Pra Launching Album Karya Warga Binaan Lapas Ciamis, Kalapas: Suara dan Kreativitas Tak Terpenjara
ferri amiril May 18, 2026 04:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis menggelar acara pra launching album karya warga binaan bertajuk "Harmoni Tanpa Batas, Suara Tak Terpenjara" bertempat di Lapangan Upacara Lapas Kelas IIB Ciamis, Senin (18/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang memperkenalkan hasil kreativitas warga binaan sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan di dalam lapas terus berjalan.

Kalapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak untuk meluncurkan karya musik hasil ciptaan warga binaan.

"Hari ini kita berkolaborasi dengan teman-teman untuk melaunching karya narapidana Harmoni Tanpa Batas, Suara Tak Terpenjara. Alhamdulillah dukungan dari semua pihak berjalan sehingga acara hari ini bisa terlaksana," kata Supriyanto saat ditemui usai kegiatan.

Menurutnya, program tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas warga binaan tetap dapat berkembang meski berada di dalam lapas.

Baca juga: 4 Lokasi Terjaring Razia Minuman Keras Polres Ciamis Semalam

Ia mengungkapkan, dalam waktu relatif singkat telah tercipta 10 lagu baru yang lahir dari proses pembinaan di Lapas Ciamis.

"Alhamdulillah kita dapat 10 lagu dalam waktu dekat. Biasanya satu lagu bisa selesai satu sampai dua bulan, tapi ini dalam waktu dua minggu bisa terselesaikan 10 lagu," ujarnya.

Salah satu lagu yang disebut cukup menonjol berjudul Untuk Indonesia. Lagu tersebut, kata Supriyanto, menceritakan proses pembinaan di dalam lapas dan menjadi gambaran bahwa kreativitas seseorang tidak berhenti meski berada di balik jeruji.

"Itu bercerita tentang pembinaan kita, bahwa di lapas itu tidak dikebiri, tidak dipenjara kreativitasnya. Ternyata masih bisa berkarya dan suara kita bisa didengar. Kreativitas itu tidak ada batasnya. Dipenjara pun bisa menciptakan lagu," katanya.

Menurutnya, program tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas warga binaan tetap dapat berkembang meski berada di dalam lapas. 

Bahkan, karya tersebut berhasil mendapat apresiasi melalui penghargaan Original Rekor Indonesia (ORI) Award kategori musik atas capaian lagu karya warga binaan Lapas Kelas IIB Ciamis yang dinyanyikan artis nasional terbanyak.

Supriyanto mengaku bangga karena karya warga binaan mendapat apresiasi hingga dinyanyikan oleh sejumlah penyanyi nasional seperti Ade Astrid, Pepeng Setia Band, Andika Kangen Band, dan Abiel Jatnika.

"Saya merasa senang dan bangga bahwa karya narapidana bisa dinyanyikan oleh artis-artis papan atas. Ternyata narapidana tidak jelek-jelek amat, tapi mereka punya talenta yang harus kita hargai," ucapnya.

Selain pra launching album, kegiatan itu juga dirangkaikan dengan pameran hasil karya warga binaan. Sejumlah produk dipamerkan, mulai dari alat pancing, perlengkapannya hingga produk roti hasil pembinaan kemandirian.

Menurut Supriyanto, pembinaan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak agar warga binaan memiliki keterampilan ketika kembali ke masyarakat.

"Kami sebagai petugas pembina memberikan sarana dan prasarana, mengarahkan warga binaan untuk selalu berkreasi dan berkolaborasi. Tujuannya agar setelah keluar nanti mereka bisa terus berkarya," katanya.

Ia berharap masyarakat dapat mengubah pandangan terhadap lembaga pemasyarakatan.

"Mari sama-sama membumikan bahwa penjara itu bukan tempat penyiksaan, tapi tempat pembinaan, kemandirian dan kreativitas. Penjara jangan dijadikan momok, tapi pembelajaran bagi kita semuanya," pungkasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.