Nama Revano menjadi sorotan saat momen pelepasan kelulusan kelas 12 SMK Muhammadiyah Pekalongan. Revano menjadi lulusan terbaik kedua jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor.
Hal yang menjadi sorotan adalah karena dirinya merupakan seorang penganut Katolik sekaligus keturunan Tionghoa. Bagaimana Revano memutuskan kuliah di SMK berbasis Islam tersebut?
Alasan Revano Memilih SMK Muhammadiyah Pekalongan
Saat ditanyai soal alasannya bersekolah di SMK Muhammadiyah Pekalongan, Revano menyebut karena ingin belajar di sekolah dengan pembelajaran otomotif yang baik.
"Memilih di SMK ini karena yang ada jurusan teknik sepeda motor di Pekalongan kan ada dua, SMK Dwija Praja dan SMK Muhammadiyah. Yang bagus kan SMK Muhammadiyah, saya pilih di sini," katanya dikutip dari laman Muhammadiyah, Senin (18/5/2026).
Meski sekolahnya berbasis Islam, tetapi Revani tetap mendapatkan pembelajaran Katolik. Ia juga merasakah lingkungan yang saling toleransi.
"Kesannya baik, teman-teman dan guru semuanya baik-baik," ujar Revano.
Ia juga mengaku tak pernah mendapatkan diskriminasi. Ia tetap bisa menjalani keyakinannya.
"Selama di sekolah tidak ada diskriminasi apapun, paling teman bercanda masih normal," ucapnya.
Ortu Sempat Ragu Sekolahkan Revano
Meski Revano kini merasa nyaman bersekolah di sana, tetapi orang tua Revano sempat ragu untuk menyekolahkan anaknya di SMK Muhammadiyah Pekalongan. Namun, saat ia menerima penjelasan langsung dari sekolah, baru mengizinkan Revano atas pilihannya.
"Saya percayakan ke SMK Muhammadiyah karena keinginan anak sendiri. Anak saya itu lebih suka praktik, penginnya otomotif jurusannya teknik sepeda motor," katanya.
"Kebetulan dari kepala sekolah menyambut baik, nanti pelajaran agama menyesuaikan. Ya sudah saya tambah mantap menyekolahkan anak saya di SMK Muhammadiyah," lanjut Silvia.
Sang ibu, Silvia juga mengakui anaknya tidak pernah mendapatkan perlakuan yang kurang. Kini, ia bersyukur karena sang anak sudah mahir dengan keahliannya dalam bidang otomotif.
"Dia kan jurusan sepeda motor, sampai sekarang bisa servis motor sendiri. Bahkan kadang dipercaya sama tetangga. Saya sangat puas sekali," tambah Silvia.
Dapat Beasiswa Magang ke Jepang
Prestasi Revano diganjar juga dengan beasiswa magang ke Jepang. Ia akan berangkat ke sana setelah kelulusannya ini.
"Di sini pembelajarannya enak. Setelah lulus mau berangkat ke Jepang," tambahnya.
Kepala SMK Muhammadiyah Pekalongan, Khusnawan menyampaikan bahwa sekolahnya mendukung impian-impian para siswa, tanpa membedakan latar belakang.
"Muhammadiyah itu luas. Pendidikan Muhammadiyah untuk semuanya, siapa saja. Pendidikan agama kami pilah, kami carikan guru agamanya, tetap ada fasilitas agama," katanya.
Khusnawan menjadikan Revano sebagai contoh yang baik. Di tengah perbedaannya, Revano tetap semangat menunjukkan kemampuan dan potensinya.
"Perlakuan kami sama. Ternyata dia bagus, dia ahli dalam sepeda motor, bisa memotivasi teman-temannya," ujarnya.





