Di antaranya ada antusias warga di Surabaya Vaganza.
Selanjutnya KPK geledah rumah pengusaha di Pacitan buntut dugaan korupsi eks Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.
Hingga kebakaran rumah di Lamongan.
Berikut selengkapnya:
Antusiasme dan kegembiraan masyarakat Surabaya terus menyala saat digelar Surabaya Vaganza, Sabtu (16/5/2026).
Di malam Minggu itu, mereka bersama keluarga serasa menikmati mandi cahaya yang tergambar di setiqp peserta pawai budaya dan mobil hias.
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni mengapresiasi hiburan gratis untuk warga yang disuguhkan Pemkot Surabaya tersebut.
Masyarakat sangat terhibur dan menikmati indahnya seni pencahayaan dan iring-iringan parade.
Saat malam Minggu tadi malam, warga Surabaya mulai dari Jalan Pahlawan di kawasan Monumen Tugu Pahlawan, sudah menyemut sepanjang rute Surabaya Vaganza.
Baca juga: Surabaya Vaganza 2026 Jadi Ajang Adu Kreativitas, Ada Kupu-kupu Transformasi hingga Kerajaan Laut
Setelah dari Jl Pahlawan, peserta parade melintasi Jalan Tembaan, Jalan Tunjungan, Jalan Gubernur Suryo, hingga finis di kawasan Monumen Bambu Runcing di Jalan Panglima Sudirman.
Surabaya Vaganza dinilai memberi multi effect bagi pelaku ekonomi riil di Surabaya. Bergeraknya ekonomi kerakyatan melalui penjual es hingga UMKM adalah bukti riil memberi dampak langsung pada masyarakat
Sebelumnya ada Festival Rujak Uleg sebagai rangkaian kegiatan HUT Surabaya.
"Kegiatan berbasis peran masyarakat ini menjadi energi bagi Pemkot untuk terus membuat kegiatan hiburan bagi masyarakat Surabaya," kata Arif, Minggu (17/5/2026).
Tertekannya ekonomi pascapandemi covid hingga perintah efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat, gelaran even di kota Surabaya mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Sejatinya setiap kegiatan hiburan rakyat yang digelar secara gratis oleh pemerintah hal itu dapat menjadi stimulan pertumbuhan ekonomi. Penjual air mineral keliling dan UMKM merasakan manfaatnya.
Pemkot Surabaya dalam pepatah sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Menyediakan sarana hiburan hingga membantu UMKM bertahan hidup dan bergerak ekonominya.
Di tengah arus informasi yang begitu cepat di media sosial, masyarakat akan merasa jenuh atas situasi yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Sementara menyaring kebenaran informasi nyaris tak sempat.
Warga butuh hiburan. Bagi orang dengan ekonomi berkecukupan akan pergi ke café untuk mendengarkan live music agar lepas dari kepenatan. Bagi yang belum bisa, hiburan rakyat adalah tawaran menarik bagi masyarakat.
Pimpinan dewan itu menyebut bahwa arus informasi mengenai kondisi ekonomi kita berkembang begitu cepat, baik yang disampaikan oleh orang yang memiliki kompetensi keilmuan maupun oleh orang yang tidak memiliki kapabilitas untuk menjelaskan tentang situasi ekonomi namun memiliki tujuan untuk mendeligitimasi kewibawaan pemerintah.
“Hal ini tentu menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat. Rakyat butuh saluran tempat hiburan untuk melepas beban hidup," tambah politisi Golkar yang akrab disapa Mas Thoni.
Dulu di warung kopi bisa bercengkrama lepas, sekarang ada pergeseran sosial di warung kopi sibuk dengan gadgetnya masing masing, sehingga mungkin masyarakat sudah mulai merasa sepi dalam keramaian.
Ari Fafhoni mendorong saat menyongsong Hari Pahlawan di bulan November mendatang, Pemkot Surabaya juga menggelar kegiatan yang bisa disaksikan oleh seluruh lapisan masyarakat. Harus ada hiburan rakyat.
“Ada kegiatan refleksi nilai nilai kepahlawanan melalui teatrikal perobekan bendera di hotel Yamamoto, napak tilas bangunan bersejarah di kota Surabaya," katanya.
Selain itu digelar doa bersama lintas iman. Terakhir Thoni berharap ada gelaran even musik di balai kota, dengan menghadirkan band asli Surabaya lintas genre musik.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah seorang pengusaha di Kabupaten Pacitan, Senin (18/5/2026).
Penggeledahan ini diduga berkaitan dengan perkara korupsi Bupati Ponorogo non aktif Sugiri Sancoko.
Baca juga: Usai Viral Main Game saat Rapat, Achmad Syahri Kini Tidak Hadiri Paripurna: Tidak Enak Badan
Rumah mewah milik pengusaha berinisial CM di Dusun Krajan, Desa Bangunsari, Kecamatan /Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, tersebut didatangi petugas KPK menggunakan dua mobil Toyota Innova hitam.
Pantauan TribunJatim.com, sejumlah petugas terlihat masuk ke dalam rumah berwarna cokelat untuk melakukan pemeriksaan dan pencarian dokumen maupun barang bukti.
Informasi yang beredar menyebut, penggeledahan berkaitan dengan penelusuran dugaan aliran dana dan hubungan dengan pihak swasta dalam kasus yang menjerat Sugiri Sancoko.
Diketahui, nama CM memang sempat muncul dalam proses penyidikan KPK dalam kasus rasuah yang menjerat Bupati Ponorogo non aktif Sugiri Sancoko,
Pengusaha perempuan asal Pacitan tersebut pernah dipanggil sebagai saksi terkait perkara dugaan penerimaan hadiah atau gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan kepala daerah.
Bupati Ponorogo non aktif Sugiri Sancoko, dijerat berkaitan dengan pengurusan jabatan di lingkungan Pemkab Ponorogo, pun soal gratifikasi.
Sementara itu, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, belum memberikan penjelasan rinci terkait kabar penggeledahan tersebut.
"Sampai saat ini belum ada informasi tersebut," pungkas Budi singkat Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.
Suasana pagi di Dusun Jubel, Desa Jubel Kidul, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan mendadak panik setelah sebuah rumah yang juga digunakan sebagai kandang kambing dilalap si jago merah, Senin (18/5/2026) pagi.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 07.45 WIB itu menghanguskan rumah milik Suhadak (57), seorang warga setempat yang diketahui sedang merantau bekerja di Surabaya.
Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong dan hanya digunakan untuk memelihara ternak kambing.
Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dari bagian rumah yang terbakar.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berhamburan menuju lokasi untuk membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu petugas pemadam kebakaran datang.
Baca juga: Pasien Kritis saat Evakuasi Kebakaran RSUD dr Soetomo Surabaya Meninggal Dunia, Total 2 Pasien
Kapolsek Sugio AKP Jinanto mengatakan, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada bangunan rumah lama tersebut. Api dengan cepat membesar karena sebagian besar material rumah mudah terbakar.
“Berdasarkan keterangan para saksi, api muncul sangat cepat dan diduga berasal dari korsleting listrik. Kondisi bangunan rumah yang sudah lama membuat api mudah merembet,” ujar Jinanto.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Sokran (66), kakak korban yang sehari-hari membantu merawat kambing di rumah tersebut.
Saat itu ia berada di sekitar kandang dan mendapati api sudah membesar di bagian rumah.
Di dalam rumah terdapat sekitar 70 ekor kambing. Warga bersama aparat dan petugas berupaya menyelamatkan ternak yang terjebak di dalam kobaran api.
Dari puluhan kambing tersebut, sebanyak 69 ekor berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Namun seekor kambing dilaporkan mati akibat terbakar dan terpapar asap.
“Warga berusaha membuka kandang dan mengeluarkan kambing satu per satu. Situasinya cukup menegangkan karena api terus membesar,” kata salah seorang warga, Rohmad di lokasi.
Sekitar pukul 08.00 WIB, petugas pemadam kebakaran Kabupaten Lamongan tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman.
Baca juga: Detik-Detik Evakuasi Kebakaran RSUD Dr Soetomo, 3 Tenaga Medis Sesak Napas Saat Selamatkan Pasien
Berkat kerja sama warga, aparat, dan petugas damkar, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.20 WIB.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp97 juta.
Sejumlah petugas gabungan diterjunkan ke lokasi kejadian, di antaranya Kapolsek Sugio AKP Jinanto, personel Polsek Sugio, anggota Koramil Sugio, Satpol PP, perangkat desa, hingga petugas pemadam kebakaran Kabupaten Lamongan.
Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta mendata kerugian akibat insiden tersebut.
Peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap instalasi listrik, terutama pada bangunan lama yang sudah berusia puluhan tahun dan rawan mengalami korsleting.