di sejumlah kawasan tidak mampu menampung debit air.

Dalam sejumlah video yang beredar, pengendara sepeda motor maupun mobil terlihat melintas perlahan di tengah genangan untuk menghindari kendaraan mogok maupun risiko terpeleset.

Seorang warga lainnya, Agi Apriani mengeluhkan, sistem drainase di beberapa titik Kota Sampit yang dinilai tidak berfungsi maksimal sehingga air sulit surut.

“Drainase di beberapa titik sepertinya kurang berfungsi normal, jadi air cepat menggenang dan resapannya kurang,” keluhnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat lebih serius melakukan penanganan drainase agar banjir tidak terus berulang meski hujan turun dalam durasi yang tidak terlalu lama.

Hingga Minggu malam, sejumlah ruas jalan di Kota Sampit masih dilaporkan tergenang air seiring hujan yang belum sepenuhnya reda. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.