SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Komunitas Mahasiswa Papua Sriwijaya (Kompas) di Indralaya, Ogan Ilir, menggelar nonton bareng film "Pesta Babi : Kalonialisme di Zaman Kita".
Acara nobar diadakan di Cafe Ditaru, Kelurahan Timbangan, Kecamatan Indralaya Utara, Sabtu (16/5/2026) malam.
Film dokumenter ini menjadi pemantik diskusi hangat mengenai isu agraria, deforestasi.
Hingga dampak Proyek Strategis Nasional (PSN) terhadap masyarakat adat di Papua Selatan.
Salah seorang anggota Kompas, Ricardo menyebut ada sekitar 50 mahasiswa nobar film karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale itu.
"Kami sebagai mahasiswa berhak memutar dan mendiskusikan film Pesta Babi sebagai bentuk pembelajaran akademisi, sekaligus mengkritisi kebijakan negara,'' kata Ricardo, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, pemutaran film ini bertujuan menyampaikan kondisi yang terjadi di Papua kepada publik.
“Film 'Pesta Babi' mengajak kita lebih peka dalam memperjuangkan hak masyarakat adat. Kami juga menggelar diskusi setelah nobar,” ujar Ricardo.
Personel Sat Intelkam Polres Ogan Ilir dan Polsek Indralaya turut hadir pada acara nobar.
Kapolsek Indralaya Iptu Rangga Saputra menyampaikan bahwa kehadiran polisi guna memastikan seluruh kegiatan masyarakat berjalan aman dan tetap menghormati ketertiban umum.
“Polri hadir untuk memastikan seluruh aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif, termasuk kegiatan diskusi maupun penyampaian aspirasi yang dilaksanakan secara damai,” kata Rangga dihubungi terpisah.