Breaking News, Banjir Kiriman dari Perbatasan Malaysia Rendam 4 Kecamatan di Nunukan Kaltara
Amiruddin May 19, 2026 07:14 AM

 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Banjir kiriman dari wilayah perbatasan Malaysia kembali melanda Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara ( Kaltara ), pada Senin (18/5/2026). 

Empat kecamatan terdampak yakni Lumbis Pensiangan, Lumbis, Sembakung Atulai, dan Sembakung.

Kepala Sub Bidang Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin, mengatakan banjir mulai terjadi sejak dini hari di wilayah Lumbis Pensiangan, lalu meluas ke kecamatan lain sekitar pukul 10.00 WITA.

“Air kiriman dari wilayah perbatasan masuk melalui Lumbis Pensiangan, dan berdampak ke sejumlah kecamatan,” ujarnya kepada TribunKaltara.com, Selasa (19/5/2026).

Ketinggian muka air Sungai Sembakung di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, dilaporkan mencapai 10 meter dari kondisi normal 7 meter atau naik sekitar 3 meter.

Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu.

Sejumlah rumah, fasilitas umum, hingga sarana pendidikan dan ibadah ikut terdampak genangan banjir.

 

banjir kiriman yang merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Lumbis dan sekitarnya
BANJIR NUNUKAN - Kondisi banjir kiriman yang merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Lumbis dan sekitarnya, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (18/5/2026). Air luapan sungai akibat kiriman dari wilayah hulu perbatasan Malaysia menyebabkan aktivitas warga terganggu, sementara petugas BPBD Nunukan terus melakukan pemantauan dan siaga di lapangan.  (TribunKaltara.com/Istimewa-Hasanuddin)

 

Baca juga: Air Sungai Sembakung Surut, Posko Banjir Ditutup, BPBD Nunukan: Status Tanggap Darurat Berakhir

Lumbis Mulai Surut, Sembakung Justru Naik

Meski demikian, kondisi banjir mulai berangsur surut di wilayah Lumbis Pensiangan sejak siang hari.

Sementara di Lumbis dan Sembakung Atulai, air juga perlahan turun.

Namun kondisi berbeda terjadi di Kecamatan Sembakung.

Air justru kembali naik pada sore hari, akibat kiriman air dari wilayah hulu yang baru tiba.

“Sembakung mulai naik lagi karena air dari Lumbis baru sampai,” kata Hasanuddin.

Hingga saat ini belum ada laporan warga mengungsi.

Warga terdampak masih bertahan di rumah masing-masing, meski sebagian wilayah masih tergenang.

BPBD mencatat sementara terdapat 6 fasilitas umum, 4 fasilitas pendidikan, 4 fasilitas ibadah, dan 5 fasilitas pemerintahan yang terdampak.

BPBD Siaga di Lapangan

Petugas BPBD bersama aparat kecamatan dan desa terus melakukan pemantauan tinggi muka air.

Sejumlah armada seperti mobil slip on, motor operasional, hingga long boat juga disiagakan untuk penanganan cepat.

Warga diminta tetap waspada, karena potensi banjir kiriman susulan masih bisa terjadi, terutama di wilayah hilir seperti Sembakung.

“Warga kami imbau tetap siaga dan berhati-hati,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.