TRIBUNBATAM.id, LINGGA – Suasana di Jalan Kartini, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, berubah tegang saat polisi menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Syafitri Yana, Senin (18/5/2026).
Perhatian warga tertuju pada Zakaria alias Jaka (43), tersangka pembunuhan terhadap istri sirinya sendiri. Dalam rekonstruksi itu, satu per satu adegan diperagakan langsung oleh tersangka di hadapan penyidik dan jaksa.
Ketegangan memuncak ketika rekonstruksi memasuki adegan setelah korban tewas di dalam rumah kontrakan.
Jaka memperagakan bagaimana ia membawa tubuh Syafitri Yana yang sudah tidak bernyawa dari dalam rumah menuju area belakang kontrakan.
Di hadapan warga yang memadati lokasi, tersangka menunjukkan cara ia membungkus tubuh korban menggunakan selimut sebelum menggendongnya sejauh sekitar 15 meter ke belakang kos-kosan.
Di lokasi tersebut, Jaka kemudian menggali lubang sedalam sekitar 50 sentimeter menggunakan cangkul untuk menguburkan jasad korban.
Setelah tubuh korban dimasukkan ke dalam lubang, selimut yang digunakan untuk membungkus jasad dilepas sebelum tanah kembali ditimbun.
Namun upaya tersangka diduga tidak berhenti sampai di situ.
Dalam rekonstruksi juga terungkap bahwa Jaka kembali masuk ke rumah kontrakan untuk mengambil minyak tanah serta pakaian milik korban.
Barang-barang tersebut lalu dibawa ke belakang kontrakan dan dibakar. Polisi menduga tindakan itu dilakukan untuk menghilangkan jejak pascapembunuhan.
Baca juga: Tangis Keluarga Dwi Putri Pecah saat Wilson Tiba di PN Batam, Terdakwa Diteriaki Pembunuh
Sorakan warga sempat pecah saat tersangka memperagakan rangkaian adegan tersebut. Beberapa warga tampak emosional menyaksikan proses rekonstruksi yang digelar di dua lokasi berbeda.
Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, mengatakan rekonstruksi dilakukan untuk mencocokkan keterangan tersangka dengan alat bukti yang telah dikumpulkan penyidik.
Baca juga: Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Lingga Ungkap Jaka Cekcok dengan Istri yang Kabur ke Kontrakan
“Mulai dari tindakan menghilangkan nyawa hingga proses penguburan korban dilakukan di sekitar tempat kos-kosan,” ujarnya.
Polisi menyebut motif pembunuhan dipicu rasa cemburu tersangka terhadap adik kandungnya sendiri, Budi Santoso.
“Motifnya kecemburuan,” kata Pahala. (Tribunbatam.id/Febriyuanda)