TRIBUNKALTIM.CO - Pembangunan sektor pendidikan di Kalimantan Timur terus menunjukkan perkembangan dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu indikator yang menggambarkan kondisi tersebut adalah meningkatnya angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) masyarakat di provinsi ini pada tahun 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diperbarui pada 19 November 2025, Rata-rata Lama Sekolah Kalimantan Timur mencapai 10,10 tahun.
Angka tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 10,02 tahun.
Baca juga: Daftar 10 Provinsi dengan Rata-Rata Lama Sekolah Tertinggi, Kaltim Nomor 5!
Secara sederhana, RLS atau Rata-rata Lama Sekolah merupakan indikator yang menunjukkan berapa lama penduduk usia 25 tahun ke atas telah menempuh pendidikan formal.
Jika dikonversikan, capaian 10,10 tahun berarti rata-rata masyarakat Kalimantan Timur telah mengenyam pendidikan hingga setara kelas 2 SMA.
Meski demikian, capaian pendidikan antarwilayah di Kalimantan Timur masih belum merata. Kota-kota besar seperti Balikpapan, Samarinda, dan Bontang masih mendominasi posisi tertinggi dalam indikator pendidikan tersebut.
Sementara sejumlah kabupaten lain masih berada di bawah rata-rata provinsi.
Kondisi ini memperlihatkan adanya kesenjangan akses pendidikan, infrastruktur sekolah, hingga faktor ekonomi dan geografis yang memengaruhi kualitas sumber daya manusia di tiap daerah.
RLS sendiri menjadi salah satu komponen penting dalam pembentukan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Selain RLS, indikator lain dalam dimensi pendidikan adalah Harapan Lama Sekolah (HLS).
Berbeda dengan RLS yang menghitung lama pendidikan yang benar-benar telah ditempuh masyarakat dewasa, HLS menggambarkan perkiraan lama sekolah yang akan dijalani anak usia tujuh tahun ke atas di masa depan.
Karena itu, RLS dianggap lebih menggambarkan kondisi pendidikan aktual di suatu wilayah.
BPS mencatat pembangunan manusia di Kalimantan Timur mengalami kemajuan selama lima tahun terakhir.
Hal tersebut tercermin dari kenaikan IPM provinsi dari 75,94 pada tahun 2020 menjadi 79,39 pada tahun 2025.
Peningkatan IPM tersebut didorong oleh tiga dimensi utama, yakni umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak.
Dalam dimensi pengetahuan, peningkatan RLS menjadi salah satu faktor penting yang menunjukkan semakin baiknya akses pendidikan masyarakat.
Data BPS menunjukkan tren kenaikan RLS Kalimantan Timur berlangsung secara konsisten sejak 2020 hingga 2025.
Pada tahun 2020, RLS Kaltim tercatat sebesar 9,77 tahun. Angka itu meningkat menjadi 9,84 tahun pada 2021, kemudian naik lagi menjadi 9,92 tahun pada 2022.
Selanjutnya pada 2023 mencapai 9,99 tahun, naik menjadi 10,02 tahun pada 2024, hingga akhirnya menyentuh angka 10,10 tahun pada 2025.
Artinya, selama lima tahun terakhir, rata-rata lama sekolah di Kalimantan Timur tumbuh sekitar 0,67 persen per tahun.
Peningkatan tersebut didorong oleh berbagai faktor, mulai dari perbaikan sarana pendidikan, peningkatan akses sekolah, hingga program pemerintah daerah di bidang pendidikan.
Namun demikian, pemerataan pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah besar di sejumlah wilayah.
5 Daerah dengan Rata-rata Lama Sekolah Tertinggi di Kaltim Tahun 2025
Berdasarkan data BPS tahun 2025, berikut lima daerah dengan Rata-rata Lama Sekolah tertinggi di Kalimantan Timur:
1. Kota Balikpapan – 11,04 Tahun
Balikpapan menjadi daerah dengan RLS tertinggi di Kalimantan Timur tahun 2025 bersama Samarinda.
Angka 11,04 tahun menunjukkan bahwa rata-rata penduduk usia dewasa di Balikpapan telah menempuh pendidikan hingga mendekati kelas 3 SMA.
Sebagai kota besar dan pusat ekonomi di Kalimantan Timur, Balikpapan memiliki fasilitas pendidikan yang relatif lengkap. Mulai dari sekolah negeri dan swasta, perguruan tinggi, hingga akses pendidikan nonformal tersedia cukup merata.
Selain itu, kondisi ekonomi masyarakat yang lebih stabil juga turut memengaruhi tingginya tingkat pendidikan di kota ini.
2. Kota Samarinda – 11,04 Tahun
Samarinda juga mencatat RLS sebesar 11,04 tahun, setara dengan Balikpapan.
Sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda menjadi salah satu pusat pendidikan terbesar di wilayah tersebut.
Keberadaan berbagai perguruan tinggi, sekolah unggulan, hingga fasilitas pendidikan yang lebih mudah dijangkau membuat rata-rata lama sekolah masyarakat di kota ini cukup tinggi.
Tingginya RLS Samarinda juga mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan formal.
3. Kota Bontang – 11,03 Tahun
Posisi ketiga ditempati Kota Bontang dengan RLS sebesar 11,03 tahun.
Meski selisihnya sangat tipis dibanding Balikpapan dan Samarinda, capaian ini menunjukkan kualitas pendidikan masyarakat Bontang juga tergolong tinggi.
Bontang dikenal sebagai kota industri yang memiliki dukungan infrastruktur cukup baik, termasuk di sektor pendidikan.
Akses pendidikan yang lebih mudah serta dukungan ekonomi masyarakat menjadi faktor penting yang memengaruhi capaian tersebut.
4. Kabupaten Berau – 9,58 Tahun
Berau menjadi kabupaten dengan capaian RLS tertinggi di Kalimantan Timur pada tahun 2025.
Kabupaten ini mencatat rata-rata lama sekolah sebesar 9,58 tahun.
Meski masih berada di bawah tiga kota besar tadi, angka tersebut menunjukkan masyarakat Berau rata-rata telah menempuh pendidikan hingga tingkat SMA awal.
Perkembangan sektor ekonomi dan pariwisata di Berau turut memengaruhi peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.
5. Kabupaten Kutai Timur – 9,48 Tahun
Posisi kelima ditempati Kabupaten Kutai Timur dengan RLS sebesar 9,48 tahun.
Kutai Timur menjadi salah satu daerah dengan perkembangan ekonomi cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama dari sektor pertambangan dan perkebunan.
Pertumbuhan ekonomi tersebut turut berdampak terhadap peningkatan akses pendidikan masyarakat.
Daerah dengan RLS Terendah di Kalimantan Timur
Di sisi lain, masih terdapat sejumlah daerah yang memiliki capaian RLS relatif rendah dibanding rata-rata provinsi.
Wilayah dengan RLS terendah di Kalimantan Timur tahun 2025 adalah Kabupaten Mahakam Ulu dengan angka 8,71 tahun.
Artinya, rata-rata masyarakat dewasa di wilayah tersebut baru menempuh pendidikan hingga sekitar kelas 2 SMP.
Mahakam Ulu sebenarnya mengalami peningkatan dibanding tahun 2024 yang berada di angka 8,50 tahun. Namun capaian tersebut masih menjadi yang terendah di Kalimantan Timur.
Faktor geografis menjadi salah satu tantangan utama di wilayah ini. Akses transportasi yang terbatas serta kondisi wilayah pedalaman memengaruhi pemerataan fasilitas pendidikan.
Posisi kedua terendah ditempati Kabupaten Penajam Paser Utara dengan RLS 8,72 tahun.
PPU mengalami kenaikan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 8,57 tahun. Meski demikian, daerah ini masih berada di kelompok bawah dalam capaian pendidikan.
Kemudian Kabupaten Kutai Barat mencatat RLS sebesar 9,01 tahun.
Kabupaten Paser berada di angka 9,04 tahun, sedangkan Kutai Kartanegara mencatat 9,28 tahun.
Kutai Kartanegara sendiri menjadi salah satu kabupaten besar di Kalimantan Timur, namun masih menghadapi tantangan pemerataan pendidikan, terutama di wilayah pedalaman.
Kesenjangan Pendidikan Masih Jadi Tantangan
Perbedaan capaian RLS antarwilayah di Kalimantan Timur menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan belum sepenuhnya merata.
Daerah perkotaan cenderung memiliki akses pendidikan lebih baik dibanding wilayah terpencil atau pedalaman.
Kondisi ekonomi keluarga, infrastruktur sekolah, ketersediaan tenaga pendidik, hingga akses transportasi menjadi faktor yang sangat memengaruhi tingkat pendidikan masyarakat.
Semakin tinggi RLS suatu daerah, semakin besar pula peluang masyarakat untuk memperoleh pekerjaan lebih baik dan meningkatkan taraf hidup.
Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan masih menjadi salah satu fokus penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Timur.
Data BPS tahun 2025 menunjukkan bahwa tren pendidikan di provinsi ini terus bergerak positif. Namun, pemerataan akses pendidikan antarwilayah masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian lebih serius.