TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengakui masih ada sejumlah Program Strategis Nasional yang progresnya belum maksimal meski beberapa program utama dinilai berjalan cukup baik hingga Mei 2026.
Hal itu terungkap dalam evaluasi capaian program nasional yang dilakukan Pemprov Riau bersama OPD dan instansi vertikal pada Senin (18/5/2026) di Ruang Melati, Lantai 2, Kantor Gubernur Riau.
Dari hasil evaluasi, sejumlah program seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, hingga pembangunan tiga juta rumah disebut menunjukkan perkembangan positif di Riau.
Selain itu, ketahanan pangan di Riau juga diklaim masih dalam kondisi aman dan terkendali. Program pelayanan masyarakat seperti BPJS Kesehatan serta revitalisasi sekolah juga disebut terus berjalan.
Namun demikian, Syahrial Abdi mengakui masih terdapat beberapa program yang progresnya belum mencukupi dan membutuhkan percepatan.
“Pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem terus berprogres. Namun masih terus membutuhkan perkembangan,” ujarnya.
Baca juga: Susun Dakwaan Korupsi Pupuk Subsidi Rugikan Negara Rp34 M, Kejari Pelalawan: 19 TSK Saling Berkaitan
Baca juga: 307 ASN Dipindahkan, Plt Gubri Sebut Pemain SPPD Fiktif di Sekwan DPRD Riau Itu-Itu Saja
Dalam evaluasi tersebut, Pemprov Riau juga menyoroti pentingnya kesesuaian laporan dengan kondisi nyata di lapangan.
Syahrial menegaskan laporan yang disampaikan ke pemerintah pusat tidak boleh berbeda dengan fakta di daerah.
Ia juga menilai koordinasi antarinstansi perlu diperkuat agar pelaksanaan program strategis nasional di Riau berjalan lebih optimal dan tidak memunculkan perbedaan persepsi di internal pemerintahan.
"Kedepan sinergi dan komunikasi kita harus lebih baik lagi agar program strategis nasional di Provinsi Riau dapat kita sukseskan bersama," katanya. (Syaiful Misgiono)