SURYA.CO.ID SURABAYA - Tim Nusantara PKBM NOLA Surabaya mengukir prestasi internasional dengan menjuarai ASEAN MATE ROV Competition 2026 di Singapura, sekaligus memastikan langkah mereka menuju MATE ROV World Championship 2026 di Kanada.
Berkat kerja keras, kreativitas, dan kolaborasi solid, tim ini berhasil meraih juara tertinggi Kelas Ranger dalam ASEAN MATE ROV Competition 2026 yang digelar di Singapura pada 27 April 2026.
Kemenangan ini menjadi tonggak penting yang membuka jalan bagi tim asal Surabaya tersebut untuk mewakili kawasan Asean di ajang yang sama di Kanada.
Krisma Prakosa selaku mentor, capaian ini merupakan hasil dari proses panjang latihan dan ketekunan para siswa yang mampu menunjukkan performa terbaik di tengah persaingan ketat tingkat internasional.
Baca juga: Asah Keilmuan Robotika, Mahasiswi Unair Jalani Magang Riset di NYCU Taiwan
“ASEAN MATE ROV ini merupakan kompetisi robot bawah air tingkat internasional yang menantang peserta untuk merancang, membangun, dan mengoperasikan ROV (Remotely Operated Vehicle),” kata Krisma, Senin (18/5/2026).
“Dimana, ROV sendiri bertujuan untuk menyelesaikan simulasi misi dunia nyata di bidang kelautan, eksplorasi bawah laut, industri maritim, hingga konservasi lingkungan,” imbuhnya.
Ia menambahkan, ajang ini dikenal sebagai salah satu kompetisi robotika bawah laut paling bergengsi di dunia karena menuntut kemampuan engineering, problem solving, kerja sama tim, hingga ketahanan mental di bawah tekanan.
CEO Tim Nusantara Catherine Olivia Rizalie, mengungkapkan timnya sempat merasa gugup saat melihat lawan dari Singapura School yang memiliki fasilitas dan perangkat jauh lebih lengkap.
Tantangan semakin berat ketika cuaca buruk membuat mereka kehilangan kesempatan melakukan demo run kedua, yang sebenarnya penting untuk memperbaiki nilai setelah kendala pada percobaan pertama.
Baca juga: Teknologi Robotika Dunia Medis Terkendala Tenaga Kesehatan dan Fasilitas Rumah Sakit
“Kami sempat mengalami kendala saat mencoba menyelesaikan salah satu misi,” terang Olivia.
Situasi semakin menegangkan ketika ROV yang mereka gunakan mengalami kerusakan setelah memaksakan pengangkatan perangkat lobster yang lebih berat dari simulasi, hingga sempat tidak bisa naik ke permukaan selama beberapa menit.
Namun kondisi tersebut tidak melemahkan semangat tim. Justru, Tim Nusantara mampu bangkit dan tampil meyakinkan, baik dalam misi bawah air maupun sesi presentasi teknis.
Mereka tidak hanya unggul dalam performa robot, tetapi juga mencuri perhatian juri internasional berkat kualitas presentasi, komunikasi, serta profesionalisme tim yang mendapat apresiasi tinggi.
Dalam sesi pitching yang dihadiri tiga juri asal Amerika Serikat, Tim Nusantara juga memperoleh pujian atas penjelasan desain robot, proses engineering, serta profil tim yang disampaikan dengan runtut dan meyakinkan.
“Kami sungguh tidak menyangka Tim Nusantara berhasil meraih juara. Dan bangganya lagi, berkat kemenangan ini kami mendapatkan kesempatan untuk mewakili kawasan Asean pada ajang MATE ROV World Championship 2026 di Newfoundland & Labrador, Kanada mendatang,” ungkap Olivia bangga.
Kemenangan ini dipersembahkan untuk Surabaya dan Indonesia, sekaligus menjadi harapan agar semakin banyak generasi muda berani bermimpi dan berkompetisi di level dunia.
Prestasi tersebut juga menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan konsistensi belajar mampu membawa pelajar Indonesia bersaing di panggung internasional. PKBM NOLA berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi lahirnya inovasi di bidang sains dan teknologi.