TRIBUNTRENDS.COM - Seekor sapi di Bantul, Yogyakarta menjadi salah satu hewan kurban yang dipilih Presiden Prabowo Subianto.
Prabowo diketahui membeli sapi di Yogyakarta untuk kurban di Idul Adha 2026 ini.
Dari sekian banyak sapi yang dibeli, satu diantaranya yakni sapi dari penjual bernama Sarjono (51).
Sarjono menuturkan bahwa sapi yang dibeli Prabowo ini berjenis PO atau Peranakan Ongole.
Sapi yang diberi nama Mbah Iran ini memiliki bobot satu ton.
Prabowo membeli sapi tersebut seharga Rp 90 juta.
Baca juga: Seleksi Kurban Lebih Ketat, 2 Sapi Bantul Yogyakarta Dipilih Prabowo, Harga Rp130 Juta, Berat 1 Ton
Dibeli Prabowo untuk hewan kurban Idul Adha, Mbah Iran mendapatkan perawatan khusus.
Sarjono yang merupakan pemilik Mbah Iran rajin memandikan sapi tersebut.
Sarjono lalu mengajukan Mbah Iran ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul.
Pria berusia 51 tahun ini baru tahu sapinya terpilih ketika dihubungi oleh petugas dari Jakarta.
Setelah Mbah Iran terpilih, dokter hewan datang pada awal Mei 2026 lalu untuk memeriksa kesehatan sapinya.
Perawatan khusus pun diberikan oleh Sarjono setelah tahu sapinya dipilih Prabowo.
Makanan hingga treatment khusus diberikan oleh penyedia.
"Perawatan juga khusus sekarang, semenjak itu dibeli sama Pak Prabowo. Seperti pakannya dicampur ketela dan tempe, makannya pagi dan sore. Lalu tiga hari sekali sapi ini saya mandikan biar bersih," kata dia.
Seekor sapi berukuran besar disebut akan menjadi hewan kurban pilihan Presiden untuk wilayah Bantul.
Meski demikian, lokasi penyembelihannya hingga kini masih belum dipastikan.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, menjelaskan bahwa Presiden membeli dua ekor sapi dari dua wilayah berbeda di Bantul, yakni Wonokromo, Pleret dan Bangunjiwo, Kasihan.
Menurutnya, kedua sapi tersebut dipersiapkan untuk kebutuhan kurban pada momen Iduladha tahun ini.
Namun, pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut terkait lokasi penyembelihan masing-masing sapi.
"Dari dua ekor itu satu untuk Kabupaten Bantul dan satunya rencananya Gedung Agung, tapi pastinya belum tahu," kata dia.
Hingga saat ini, pemerintah daerah masih melakukan koordinasi terkait distribusi dan penempatan hewan kurban tersebut.
Keberadaan sapi pilihan Presiden itu pun menarik perhatian warga karena ukuran tubuhnya yang besar dan dinilai memenuhi kriteria hewan kurban unggulan.
Baca juga: Uniknya Penjual Sapi Kurban di Kulon Progo Yogyakarta Pakai SPG, Dandan ala Koboi, Tak Boleh Jijik
Sarjono tak menyangka sapi peliharaannya kini dipilih menjadi hewan kurban Presiden Indonesia.
Sapi bernama Mbah Iran itu ternyata memiliki kisah tersendiri sejak pertama kali dibelinya dari peternak asal Kebumen, Jawa Tengah.
Harga sapi tersebut saat itu mencapai Rp 26 juta dengan usia sekitar tiga tahun.
"Nama pemilik sebelumnya Mbah Iran, terus setelah saya beli saya nama sapinya dengan nama Mbah Iran," kata Sarjono ditemui di Jati Wonokromo, Pleret, Bantul, Minggu (17/5/2026).
Selama dua tahun terakhir, Sarjono merawat sapi itu dengan penuh perhatian hingga tumbuh sehat dan berukuran besar.
Ia mengaku bahagia karena hewan peliharaannya dipercaya untuk kebutuhan orang nomor satu di Indonesia, meski awalnya sapi tersebut hanya dianggap sebagai hewan kesayangannya.
"Sudah dua tahun dipelihara alhamdulillah senang karena sapi saya dibutuhkan sama orang nomor satu di Indonesia. Meski ini sebenarnya Klangenan," kata Sarjono.
Menjelang Hari Raya Iduladha, Sarjono semakin teliti memperhatikan kondisi Mbah Iran, mulai dari kualitas pakan hingga kebersihan kandang dan tubuh sapi.
Perawatan itu dilakukan agar kondisi sapi tetap prima sebelum proses penyembelihan nanti.
Tak hanya dari pemiliknya, perhatian juga datang dari petugas kesehatan hewan.
Pada Jumat (15/5/2026), petugas Puskeswan Pleret mendatangi rumah Sarjono untuk melakukan pemeriksaan sekaligus memberikan obat cacing kepada Mbah Iran.
(TribunTrends/Ninda)