TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Anggota DPRD Mamuju, Sugianto menyoroti kinerja jajaran manajemen PDAM Tirta Manakarra, yang dinilai lambat bergerak dan minim koordinasi dengan masyarakat terdampak.
Tiga hari distribusi air bersih ke rumah pelanggan di Kota Mamuju tersendat.
Baca juga: 73 Siswa SD Inpres Batuparigi Mamuju Tengah Ikuti ASAJ 2026 Selama Lima Hari
Baca juga: Bapenda dan Komisi II DPRD Sulbar Kunker ke Sulsel, Pelajari Strategi Tingkatkan PAD
Politisi Partai Golkar ini mengaku heran sikap abai pihak PDAM yang terkesan menutup diri ketika terjadi gangguan distribusi berskala besar.
Terjadi kerusakan pipa distribusi, namun PDAM Tirta Manakarra diam tak mengumumkan gangguan layanan tersebut.
"Saya heran melihat kerja teman-teman di PDAM ini. Kalaupun ada pompa yang rusak, kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang terbatas, atau ada pipa induk yang bocor, ya sampaikanlah. Beri pengumuman kepada masyarakat," ujar Sugianto kepada wartawan, Selasa (19/5/2026).
Sugianto menegaskan PDAM seharusnya tidak hanya menunggu perbaikan teknis selesai, tetapi juga memberikan solusi jangka pendek yang konkret bagi warga yang mengalami krisis air bersih.
Ia mendesak PDAM Tirta Manakarra segera menurunkan armada mobil tangki air untuk menyuplai kebutuhan darurat warga.
"Bila perlu, luncurkan itu armada mobil tangki air untuk menyuplai air bersih ke simpul-simpul warga yang sudah sangat krisis. Jangan biarkan warga kesulitan," tegasnya.
Politisi Partai Golkar ini menyayangkan buruknya manajemen komunikasi publik dari pihak PDAM.
Menurutnya, ketiadaan informasi resmi dari pihak perusahaan pelat merah tersebut memicu kepanikan dan kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.
Padahal, kepastian informasi sangat dibutuhkan para pelanggan, terlebih gangguan ini disebut warga sudah berlangsung hingga hitungan minggu di beberapa titik.
"Sampaikan (informasi) ke publik, supaya warga ini tidak menerima informasi yang simpang siur atas macetnya distribusi air yang sudah terjadi berapa pekan terakhir ini," pungkas Sugianto.
Sementara itu, Kepala Bidang Teknik PDAM Tirta Manakarra Mamuju, Muhammad Arman, menjelaskan hujan deras menyebabkan volume air sungai meningkat dan menggeser posisi pipa transmisi.
Ini penyebab distribusi air ke rumah warga terhenti.
"Gangguan di sumber air sudah terjadi beberapa hari ini akibat hujan deras dan banjir. Tadi malam, diketahui ada jaringan pipa yang bergeser," ujar Arman saat dikonfirmasi, Selasa (19/5/2026).
Saat ini proses perbaikan sementara berlangsung kata dia.
Nurhikmah, warga Kelurahan Rimuku mengungkapkan air di bak penampungan rumahnya telah kering.
Sehingga ia terpaksa mengandalkan air hujan dan membeli air minum isi ulang (galon).
"Kami cuma mengandalkan air hujan dan air galon untuk masak dan mandi. Penampungan air juga sudah kering," katanya.
Nurhikmah menambahkan, dampak dari macetnya aliran air ini membuat pekerjaan rumah tangganya terbengkalai.
Piring kotor dan pakaian kotor kini kian menumpuk di rumahnya.
Ia pun menyayangkan pelayanan dari pihak PDAM Tirta Manakarra.
Menurutnya, sebagai konsumen yang selalu menunaikan kewajiban membayar tagihan tepat waktu, warga berhak mendapatkan pelayanan yang layak.
"Cucian piring dan pakaian sudah menumpuk. Tolong kami diperhatikan, karena kami juga selalu lancar membayar," tegas Nurhikmah. (*)