Aceh Tertinggi Kasus Malaria Knowlesi
mufti May 18, 2026 10:03 AM

“Penularannya harus melalui gigitan nyamuk yang membawa parasit.” INKE NADIA DINIYANTI LUBIS, Dokter Spesialis Anak IDAI

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan laporan kasus malaria knowlesi tertinggi di Indonesia hingga April 2026. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat agar tetap waspada, terutama mereka yang tinggal atau beraktivitas di dekat kawasan hutan.

Dalam webinar IDAI yang dilakukan secara daring baru-baru ini. Dokter spesialis anak konsultan infeksi dan penyakit tropik IDAI, dr Inke Nadia Diniyanti Lubis PGDipPID MKed(Ped) SpA Subsp IPT(K) PhD, mengatakan, kasus malaria knowlesi mulai meningkat di sejumlah wilayah Indonesia. 

“Sepanjang 2026 hingga April saja sudah ada 79 kasus yang disangkakan malaria knowlesi,” ujar dr Inke.

Menurutnya, Aceh menjadi salah satu wilayah yang paling disorot karena tingginya laporan kasus yang ditemukan di daerah tersebut. Laporan menyebutkan, hingga April 2026 terdapat sekitar 30 kasus malaria knowlesi di Aceh Jaya.

IDAI menilai, peningkatan risiko penularan berkaitan dengan aktivitas manusia di sekitar kawasan hutan dan area yang mengalami alih fungsi lahan. “Karena terjadi alih fungsi lahan, manusia masuk ke dalam habitat yang baru sehingga berbagi ruang yang sama dengan monyet dan nyamuk yang dapat menularkan,” kata dr Inke dalam webinar tersebut.

IDAI mengingatkan masyarakat waspada setelah Aceh menjadi wilayah dengan laporan kasus malaria knowlesi tertinggi di Indonesia.

Inke menjelaskan, malaria knowlesi atau yang juga dikenal sebagai monkey malaria merupakan penyakit zoonosis akibat infeksi parasit Plasmodium knowlesi. Meski berasal dari primata, penularannya tidak terjadi langsung dari monyet ke manusia. “Penularannya harus melalui gigitan nyamuk yang membawa parasit,” ujar dr Inke. 

Nyamuk dari kelompok Anopheles leucosphyrus dapat membawa parasit setelah menggigit monyet yang terinfeksi, lalu menularkannya ke manusia melalui gigitan berikutnya.

Menurut IDAI, gejala malaria knowlesi sekilas mirip malaria pada umumnya, seperti demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, muntah dan tubuh terasa sangat lemas.

Penyakit ini disebut dapat berkembang cepat menjadi berat bila terlambat ditangani. Inke mengingatkan bahwa pasien bisa mengalami komplikasi serius, termasuk gagal ginjal dan gangguan pernapasan. 

IDAI meminta masyarakat yang sering berkegiatan di area perkebunan, hutan, atau wilayah terpencil untuk lebih berhati-hati terhadap gigitan nyamuk.(kompas.com)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.