Anggota DPRD Achmad Syahri Main Game saat Rapat, Fraksi Gerindra Jember: Lupa Belum Beri Makan Sapi
ninda iswara May 19, 2026 08:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jember, Hanan Kukuh Ratmono akhirnya buka suara terkait viralnya video anggota DPRD Jember, Achmad Syahri Assidiqi yang kedapatan bermain game saat rapat berlangsung.

Ia mengungkapkan, sebelum video tersebut ramai diperbincangkan publik, Syahri sempat menyampaikan alasan di balik aksinya bermain game ketika rapat dengar pendapat (RDP) digelar.

Menurut Hanan, rapat berlangsung cukup lama, mulai pukul 10.00 hingga 14.00 WIB, sehingga di tengah jalannya forum Syahri mengaku teringat sesuatu yang belum dilakukan.

“Rapatnya mulai jam 10.00 sampai jam 14.00 WIB. Terus jam 13.00 saya lupa belum memberi makan sapi saya,” kata Hanan menirukan pengakuan Syahri.

Pernyataan itu sempat terdengar serius, hingga akhirnya diketahui bahwa “sapi” yang dimaksud bukanlah hewan ternak sungguhan.

Baca juga: Achmad Syahri Merokok saat Rapat, BK DPRD Sebut Rokok Identitas Jember: Apa Bedanya dengan Kopi?

Ternyata, sapi tersebut merupakan bagian dari permainan digital Clash of Clans atau COC yang sedang dimainkan Syahri saat rapat berlangsung.

“Ternyata sapi-sapi dia di game-nya itu belum dikasih makan,” ujar Hanan, Senin (18/5/2026).

Meski penjelasan itu disampaikan sebelum videonya viral di media sosial, aksi bermain game saat forum resmi tetap menuai sorotan publik dan kritik dari berbagai pihak.

Fraksi Gerindra pun menilai tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan karena dilakukan di tengah agenda resmi DPRD.

Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian publik mengenai etika dan kedisiplinan anggota dewan saat menjalankan tugas dalam forum pemerintahan.

Apalagi, rapat tersebut membahas isu kesehatan masyarakat seperti stunting, campak, angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB), hingga Universal Health Coverage (UHC).

Sebelumnya, Mahkamah Kehormatan Partai (MKP) Gerindra menjatuhkan sanksi teguran keras terakhir kepada Syahri usai video sedang bermain game sambil merokok saat rapat viral di media sosial.

Dalam putusan etik itu, Achmad Syahri Assidiqi dinilai melanggar kewajiban menjaga kehormatan dan disiplin kader partai.

Hanan memastikan bahwa partainya akan melakukan evaluasi terhadap seluruh anggota fraksi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Baca juga: Kebiasaan Merokok di Gedung DPRD Jember Jadi Sorotan, Hafidi Kaitkan dengan Kota Tembakau

RAPAT DPRD VIRAL - Anggota Komisi D DPRD Jember Achmad Syahri Assidiqi menjadi sorotan usai videonya bermain game sambil memegang rokok saat rapat dengar pendapat beredar di media sosial.
RAPAT DPRD VIRAL - Anggota Komisi D DPRD Jember Achmad Syahri Assidiqi menjadi sorotan usai videonya bermain game sambil memegang rokok saat rapat dengar pendapat beredar di media sosial. (Tribunnews Bogor/Kompas.com)

Viral Anggota DPRD Jember Merokok Saat Rapat, Ketua BK DPRD: Jangan Hanya Dilihat Sisi Mudaratnya

Ketua Badan Kehormatan DPRD Jember, Mohammad Hafidi, menilai kebiasaan merokok di Jember tidak bisa dipandang sama seperti di daerah lain.

Menurutnya, rokok telah menjadi bagian dari identitas sosial sekaligus ekonomi masyarakat setempat.

Ia bahkan menyebut simbol tembakau yang tercantum dalam logo Pemerintah Kabupaten Jember sebagai bukti kuat kedekatan daerah itu dengan industri tembakau.

Pernyataan tersebut disampaikan Hafidi untuk menanggapi polemik viral anggota DPRD Jember, Achmad Syahri Assidiqi, yang kedapatan bermain game sambil merokok saat rapat berlangsung.

Sebelumnya, Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut kejadian tersebut sebagai bentuk “apes” yang menimpa sang anggota dewan.

Namun, Hafidi menegaskan persoalan itu bukan sekadar soal kesialan biasa. Ia mengaku menerima banyak telepon dan pesan dari masyarakat yang memperdebatkan kebiasaan merokok saat rapat.

Sebagian warga, kata dia, mempertanyakan mengapa merokok dipersoalkan, sementara minum kopi atau makan saat rapat selama ini dianggap hal yang lumrah.

Karena itu, Hafidi menilai rokok di Jember tidak bisa hanya dilihat dari sisi larangan atau dampak kesehatannya saja.

Baginya, kebiasaan tersebut juga berkaitan erat dengan budaya dan kehidupan ekonomi masyarakat Jember.

Baca juga: Achmad Syahri Anggota DPRD Jember Main Game saat Rapat Disidang Mahkamah Gerindra, Apa Sanksinya?

 

Rokok di Jember Tak Bisa Dipandang dari Sisi Larangan

Menurut dia, sebagian masyarakat mempertanyakan mengapa merokok dipermasalahkan, sementara kebiasaan minum kopi atau makan saat rapat selama ini dianggap biasa.

“Di lain pihak masyarakat menyampaikan, apa bedanya merokok dengan menyediakan kopi ketika rapat? Apa bedanya rapat sambil makan-makan?” tandasnya.

Sehingga, ia menilai rokok di Jember tidak bisa dipandang dari sisi larangan maupun dampak kesehatannya semata.

Hafidi lantas menyinggung lambang Pemkab Jember yang menggunakan simbol daun tembakau sebagai bukti kuatnya hubungan daerah dengan komoditas tersebut.

“Yang menggunakan logo daun tembakau itu cuma Jember,” ucapnya.

Baca juga: Achmad Syahri, Anggota DPRD Jember yang Main Game Sambil Merokok Saat Rapat Disanksi, Akan Evaluasi

RAPAT DPRD VIRAL - Anggota Komisi D DPRD Jember Achmad Syahri Assidiqi menjadi sorotan usai videonya bermain game sambil memegang rokok saat rapat dengar pendapat beredar di media sosial.
RAPAT DPRD VIRAL - Anggota Komisi D DPRD Jember Achmad Syahri Assidiqi menjadi sorotan usai videonya bermain game sambil memegang rokok saat rapat dengar pendapat beredar di media sosial. (Tribunnews Bogor/Kompas.com)

Sebut Tembakau Sumber Penghidupan Jember

Bahkan Jember juga menyematkan istilah Kota Tembakau sebagai julukannya.

Selama ini, kata dia, tembakau menjadi sumber penghidupan masyarakat Jember.

“Tembakau di Jember itu mampu menghidupi dan menyekolahkan sekian puluh ribu anak-anak,” imbuhnya.

Berangkat dari sisi itu, ia meminta polemik merokok saat rapat tidak dibahas secara hitam putih tanpa melihat konteks sosial masyarakat Jember.

Baca juga: Anggota DPRD Jember Kepergok Main Game Sambil Merokok di Ruang Ber-AC saat Rapat Bersama Dinkes

DPRD MAIN GAME - Achmad Syahri Assidiqi viral di media sosial setelah terekam bermain game online sambil merokok saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Jember yang membahas isu kesehatan masyarakat seperti stunting, campak, AKI/AKB, dan UHC. (Kolase TribunTrends/DPRD Jember)

Minta Dilihat dari Sisi Manfaatnya

“Jangan hanya dilihat dari sisi mudaratnya, tetapi manfaatnya juga ayo kita kaji,” ucap Hafidi.

Sebelumnya, Bupati Jember Muhammad Fawait mengaku terkejut melihat kebiasaan merokok dalam rapat resmi di lingkungan DPRD maupun pemerintahan daerah.

Sebab, selama menjadi anggota DPRD Jawa Timur, ia mengaku hampir tidak pernah melihat peserta sidang merokok saat rapat maupun paripurna.

Namun saat kembali ke Jember sebagai kepala daerah, Ia justru mendapati kebiasaan tersebut cukup lazim terjadi, termasuk di kalangan kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

“Pas masuk ke Jember itu banyak yang ngerokok. Bukan cuma anggota DPR loh ya, kepala OPD juga banyak yang ngerokok,” ujarnya.

Fawait bahkan menyebut kasus anggota DPRD Jember yang viral diduga bermain game sambil merokok saat rapat kemungkinan hanya karena sedang apes dan terekam publik hingga viral.

“Jangan-jangan yang merokok karena memang diperbolehkan. Cuma pas lagi apes viral saja,” tandas Fawait.

(TribunTrends.com/Kompas/TribunnewsBogor.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.