Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM, RUTENG -- Itensitas curah hujan yang tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Manggarai menyebabkan terjadinya bencana alam tanah longsor di ruas jalan Ruteng–Iteng, tepatnya di dekat Jembatan Waemantar II, Desa Umung, Kecamatan Satarmese, Senin 18 Mei 2026.
Material longsor menumpuk dengan tinggi kurang lebih 2 meter dan panjang longsor mencapai 7 meter dengan lebar sekitar 5 meter. Material longsor berupa tanah berlumpur, bebatuan, pohon dan rumput menutupi badan jalan tersebut.
Dampaknya lalu lintas di ruas jalan itu lumpuh total. Baik sepada motor maupun mobil untuk sementara tidak bisa melintas baik dari Ruteng ke Iteng maupun sebaliknya.
Baca juga: Tak Ada Jembatan di Sungai Wae Kuse Jalan Borong-Iteng, Sepeda Motor Bayar Rp 5.000
Camat Satarmese, Yohanes Paulus Jenahat, mengatakan, Usai mendapat informasi terjadinya bencana longsor itu dirinya bersama staf langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan pemantauan sekaligus berkoordinasi terkait penanganan longsor tersebut serta melaporkan ke Posko Bencana Kabupaten Manggarai
guna penanganan lebih lanjut dan percepatan pembersihan material longsor.
Kepala Desa Umung beserta masyarakat dan Babinsa juga turun melakukan kerja bakti membersihkan material longsor secara manual.
Camat Yohanes mengatakan, ruas jalan Ruteng–Iteng merupakan jalur vital yang digunakan masyarakat untuk aktivitas ekonomi, pelayanan pemerintahan, pendidikan hingga distribusi kebutuhan pokok. Karena itu, penanganan longsor diharapkan dapat segera dilakukan agar akses masyarakat kembali normal.
Ia juga mengimbau masyarakat dan para pengguna jalan untuk tetap berhati-hati serta sementara waktu menghindari lokasi longsor demi keselamatan bersama. (rob)