TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi -Penyeberangan di lintas Jawa-Bali meningkat selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026. Peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan terjadi di kedua arah, baik dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk maupun sebaliknya.
Data PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang mencatat, selama periode Rabu (13/5/2026) hingga Minggu (17/5/2026) pukul 14.00 WIB, jumlah penumpang di lintasan Ketapang-Gilimanuk mencapai 96.858 orang dengan 26.258 kendaraan.
Jumlah tersebut meningkat 47,1 persen untuk penumpang dan 25,1 persen untuk kendaraan dibandingkan periode normal.
Sementara itu, pada arus balik Gilimanuk-Ketapang, ASDP melayani 90.759 penumpang dan 26.317 kendaraan. Trafik penumpang naik 33,2 persen, sedangkan kendaraan meningkat 11,4 persen.
Corporate Secretary Windy Andale mengatakan, ASDP melakukan penguatan layanan selama periode libur panjang melalui optimalisasi armada dan kesiapsiagaan petugas di lapangan.
Baca juga: Pemuda di Banyuwangi Ditangkap Dihajar Warga Usai Curi 1 Kuintal Jeruk
“Kami memastikan seluruh layanan berjalan optimal dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa. Penguatan operasional dilakukan secara menyeluruh melalui koordinasi intensif bersama regulator, operator kapal, aparat keamanan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait,” kata Windy, Senin (18/5/2026).
Selain penguatan operasional, ASDP juga meningkatkan kualitas fasilitas di pelabuhan. Sejumlah fasilitas yang disediakan meliputi ruang tunggu berpendingin udara, charging station, kursi pijat, area bermain anak, tempat ibadah, hingga tenant makanan dan minuman.
ASDP turut mengoptimalkan layanan digital melalui platform Ferizy. Sistem tersebut memungkinkan masyarakat memesan tiket hingga H-60 keberangkatan, sehingga jadwal perjalanan lebih tertib dan proses check-in menjadi lebih cepat.
Baca juga: Libur Panjang, Banyuwangi Jadi Destinasi 47 Ribu Lebih Turis, Hotel dan Tempat Wisata Penuh
“Kami dorong masyarakat yang akan naik ferry agar membeli tiket sejak jauh hari karena sudah tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Pastikan bertiket H-1 dan hindari pembelian melalui calo yang dapat merugikan pengguna jasa,” ujar Windy.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo menilai momentum libur panjang menjadi indikator meningkatnya kebutuhan layanan penyeberangan yang modern dan terintegrasi.
“Transformasi layanan yang dilakukan ASDP beberapa tahun terakhir mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam bepergian. Ferry kini menjadi bagian penting dari gaya perjalanan masyarakat karena menawarkan fleksibilitas, efisiensi, serta pengalaman perjalanan yang semakin nyaman dan aman,” ujarnya.