SURYA.CO.ID - Umat Muslim di seluruh dunia bersiap menyambut hari-hari istimewa di bulan Dzulhijjah atau Zulhijah, salah satunya Idul Adha.
Di antara amalan yang paling dianjurkan bagi yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji adalah Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah.
Dua puasa sunnah ini memiliki keutamaan yang luar biasa, mulai dari keberkahan hidup hingga ampunan dosa.
Berikut adalah panduan lengkap mengenai jadwal, niat, dan keutamaan Puasa Tarwiyah serta Arafah.
Puasa Tarwiyah dan Arafah dilaksanakan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, tepatnya sebelum hari raya kurban.
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah.
Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan saat jemaah haji melakukan wukuf di Padang Arafah.
Jadwal pasti mengikuti ketetapan sidang isbat pemerintah melalui Kementerian Agama RI.
Baca juga: BREAKING NEWS: Hasil Sidang Isbat Kemenag, Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei
Berniat merupakan syarat sah dalam menjalankan ibadah puasa. Niat ini dapat diucapkan di dalam hati maupun dilafalkan.
Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala.”
Baca juga: Kapan Puasa Tarwiah dan Arafah Sebelum Idul Adha 1447 H? Ini Jadwal dan Niatnya
Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
Latin: Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala.”
Melaksanakan dua puasa ini bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan mendatangkan kemuliaan dari Allah SWT.
1. Penghapus Dosa Dua Tahun (Puasa Arafah)
Keutamaan Puasa Arafah sangat besar. Berdasarkan hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.
عَنْ أَبِى قَتَادَةَ الأَنْصَارِىِّ رَضِىَ الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ … صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ …[رواه الجماعة إلا البخارى والترمذى]
“Dari Abu Qatadah (diriwayatkan) bahwa Rasulullah SAW ditanya … tentang puasa hari Arafah, lalu beliau menjawab: (Puasa hari Arafah itu) menghapus dosa-dosa satu tahun lalu dan satu tahun yang akan datang…” [HR jemaah ahli hadis kecuali al-Bukhari dan at-Tirmidzi].
2. Mendapatkan Keberkahan 10 Hari Pertama Dzulhijjah
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah waktu yang sangat dicintai Allah SWT untuk beramal saleh. Puasa Tarwiyah menjadi pelengkap amalan untuk meraih ridha-Nya sebelum memasuki hari raya.
Rasulullah SAW bersabda:
شَهْرَانِ لاَ يَنْقُصَانِ، شَهْرَا عِيدٍ: رَمَضَانُ، وَذُو الحَجَّةِ
”Ada dua bulan yang pahala amalnya tidak akan berkurang. Keduanya dua bulan hari raya yaitu Ramadhan dan Dzulhijjah.” (HR Bukhari 1912 dan Muslim 1089).
3. Pembebasan dari Api Neraka
Puasa Arafah juga diyakini sebagai momen di mana Allah banyak membebaskan hamba-Nya dari siksa api neraka, seiring dengan kemuliaan hari wukuf di Arafah.
Sama seperti puasa pada umumnya, Puasa Tarwiyah dan Arafah dimulai dari terbit fajar (waktu Subuh) hingga terbenamnya matahari (waktu Maghrib).
Umat Muslim juga disunnahkan untuk makan sahur dan menyegerakan berbuka puasa.
Selain berpuasa, umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak zikir, takbir, dan sedekah di hari-hari tersebut untuk memaksimalkan pahala di bulan kurban.