Pengurus Kadin Surabaya Resmi Dilantik: Siap Dorong UMKM hingga Sport Tourism
Cak Sur May 18, 2026 03:32 PM

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pelantikan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya berlangsung meriah di Taman Surya Balai Kota Surabaya pada Minggu (17/8/2026) malam. Sebanyak 155 pengurus resmi dilantik oleh Ketua Umum Kadin Jawa Timur (Jatim), Adik Dwi Putranto.

Acara tersebut turut dihadiri anggota DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti serta jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Taman Surya Jadi Simbol Kolaborasi

Ketua Kadin Surabaya, HM Ali Affandi LNM, mengatakan bahwa pelantikan kali ini menjadi yang pertama digelar di kawasan Taman Surya Balai Kota Surabaya.

Menurut pria yang akrab disapa Andi itu, pemilihan lokasi bukan tanpa alasan. Taman Surya disebut menjadi simbol keterbukaan dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.

“Taman Surya bukanlah simbol gedung pemerintahan, tetapi simbol keterbukaan, simbol kolaborasi dan simbol bahwa pertumbuhan ekonomi harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” kata Andi.

Ia menjelaskan, pelantikan tersebut merupakan kelanjutan dari Musyawarah Daerah Kadin Surabaya yang telah digelar pada akhir 2024 lalu.

“Jadi kami bersama jajaran pengurus yang terpilih untuk periode 2024-2029, telah menjalankan lebih dari 139 agenda dalam kurun satu setengah tahun terakhir,” lanjutnya.

Fokus UMKM, SDM, dan Ekonomi Global

Dalam kesempatan itu, Andi memaparkan sejumlah program strategis yang tengah dijalankan Kadin Surabaya.

Salah satunya misi dagang domestik dan internasional bersama Kadin Jatim di bidang perdagangan, jasa dan logistik.

“Beberapa waktu lalu pada misi dagang ke Malaysia, kami melihat langsung bagaimana produk dan potensi usaha Surabaya memiliki daya saing untuk masuk ke pasar global. Karena kami percaya, Kadin Surabaya tidak boleh hanya berpikir lokal, tetapi membawa Surabaya menjadi kota yang semakin global,” ungkapnya.

Kadin Surabaya juga menjadi inisiator penyusunan Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) bersama Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya, untuk memperkuat kualitas SDM.

Menurut Andi, tantangan ekonomi ke depan bukan hanya soal investasi, tetapi juga kesiapan tenaga kerja menghadapi perubahan industri dan teknologi.

“Karena tantangan terbesar kita ke depan bukan hanya soal investasi, tetapi bagaimana mempersiapkan SDM unggul yang adaptif terhadap perubahan industri dan teknologi,” jelasnya.

Program Strategis Kadin Surabaya

  • Penguatan UMKM dan fasilitasi legalitas usaha
  • Misi dagang internasional dan ekspor
  • Pengembangan Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV)
  • Dukungan sport tourism jelang Porprov Jatim 2027
  • Kolaborasi dunia usaha dan pemerintah daerah

Porprov 2027 Jadi Peluang Ekonomi

Di sektor UMKM, Kadin Surabaya menggandeng Klinik Investasi DPMPTSP untuk membantu pelaku usaha mendapatkan kurasi produk, pelatihan, hingga legalitas usaha seperti NIB dan sertifikasi halal.

“Kami percaya UMKM bukan hanya pelengkap ekonomi, UMKM adalah fondasi ekonomi rakyat,” terang Andi.

Ia juga menyoroti potensi besar sektor olahraga dalam menggerakkan ekonomi kota. Surabaya yang akan menjadi tuan rumah Porprov Jatim 2027 disebut memiliki peluang besar mengembangkan sport tourism.

“Tahun 2027 Kota Surabaya akan menjadi tuan rumah Porprov Jatim. Ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi ruang ekonomi besar yang harus dimanfaatkan bersama,” tambahnya.

Kadin Surabaya pun menyatakan siap berkolaborasi dengan KONI Surabaya, untuk mendukung event olahraga sekaligus pemberdayaan UMKM.

Kadin Diminta Siapkan SDM Unggul

Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, menegaskan bahwa Kadin sebagai mitra strategis pemerintah harus mampu menyelaraskan program dengan arah pembangunan daerah maupun nasional.

Menurutnya, Surabaya memiliki kualitas sumber daya manusia yang tinggi dengan indeks pembangunan manusia yang mendekati angka 84.

“Kalau kami lihat indeks pembangunan manusia Kota Surabaya itu sangat luar biasa, hampir mentok di angka 84. Ini diukur dari pendidikan, kesehatan dan kualitas hidup,” paparnya.

Namun tingginya kualitas SDM juga memunculkan tantangan berupa persaingan kerja dan urbanisasi.

“Persaingan global sekarang bukan lagi di luar negeri, tetapi sudah masuk ke Kota Surabaya,” imbuhnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Surabaya, Samsul Hadi, menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Surabaya.

“Pemerintah Kota Surabaya berharap Kadin Surabaya dapat menjadi rumah yang nyaman bagi para pengusaha untuk berkolaborasi dan berkompetisi secara positif. Semangat gotong royong harus terus dijaga agar UMKM semakin kuat dan pertumbuhan ekonomi Surabaya dapat terus meningkat," pungkas Samsul.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.