TRIBUNPRIANGAN.COM - Kalender Hijriah menjadi panduan bagi umat Islam untuk melaksanakan rangkaian ibadah wajib dan sunah.
Beberapa hari besar, seperti hari raya dan hari penting lainnya, juga mengacu pada sistem penanggalan qamariyah ini.
Termasuk salah satunya adalah ibadah puasa sunah jelang hari raya, yakni Puasa Tarwiyah dan Arafah.
Puasa tersebut, berlangsung pada bulan ke 12 yang baru akan berlangsung awal pada esok hari.
Bulan Zulhijah merupakan bulan ke-12 dan dari 4 bulan haram dalam penanggalan Hijriah, yakni bulan yang diharamkan melakukan semua bentuk kezaliman.
Baca juga: 1 Zulhijah 1447 H, Jadwal Hari Pertama Puasa Arafah dan Tarwiyah
Selain itu, bulan ini juga istimewa karena menjadi bulan langganan Rasulullah saw. menunaikan ibadah umrah.
Bulan Zulhijah juga menjadi bulan penutup kalender Hijriah setelah Zulkaidah.
Dimana dalamnya terdapat hari-hari besar, termasuk hari raya umat Islam, Idul Adha.
Idul Adha sendiri dikenal sebagai Lebaran Haji atau Idul Qurban.
Pasalnya, pada hari-hari tersebut sebagian umat Islam melaksanakan ibadah haji dan juga memperingati hari raya dengan penyembelihan hewan kurban.
Namun siapa sangka, tak hanya puasa Ramadan sebelum masuk Lebaran Idul Fitri, pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah juga terdapat puasa Tarwiyah pada 8 Zulhijjah dan puasa Arafah pada 9 Zulhijah, sebelum Idul Adha.
Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk melaksanakan kedua puasa tersebut, karena begitu besar keutamaan yang terkandung di dalamnya.
Puasa ini bertepatan dengan berkumpulnya jemaah haji di Padang Arafah, dan hanya dianjurkan bagi mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji.
Baca juga: Jadwal dan Keutamaan Puasa Zulhijah, Tarwiyah dan Arafah 1447 H/2026
Lantas, kapan puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 bisa dikerjakan?
Hingga detik ini, belum ada pengumuman resmi dari Pemerintah, mengenai kapan awal bulan Zulhijah 1447 H akan dimulai.
Pasalnya, ketetapan tersebut akan diambil berdasarkan hasil sidang isbat di penghujung bulan Zulkaidah nanti.
Meski begitu, merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama (Kemenag) RI, Hari Raya Idul Adha 1447 H diprediksi akan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Berdasarkan ketentuan tersebut, maka umat Islam dapat melaksanakan puasa Arafah pada Selasa, 26 Mei 2026, yang didahului dengan puasa Tarwiyah pada Senin, 25 Mei 2026.
Baca juga: Jangan Lupa Jadwal Puasa Arafah dan Tarwiyah di Bulan Zulhijah, Begini Niat Lengkap Tata Caranya
Puasa Tarwiyah dan Arafah adalah dua dari serangkaian puasa sunah yang dianjurkan dalam bulan Dzulhijjah, khususnya pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah.
Sementara itu, puasa Dzulhijjah biasanya merujuk pada puasa selama sembilan hari pertama bulan tersebut.
Secara hukum, berpuasa hanya pada hari Tarwiyah dan Arafah tanpa berpuasa pada hari-hari sebelumnya di bulan Dzulhijjah adalah boleh.
Tidak ada kewajiban untuk berpuasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah secara berurutan atau menyeluruh.
Meskipun sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan puasa pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah karena keutamaan dan pahala yang besar, hal ini tidak mengikat secara fardhu (wajib).
Para ulama sepakat bahwa puasa pada hari-hari tertentu seperti Arafah memiliki keutamaan tersendiri yang bisa diamalkan secara terpisah dari puasa lainnya di bulan Dzulhijjah.
Dengan demikian, jika seseorang hanya ingin berpuasa pada hari Tarwiyah dan Arafah saja, hal tersebut tetap mendapat pahala dan tidak mengurangi keutamaan dari puasa tersebut.
Berpuasa pada hari Tarwiyah dan Arafah saja tanpa berpuasa pada hari-hari lainnya di bulan Dzulhijjah adalah boleh dan tetap mendapat pahala yang dijanjikan dalam hadits.
Meskipun begitu, berpuasa lebih banyak di bulan Dzulhijjah juga dianjurkan karena termasuk dalam hari-hari yang disukai Allah SWT untuk diperbanyak ibadah dan amal saleh.
Masih merujuk pada sumber sebelumnya, berikut bacaan niat puasa Tarwiyah dan puasa Arafah:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan Lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya berniat puasa tarwiyah sunnah karena Allah."
Adapun niat puasa Arafah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma 'arafata sunnatan Lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya berniat puasa Arafah sunnah karena Allah."
Keutamaan puasa Tarwiyah dan puasa Arafah. Keutamaan tersebut antara lain:
1. Lebih Disukai oleh Allah SWT
Puasa pada tanggal 8 dan 9 Zulhijah termasuk amalan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah yang memiliki keistimewaan. Hal ini pernah disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits:
"Tidak ada perbuatan yang lebih disukai Allah SWT daripada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Para sahabat ada yang bertanya, 'Walaupun jihad di jalan Allah, ya Rasulullah?' Beliau menjawab, 'Iya benar. Kecuali orang-orang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya, kemudian yang mati selama-lamanya (menjadi syahid)'." (HR Bukhari, Ahmad, dan Tirmidzi)
2. Menghapus Dosa Setahun Lalu dan Setahun yang Akan Datang
Suatu saat Rasulullah SAW ditanya oleh para sahabatnya tentang puasa hari Arafah. Kemudian, Rasulullah menjawab dengan sangat singkat, tetapi mengandung makna yang sangat mudah dipahami. Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa di hari Arafah menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR Muslim)
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda:
"Aku berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." (HR Muslim).
(*)