Ramalan Cuaca Jatim Selasa 19 Mei 2026, 13 Daerah di Jawa Timur Hujan Ringan, Surabaya Terpanas
Ani Susanti May 18, 2026 10:14 PM

TRIBUNJATIM.COM -  Berikut ini ramalan cuaca Jatim pada Selasa, 19 Mei 2026.

Menurut laman BMKG, 13 daerah di Jawa Timur akan mengalami hujan ringan.

Hujan ringan itu diprediksi terjadi pada pagi, sore dan malam hari.

 Sementara itu wilayah lainnya mengalami cuaca cerah berawan.

 

 

Daerah yang Diprediksi Hujan Ringan

  • Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Jombang
  • Kota Madiun, Kota Surabaya, Lumajang
  • Nganjuk, Pamekasan, Sampang
  • Sidoarjo, Situbondo, Sumenep

Suhu Udara di Jawa Timur

Kota Surabaya: 24–34°C, menjadi daerah paling panas.

Kota Batu: 15–23°C, tercatat sebagai daerah terdingin.

Rata-rata suhu udara di Jawa Timur hari ini: 22-34°C

Baca juga: Cuaca Jatim Terasa Lebih Panas sampai Tembus 36 Derajat, Tanda Mulai Kemarau? ini Kata BMKG

Lamongan Siaga Bencana Kekeringan, Warga Diminta Hemat Air

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur, telah melakukan serangkaian langkah untuk mengantisipasi bencana kekeringan di musim kemarau.

Bahkan, Bupati Lamongan telah menerbitkan surat keputusan status siaga bencana kekeringan.

"Keputusan bupati tentang status siaga darurat bencana kekeringan sudah dibuat, kami melalui TRC (Tim Reaksi Cepat) BPBD melakukan kaji cepat mitigasi dan kesiapsiagaan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamongan Sami'an saat dikonfirmasi, Jumat (15/5/2026).

Informasi yang didapat BPBD Kabupaten Lamongan dari BMKG, prediksi awal musim kemarau di Kecamatan Babat, Modo, Kedungpring, Karanggeneng, Laren, Maduran, dan Sekaran pada Bulan April dasarian II.

Sedangkan di Kecamatan Glagah pada April dasarian III, dan 19 kecamatan lain pada Mei dasarian I.

Puncak musim kemarau pada Agustus, sehingga wilayah Kabupaten Lamongan mengalami musim kemarau yang panjang.

"Hal ini juga dikuatkan dengan laporan kaji cepat TRC BPBD," ucapnya.

Baca juga: Cuaca Panas, Lahan Tebu di Kediri Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp15 Juta

Menindaklanjuti fenomena tersebut, kata Sami'an, BPBD Kabupaten Lamongan lantas berkoordinasi dengan berkirim surat kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Unit Pelaksana Teknis (UPT) kehutanan, dan seluruh camat tentang peningkatan kewaspadaan menghadapi musim kemarau.

"Agar melakukan kampanye hemat air, dan juga memanen air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk sektor pertanian, menyesuaikan pola dan waktu tanam untuk iklim kering," kata Sami'an.

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan stekholder terkait penyiapan alternatif pemenuhan kebutuhan air. Camat diminta mengaktifkan posko siaga bencana, melaporkan kejadian bencana serta data masyarakat terdampak.

"Masyarakat masih belum ada permintaan bantuan air bersih sampai saat ini. Meski demikian, kami sudah siap membantu dan melayani masyarakat yang membutuhkan," terangnya.

BPBD Kabupaten Lamongan telah berkoordinasi dengan PDAM untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, serta sudah membuka posko kesiapsiagaan bencana di nomor 085330274834 (whatsapp) dan akses email bpbd@lamongankab.go.id.

Pihaknya telah menyiapkan lima unit truk tangki kapasitas 5.000 liter, air baku bersih 150 rit truk tangki, tandon terpal, terpal, dan juga jiriken.

BPBD Lamongan juga telah menjalin koordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanggulangan darurat bencana kekeringan.

"Kami telah memberikan bantuan terpal kepada Kecamatan Karangbinangun, untuk bendungan di sungai guna mengairi sawah. Untuk distribusi air bersih belum dilaksanakan, karena belum ada laporan terdampak," tutur Sami'an.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.