Prabowo Minta Pindad Buat Mobil Presiden Berkaca, Sosok Prof Sigit Jadi Sorotan
M Zulkodri May 18, 2026 12:23 PM

 

POSBELITUNG.CO--Presiden Prabowo Subianto melontarkan permintaan unik kepada PT Pindad saat meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Dalam sambutannya, Prabowo meminta Pindad merancang kendaraan khusus presiden berbahan kaca agar dirinya tetap bisa menyapa masyarakat tanpa harus berdiri terlalu lama di atas mobil.

Permintaan tersebut langsung membuat sosok Direktur Utama PT Pindad, Sigit Puji Santosa, menjadi perhatian publik.

Prabowo mengaku selama perjalanan menuju lokasi acara dirinya harus berdiri di dalam kendaraan demi menyapa warga yang memadati jalan.

Menurutnya, kondisi itu cukup melelahkan mengingat usianya yang kini telah menginjak 75 tahun.

“Cukup melelahkan juga, karena rakyat begitu banyak di jalan. Masa presiden di dalam kendaraan tidak menyapa, kan enggak lucu. Terpaksa aku berdiri,” kata Prabowo dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (18/5/2026).

Minta Mobil Khusus Buatan Pindad

Di hadapan para tamu undangan, Prabowo kemudian menyampaikan ide agar Pindad mendesain mobil presiden dengan kaca transparan sehingga dirinya tetap bisa terlihat masyarakat meski duduk di dalam kendaraan.

“Ini saya lagi mikir minta Pindad, mana itu Profesor Sigit, ada Sigit enggak? Coba didesain mobil khusus untuk presiden pakai kaca gitu yang ada kursi tapi kelihatan aku berdiri gitu loh,” ujar Prabowo disambut tawa hadirin.

Menurut Prabowo, kendaraan seperti itu akan membuat dirinya lebih nyaman saat melakukan perjalanan sekaligus tetap bisa menyapa masyarakat yang menunggu di sepanjang jalan.

Sosok Profesor Sigit Puji Santosa

Pernyataan Presiden membuat nama Prof Sigit Puji Santosa ikut menjadi sorotan publik.

Ia merupakan Direktur Utama PT Pindad yang dikenal memiliki latar belakang akademik dan industri yang kuat di bidang teknik mesin dan teknologi otomotif.

Dikutip dari profil resmi perusahaan, Sigit lahir di Pacitan dan menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Mesin di Institut Teknologi Bandung pada 1991.

Ia kemudian melanjutkan studi di Department of Mechanical Engineering Massachusetts Institute of Technology atau MIT, Amerika Serikat.

Di kampus tersebut, Sigit meraih gelar master pada 1997 dan doktor pada 1999.

Karier profesionalnya juga cukup panjang di industri otomotif global. Ia pernah bekerja di General Motors dan terlibat dalam pengembangan kendaraan listrik serta plug-in hybrid electric vehicle (EV/PHEV) pada periode 2010 hingga 2013.

Setelah kembali ke Indonesia, Sigit aktif di dunia akademik sebagai staf pengajar ITB sejak 2014.

Ia juga pernah menjabat Direktur Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan ITB pada 2018–2021.

Pada Desember 2024, Sigit resmi diangkat sebagai Direktur Utama PT Pindad berdasarkan keputusan Menteri BUMN dan pemegang saham perusahaan.

Punya Lima Gelar Akademik

Sigit dikenal memiliki sejumlah gelar akademik dan profesional di bidang teknik. Gelar tersebut meliputi Dr., Ir., MSME, Sc.D., hingga IPU.

Gelar MSME merupakan Master of Science in Mechanical Engineering, sedangkan Sc.D. atau Doctor of Science merupakan gelar doktor sains dari MIT yang setara dengan Ph.D.

Sementara IPU adalah singkatan dari Insinyur Profesional Utama, yakni sertifikasi tertinggi profesi insinyur di Indonesia.

Kombinasi pengalaman akademik dan industri tersebut membuat Sigit dianggap sebagai salah satu tokoh teknologi dan rekayasa terkemuka di Indonesia saat ini.

Harta Kekayaan Capai Rp7,8 Miliar

Selain profil akademiknya, harta kekayaan Sigit juga ikut menjadi perhatian publik.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2024, total kekayaan Sigit tercatat mencapai Rp7,845 miliar.

Sebagian besar asetnya berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan di sejumlah daerah seperti Bandung, Bandung Barat, Tangerang, dan Pacitan dengan nilai total lebih dari Rp10,8 miliar.

Ia juga memiliki dua kendaraan pribadi, yakni Chevrolet Trax tahun 2018 dan Honda HRV tahun 2020 dengan total nilai Rp390 juta.

Selain itu, Sigit tercatat memiliki kas dan setara kas sebesar Rp660 juta serta harta bergerak lainnya senilai Rp455 juta.

Namun total aset tersebut dikurangi utang sebesar Rp4,491 miliar sehingga nilai akhir kekayaannya menjadi Rp7,845 miliar.

Ide Mobil Presiden Jadi Perhatian

Permintaan Prabowo kepada Pindad untuk membuat kendaraan presiden berbahan kaca langsung menjadi perhatian masyarakat.

Banyak yang menilai ide tersebut unik sekaligus menunjukkan kedekatan Prabowo dengan masyarakat.

Di sisi lain, publik juga menyoroti kemampuan Pindad dalam mengembangkan kendaraan khusus untuk kebutuhan negara, termasuk kendaraan taktis dan teknologi pertahanan.

Jika direalisasikan, mobil presiden dengan desain transparan tersebut berpotensi menjadi kendaraan kenegaraan unik buatan dalam negeri yang dirancang khusus sesuai kebutuhan kepala negara Indonesia.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.