MLSC Surabaya Seri 2 2025-2026 Rampung, Dimeriahkan Ribuan Siswa
Putri Annisa Maharani May 18, 2026 04:33 AM

DJARUM FOUNDATION
Momen penyerahan hadiah di podium kepada para juara dan runner-up KU 10 dan KU 12 MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 2025-2026.

BOLASPORT.COM - Penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025-2026 di Lapangan Bogowonto dan Lapangan Bola Jala Krida, Surabaya, yang berlangsung sejak 12 hingga 17 Mei 2026 mencapai puncaknya.

Selama lima hari, turnamen diikuti tidak kurang 1.620 siswi dari 78 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Surabaya dan sekitarnya. Peserta terbagi menjadi 73 tim di kategori KU 10 dan 77 tim di kategori KU 12.

Pada partai final yang berlangsung Minggu (17/5), kompetisi sepak bola putri yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut melahirkan dua juara baru dari dua kategori kelompok umur yakni SDN Pacarkeling V/186 B (KU 12) dan SDN Manukan Kulon (KU 10).

Di KU 12 MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025 - 2026, tim SDN Pacarkeling V/186 B akhirnya sukses mengunci gelar lewat kemenangan 6-5 pada pertandingan adu penalti, setelah melewati waktu normal dengan kedudukan 1-1.

Sementara itu di KU 10 giliran SDN Manukan Kulon memastikan kemenangan, juga lewat drama adu penalti atas SDN DR. SutomoV/327. 

SDN Manukan Kulon unggul cepat melalui kapten tim mereka, Emily Zitara, saat pertandingan baru berjalan lima menit.

Lepas dari kawalan pemain bertahan lawan, Emily berdiri bebas dan dengan tenang menaklukkan penjaga gawang SDN Pacarkeling V/186 B, Mikayla Ramadhania, lewat sepakan ke sisi kiri gawang.

Meski sudah unggul, SDN Manukan Kulon tetap tampil menekan. Emily Zitara dan rekan-rekannya beberapa kali melancarkan serangan ke area pertahanan SDN Pacarkeling V/186 B yang diperkuat, Locita Waranggaini Olah Nismara yang di akhir turnamen meraih predikat Best Player MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025-2026 kategori KU 12.

Namun, hingga turun minum, skor 1-0 untuk keunggulan SDN Manukan Kulon tetap bertahan.

Setelah terus mencoba membangun serangan, SDN Pacarkeling V/186 B akhirnya berhasil menyamakan kedudukan melalui Locita pada menit ke-19 atau empat menit setelah babak kedua dimulai.

Pemain bernomor punggung 10 tersebut melepaskan tendangan keras yang meluncur melewati lini belakang SDN Manukan Kulon dan gagal diantisipasi penjaga gawang.

Masuk sisa pertandingan, kedua tim bergantian melancarkan serangan.

Locita dari SDN Pacarkeling V/186 B dan Alya Nisa Dzakiyah dari SDN Manukan Kulon beberapa kali mencoba menciptakan peluang bagi tim masing-masing. Namun hingga waktu normal berakhir, tidak ada tambahan gol yang tercipta sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalti.

Di babak adu penalti, kedua tim masih bermain imbang 5-5 setelah masing-masing enam penendang menjalankan tugasnya. Sesuai regulasi, pemenang kemudian ditentukan 

melalui coin toss untuk menentukan tim yang mendapat kesempatan menendang dan tim yang diwakili penjaga gawang untuk menggagalkan tendangan tersebut.

SDN Pacarkeling V/186 B mendapatkan giliran sebagai penendang.

Darleine Maryam Khairunisa sukses menjalankan tugasnya dengan baik dan memastikan kemenangan SDN Pacarkeling V/186 B.

Kemenangan SDN Pacarkeling V/186 B ini sekaligus memastikan kegagalan SDN Manukan Kulon untuk mengawinkan gelar di kategori KU 10 dan KU 12.

Pelatih SDN Pacarkeling V/186 B, Septyan Kurnia Hardiantoro, menjelaskan, salah satu kunci keberhasilan timnya menjuarai MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 2025-2026 adalah dengan persiapan maksimal.

Septyan menambahkan, setiap peserta dari sekolah lain juga ingin juara, sehingga itu yang menjadi motivasi bagi timnya untuk melakukan persiapan yang lebih matang. 

"Sebenarnya saya tidak memprediksi sampai masuk final karena usia pemain di tim ini rata-rata ada di usia 10 tahun," ungkap Septyan.

"Saya sangat mengapresiasi kepada para pemain sudah berhasil memenangi adu penalti, bagi saya luar biasa."

"Terima kasih juga untuk Djarum Foundation sudah menyelenggarakan acara seperti ini. Ini hasil kerja keras kami dengan latihan jangka panjang, karena saya melihat semua lawan juga melakukan itu."

"Jadi, pulang sekolah langsung lanjut latihan."

Sementara itu, Locita Waranggaini Olah Nismara, yang berhasil meraih predikat Best Player untuk KU 12, mengungkapkan bahwa pantang menyerah adalah kunci kemenangan timnya hari ini.

Meski sempat tertinggal lebih dahulu, Locita tidak menyerah begitu saja hingga akhirnya mampu mencetak gol penyama kedudukan. 

"Finalnya sangat seru, kita meskipun kalah suporter tapi gak masalah bagi saya, yang penting hasil akhir."

"Waktu ketinggalan 0-1 saya gak menyerah, itu masih aman apalagi waktu masih banyak. Kita kejar terus sama tim, 'semangat, semangat', hingga akhirnya penalti dan menang," ucap Locita.

Pada final kategori KU 10, SDN Manukan Kulon berhasil keluar sebagai juara MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025–2026 setelah mengalahkan SDN DR.Sutomo V/327 melalui babak adu penalti.

Dalam pertandingan tersebut, SDN Manukan Kulon beberapa kali tertinggal sebelum akhirnya mampu bangkit dan memaksakan laga hingga penentuan penalti.

SDN DR. Sutomo V/327 langsung membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan dua menit melalui aksi Shezan Azarine Fahima.

Tujuh menit kemudian, Nayla Nur Hafizah berhasil menambah keunggulan timnya dan membawa SDN DR. Sutomo V/327 unggul 2-0.

SDN Manukan Kulon memperkecil ketertinggalan lewat tendangan bebas jarak jauh yang dicetak oleh Keyvara Malayeka. Hingga babak pertama berakhir, SDN DR. Sutomo V/327 masih memimpin dengan skor 2-1.

Masuk babak kedua, SDN DR. Sutomo V/327 kembali menjauh setelah Adiba Utomo Putro mencetak gol melalui tendangan chip dari luar kotak penalti yang gagal dijangkau penjaga gawang.

Gol tersebut membawa SDN DR. Sutomo V/327 unggul 3-1.

Namun, SDN Manukan Kulon tidak menyerah. Keyvara Malayeka kembali mencetak gol pada menit ke-24 untuk memperkecil ketertinggalan.

Tiga menit berselang, pemain bernomor punggung tujuh itu kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus melengkapi hat-trick dan menyamakan kedudukan menjadi 3-3.

Skor tersebut bertahan hingga waktu normal usai sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti.

Pada babak adu penalti, SDN Manukan Kulon berhasil memastikan gelar juara setelah dua penendangnya sukses menjalankan tugas.

Sementara itu, SDN DR. Sutomo V/327 yang tampil dominan sepanjang waktu normal harus mengakui keunggulan lawan setelah hanya mampu mencetak satu gol dari tiga kesempatan penalti.

Setelah pertandingan, Keyvara, yang menjadi pahlawan kemenangan timnya hari ini, mengaku senang bisa membantu tim meraih kemenangan.

Menurutnya, motivasi pelatih menjadi salah satu faktor kunci di balik kebangkitan SDN Manukan Kulon pada laga final tersebut. 

“Tadi sempat ketinggalan tapi pelatih minta jangan menyerah, usaha terus dan mengejar gol sampai akhirnya berhasil."

"Senang bisa cetak gol dan alhamdulillah senang bisa juara,” ucap Keyvara.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.