Kenapa Tidak Boleh Potong Kuku Sebelum Kurban? Ini Penjelasannya Menurut Ulama
Whiesa Daniswara May 18, 2026 04:22 PM

TRIBUNNEWS.COM - Menjelang Hari Raya Idul Adha, banyak umat Islam mulai mempersiapkan hewan kurban sekaligus memperdalam pemahaman tentang sunnah berkurban. 

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah kenapa tidak boleh potong kuku sebelum kurban.

Dalam hadits riwayat Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Apabila telah masuk sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin berkurban, maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sedikit pun sampai ia menyembelih kurbannya.” (HR Muslim: 1977)

Hadits tersebut menjadi dasar para ulama menjelaskan hukum memotong kuku bagi pekurban. 

Mayoritas ulama menilai larangan ini bersifat sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan untuk diikuti. 

Meski demikian, ada pula sebagian ulama mazhab Hanbali yang menganggapnya wajib.

BAZNAS menjelaskan, larangan ini berlaku khusus bagi orang yang berniat berkurban, bukan seluruh anggota keluarganya.

Lalu, kapan larangan potong kuku mulai berlaku?

Mayoritas ulama menyebut larangan dimulai sejak masuknya 1 Dzulhijjah, tepatnya setelah matahari terbenam di akhir bulan Dzulqa’dah. 

Baca juga: Bolehkah Kurban Kambing Betina? Ini Hukumnya dalam Islam

Sejak waktu itu, orang yang berniat kurban dianjurkan tidak memotong kuku maupun rambut hingga hewan kurbannya disembelih.

Berikut beberapa ketentuan terkait larangan potong kuku bagi pekurban:

  • Berlaku sejak 1 Dzulhijjah
  • Dikhususkan bagi orang yang berniat berkurban
  • Berakhir setelah hewan kurban disembelih
  • Tidak membatalkan kurban jika dilanggar
  • Tetap dianjurkan untuk diikuti sebagai sunnah Nabi

Selain mengikuti sunnah Rasulullah SAW, larangan ini juga memiliki sejumlah hikmah spiritual.

BAZNAS menjelaskan beberapa alasan kenapa orang yang berkurban dianjurkan tidak memotong kuku sebelum penyembelihan:

  • Melatih ketaatan kepada Allah SWT
  • Meneladani kondisi jamaah haji yang sedang ihram
  • Menjadi bentuk pengendalian diri dan kesabaran
  • Mengajarkan disiplin dalam menjalankan ibadah
  • Menambah kekhusyukan saat berkurban

Para ulama juga menjelaskan bahwa larangan ini bukan sekadar soal kuku atau rambut, melainkan simbol kesungguhan dalam beribadah. 

Ibadah kurban tidak hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga melatih keikhlasan dan kepatuhan terhadap ajaran agama.

Lalu kapan boleh kembali potong kuku?

Mayoritas ulama menyebut seseorang sudah diperbolehkan memotong kuku setelah hewan kurban disembelih. 

Jika penyembelihan dilakukan pada hari tasyrik, yakni 11–13 Dzulhijjah, maka larangan tetap berlaku sampai proses kurban selesai.

Meski terlihat sederhana, memahami aturan ini menjadi bagian dari upaya menyempurnakan ibadah kurban. 

Karena itu, umat Islam dianjurkan mengikuti sunnah tersebut agar ibadah kurban tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga bernilai lebih di sisi Allah SWT.

(Tribunnews.com/Widya)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.