Sosok Anggota DPRD Babel dr Zarril, Gaya Nyentrik Pakai Topi Terbalik hingga Putar Lantunan di Mobil
Ardhina Trisila Sakti May 18, 2026 06:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sosok anggota dewan, dr Zarril menjadi perhatian di tengah aktivitas sejumlah pegawai DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) usai mengikuti apel.

Para anggota dewan berdatangan ke DPRD Babel lantaran dijadwalkan berlangsung rapat Paripurna, Senin (18/5/2026) pagi.

Dari kejauhan, dr Zarril terlihat memasuki kawasan gedung DPRD menggunakan kendaraan pribadi. Sembari memutar lantunan ayat suci Al-Qur'an atau murattal dengan suara cukup keras.

Lantunan ngaji tersebut terdengar hingga ke area gedung dan parkiran, membuat banyak orang mendengar.

Bahkan, sebagian pegawai yang sudah terbiasa mendengar suara itu langsung mengetahui bahwa kendaraan tersebut milik Zarril.

Dengan menggunakan topi terbalik, baju kemeja bertuliskan papan nama cukup besar, dr Zarril di dada sebelah kanan.

"Membunyikan suara Al Quran, surat Ar Rahman spesialnya. Kemudian ada musik-musik juga di kondisi tertentu. Tujuanya sederhana. Jadi kehadiran anggota dewan itu mesti dimunculkan dalam sesuatu yang mudah ditemui. Itu cara saya," kata dr Zarril kepada Bangkapos.com, Senin (18/5/2026) di kantor DPRD Babel.

ZARRIL-- Anggota DPRD Babel, dr Zarril menggunakan kendaraan pribadi sembari memutar lantunan ayat suci Al-Qur'an atau murattal dengan suara keras di kantor DPRD Babel, Senin (18/5/2026).
ZARRIL-- Anggota DPRD Babel, dr Zarril menggunakan kendaraan pribadi sembari memutar lantunan ayat suci Al-Qur'an atau murattal dengan suara keras di kantor DPRD Babel, Senin (18/5/2026). (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Ia mengatakan, gaya tersebut sengaja dijadikannya sebagai branding agar masyarakat mengetahui ada anggota dewan yang melintas. 

"Jadi branding saya seperti itu, supaya rakyat tahu ada anggota dewan lewat, dan nanti rakyat ketemu anggota dewan itu. Bisa menyampaikan aspirasi atau ngobrol atau apalah yang penting bisa silaturahim," kata Politisi PKS ini.

Menurutnya, dengan cara tersebut, merupakan cara paling mudah dan murah untuk dapat mendekatkan diri, agar dikenal dengan masyarakat.

"Itu termasuk cara saya, membrandingkan diri saya seperti itu. Itu cara yang menurut saya, paling mudah dan murah. Karena tanpa menggunakan biaya tambahan, paling nambah sound sistemnya dengan biaya sangat murah," terangnya.

Tak hanya suara lantunan ayat suci Al Quran, dikatakan Zarril, dirinya juga sering memutar lagu penyemangat.

"Dengan cara demikian, kalau ada lagu semangat membuat orang makin semangat, karena saya menyampaikan lagu-lagu bersemangat," katanya.

"Lalu kemudian kenapa menggunakan surat Ar Rahman, karena disitu ada 31 kali diulang. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan. Jadi itu mengingatkan saya pribadi, dan saya sekeluarga ada nikmat yang diberikan dari Allah kepada kami," kata mantan anggota DPRD Bangka ini.

Ia mengatakan, nikmat yang diberikan harus disyukuri. Satu di antaranya bentuk rasa syukur itu dilakukan dengan mendengarkan ayat atau surat tersebut berulang-ulang agar masuk ke alam bawah sadar.

Sehingga hal itu menjadi pengingat agar setiap tindakan yang dilakukan semata-mata untuk mendapatkan perhatian dan ridha Allah SWT.

"Tujuan utamanya membuat kita, saya mengajak seluruh rakyat Babel untuk bisa menarik perhatian yang maha kuasa.  Kalau yang maha kuasa sudah tertarik ke kita, maka Allah akan mudahkan segala urusan kita. Jika kamu berbuat baik, maka kebaikan baik itu untuk kamu sendiri," ujarnya.

Ia mengaku, sudah memutar lantunan tersebut sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan, kebiasaan itu mulai dilakukannya sejak 2021-2022 saat masih menjabat sebagai anggota DPRD Bangka,

"Sudah saya bunyikan beberapa tahun terakhir lah. Terutama menjelang kampanye 2024, pada 2021-2022 saya sudah mulai, masih DPRD Bangka, itulah cirinya sederhana dan mudah, di jalan-jalan yang penting tidak mengganggu situasi. Kecuali saya lewat gereja. Karena saya muslim saat mereka masih ibadah saya kecilkan atau matikan. Lewat masjid yang lagi Adzan, jadi tanpa mengganggu ibadah agama yang lain," katanya.

Ia memastikan, kegiatan itu hanya menjadi ciri khas yang sederhana dan mudah dilakukan, tidak mengganggu ketertiban di jalan.

Dia juga menegaskan, tetap menghormati umat beragama lain. Dengan mengecilkan bahkan mematikan suara saat melintas di depan gereja ketika sedang berlangsung ibadah.

"Kegiatan ini saya lakukan terus menerus, bahkan kalau tengah lewat pukul 22.00 malam dari Pangkalpinang-Sungailiat kan sepi. Saya bunyikan sebagai pendamping, harus ingat bahwa nikmat Allah itu harus disyukuri," tutupnya. 

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.