TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Sheila Noberta menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan saat menghadiri Sosialisasi Wajib Belajar (Wajar) 13 Tahun di SMA Negeri 1 Belitang, Kabupaten OKU Timur.
Kegiatan yang diikuti ratusan guru PAUD se-Kabupaten OKU Timur itu berlangsung antusias.
Para peserta memenuhi aula sekolah untuk mengikuti materi sosialisasi terkait kebijakan wajib belajar 13 Tahun yang kini mencakup satu tahun pendidikan pra sekolah.
Dalam arahannya, dr. Sheila Noberta menekankan bahwa pendidikan anak usia dini bukan sekadar tempat belajar membaca dan berhitung, tetapi menjadi tahap penting dalam membentuk karakter, kebiasaan positif, kemampuan sosial, hingga kesiapan emosional anak sebelum memasuki pendidikan dasar.
Menurutnya, masa usia dini merupakan periode emas perkembangan anak yang menentukan kualitas generasi mendatang.
Karena itu, keberadaan PAUD dinilai memiliki peran strategis dalam menyiapkan anak-anak yang sehat, cerdas, mandiri, dan berkarakter.
“PAUD memiliki peran sangat strategis sebagai langkah awal menyiapkan generasi yang cerdas, sehat, mandiri dan berkarakter. Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang mencakup satu tahun pra sekolah menjadi komitmen pemerintah agar setiap anak mendapatkan layanan pendidikan usia dini,” ujar dr. Sheila, Selasa (19/5/2026).
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga pendidik. Peran orang tua dan lingkungan sekitar dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Karena itu, dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama para orang tua, untuk memberikan perhatian lebih terhadap pendidikan anak sejak usia dini dengan menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, dan berkualitas.
Baca juga: Perkuat Ekonomi Kreatif, Pemkab OKU Timur Gelar Pelatihan Kerajinan Tas Wastra dan Batik
Di hadapan para guru PAUD, dr. Sheila turut menyampaikan apresiasi atas dedikasi tenaga pendidik yang selama ini terus membimbing dan mendampingi anak-anak di tengah berbagai tantangan pendidikan.
Sementara itu, Kepala BPMP Provinsi Sumatera Selatan yang diwakili Widyaprada Ahli Madya Jauhari menilai langkah Pemerintah Kabupaten OKU Timur melalui Bunda PAUD menjadi bentuk nyata dukungan terhadap penguatan pendidikan dasar sejak usia dini.
Menurutnya, kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun akan berjalan efektif apabila dibarengi peningkatan kualitas layanan PAUD, pemerataan akses pendidikan, serta kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan masyarakat.
“Semoga kegiatan sosialisasi ini memberikan manfaat dan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas PAUD serta berdampak besar pada masa depan generasi bangsa,” katanya.
Dalam laporan kegiatan, Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur Desti Tirtayana Eha menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan menyamakan persepsi seluruh satuan PAUD terkait implementasi kebijakan satu tahun pra sekolah dalam program Wajib Belajar 13 Tahun.
Ia mengatakan, pendidikan pra sekolah harus dipahami sebagai fondasi awal pembentukan karakter dan kesiapan belajar anak sebelum memasuki jenjang pendidikan formal.
“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan akses dan mutu layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, dan merata bagi anak usia dini,” jelasnya.
Kegiatan sosialisasi ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh Bunda PAUD OKU Timur kepada perwakilan peserta. Acara turut dihadiri camat, Bunda PAUD kecamatan dan desa, serta para guru PAUD dari berbagai wilayah di OKU Timur.
Ikuti dan gabung di saluran WhatsApps Tribunsumsel.com