TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Kebakaran menimpa rumah di RT 10 RW 2 Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Senin (18/5/2026) dini hari.
Akibat peristiwa ini, dua orang lansia penghuni rumah meninggal dunia.
Akibat kebakaran tersebut atap rumah berupa genting dengan rangka kayu ambrol, hanya menyisakan material kayu penyangga yang sudah hangus.
Sementara di dalam rumah dipenuhi reruntuhan atap dan sebagian tembok rumah berukuran sekitar 8X5 meter tersebut hangus. Beberapa kusen pintu kamar pun raib dilalap si jago merah.
Baca juga: Motor Nyelonong Masuk Tol via GT Kandeman Batang, Petugas JSB Kejar hingga KM 353
Di dalam rumah tersebut terdapat tiga kamar. Di salah satu kamar itulah ditemukan jenazah Mbah Niti yang berusia 83 tahun sudah tidak lagi bernyawa.
Di sisi paling ujuang terdapat dapur dan kamar mandi. Di kamar mandi inilah jenazah Sujono 69 tahun ditemukan. Keduanya merupakan ibu dan anak.
Saksi mata dalam peristiwa ini Asri 37 tahun tidak menyangka kalau akan terjadi peristiwa nahas tersebut.
Sekitar pukul 23.00 WIB pada Minggu 17 Mei 2026 dia baru pulang dari nongkrong.
Saat itu kediaman yang dihuni Mbah Niti dan Sujono sudah dalam kondisi tertutup pintunya.
Asri yang tinggal persis di rumah yang lokasinya berhadapan dengan kediaman rumah Mbah Niti pun mencoba untuk tidur setelah sampai di rumah.
Sampai pada akhirnya sekitar pukul 01.00 WIB, Asri yang belum benar-benar terlelap itu terperanjat saat mendengar suara gemeretak dan suara benda-benda jatuh.
Dia berpikir ada anak-anak yang iseng. Namun setelah dia keluar rumah, rupanya api di rumah Mbah Niti sudah membumbung tinggi.
Dia pun mencoba membangunkan tetangga yang tinggal di sekeliling rumah untuk mencoba memadamkan api.
“Saya mencoba membangunkan orang di sekitar dan mengevakuasi motor dan bilang ke teman di sini yang bisa menghubungi pemadam kebakaran,” kata Asri saat ditemui di lokasi.
Asri saat itu fokus mencoba memadamkan api. Dia menarik selang air dan mencoba menyemprotkan air ke dalam kobaran api sekenanya.
Sedangkan warga lainnya mencoba melokalisir api agar tidak merembet ke rumah lain karena memang lokasi kebakaran ini berada di permukiman padat penduduk.
“Sekitar 15 menit pemadam kebakaran datang dan langsung melakukan upaya pemadaman,” kata Asri.
Kala itu warga mencoba mengidentifikasi keberadaan dua lansia penghuni rumah yang tertimpa kebakaran.
Mereka mencoba menanyakan kepada kerabat korban apakah Mbah Niti dan Sujono tengah berada di kediaman kerabat.
Dari identifikasi tersebut rupanya Mbah Niti dan Sujono tidak berada di kediaman kerabat atau anaknya. Artinya, saat kebakaran keduanya tengah berada di dalam rumah.
Setelah dilakukan identifikasi di dalam rumah, ternyata memang benar.
Petugas gabungan dari relawan BPBD Kudus dan kepolisian menemukan keduanya dalam keadaan meninggal dunia.
Mbah Niti ditemukan di dalam sebuah kamar. Sedangkan anaknya Sujono ditemukan dalam keadaan meninggal di dekat kamar mandi.
Berdasarkan keterangan Asri, Mbah Niti yang sudah berusia lanjut itu tengah mengidap stroke.
Dia tidak bisa beraktivitas. Sedangkan anaknya Sujono yang sudah berusia 69 tahun sehari-hari bekerja sebagai pemilih kertas. Pekerjaan itu dilakukan di kediamannya.
“Kalau Pak Jono yang juga sudah sepuh itu kerja memilih kertas. Kertas yang sudah terpilih biasanya ditaruh di dalam rumah di ruang tengah. Jadi saat ada api cepat sekali merembetnya,” kata Asri.
Sementara Camat Jati, Muchammad Zainuddin mengatakan, dalam proses pemadaman api melibatkan tiga unit mobil pemadam kebakaran.
Dua unit pemadam kebakaran dari Satpol PP Kudus sedangkan satu unit pemadam kebakaran dari BPBD Kudus.
“Sedikit ada sedikit kendala di akses dan kondisi tengah malam,” kata Zainuddin.
Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Untuk mengetahuinya, Polres Kudus sudah menerjunkan Tim Inafis untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Di depan rumah korban, kini telah terpasang garis polisi. Identifikasi yang dilakukan yakni dengan mengidentifikasi korban, melakukan dokumentasi tempat kejadian, dan mengumpulkan barang bukti untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran yang merenggut dua nyawa penghuninya.
“Tim Inafis melakukan olah TKP secara menyeluruh untuk memastikan penyebab kebakaran, termasuk menelusuri titik awal api,” kata Kapolsek Jati AKP Hadi Noor Cahyo.
Saat ini, katanya, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Kedua jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD RSUD Loekmono Hadi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 75 juta," kata Hadi.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah terjadinya kebakaran.
Hadi juga mengimbau instalasi listrik dalam kondisi aman, tidak menggunakan sambungan listrik yang berlebihan, serta mematikan peralatan elektronik saat tidak digunakan.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak meninggalkan sumber api terbuka tanpa pengawasan dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi potensi gangguan kamtibmas di lingkungan sekitar. (Goz)