TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Seorang anak muda menjadi korban dalam kecelakaan maut di Jalan Lintas Timur Sumatera, kawasan Jambi Luar Kota, Provinsi Jambi.
Peristiwa terjadi tepat di depan gerbang Perumahan Citra Raya City, Desa Mendalo Darat, Kabupaten Muaro Jambi, pada Senin (18/5/2026) dini hari sekitar pukul 00.20 WIB.
Kecelakaan maut tersebut sontak mengejutkan warga sekitar. Pasalnya, sesaat setelah menabrak korban, pelaku memacu kendaraannnya melarikan diri tanpa memberikan pertolongan ke korban.
Situasi di lokasi sempat dipenuhi warga yang penasaran, sementara aparat kepolisian segera melakukan pengamanan dan proses evakuasi terhadap korban yang ditemukan tergeletak di pinggir jalan.
Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak kepolisian serta informasi yang beredar di media sosial, korban diketahui bernama Alam.
Korban seorang pekerja restoran yang sehari-hari bekerja di sekitar kawasan tempat kejadian perkara (TKP).
Dari informasi yang diperoleh, insiden bermula ketika Alam berada di jalur padat Mendalo Darat pada tengah malam. Diduga, sebuah kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi sebelum menghantam tubuh korban hingga terpental.
Bukannya berhenti, pengemudi kendaraan tersebut justru memacu mobilnya dan menghilang dalam gelapnya malam. Hingga kini, polisi masih memburu pelaku tabrak lari tersebut.
Jenazah Alam kemudian dievakuasi oleh tim dari Polres Muaro Jambi ke Ruang Jenazah RS Raden Mattaher Jambi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, keluarga korban yang mendapat kabar duka langsung menuju rumah sakit dalam kondisi syok dan terpukul atas kejadian yang menimpa anggota keluarganya tersebut.
Peristiwa ini kembali menambah panjang daftar kecelakaan lalu lintas di kawasan Mendalo Darat yang selama ini dikenal warga sebagai "jalur maut".
Bagaimana keseharian sosok korban kecelakaan di depan gerban CRC Mendalo, Kabupaten Muaro Jambi? Berikut petikan wawancara Suripto, orang tua korban, bersama Reporter Tribun Jambi, Tribun Jambi:
Tribun Jambi: Selamat sore, kembali lagi bersama saya Syrillus Krisdianto, Reporter Tribun Jambi, dalam Podcast Saksi Kata.
Di kawasan Gerbang Citra Raya atau CRC Jambi kembali terjadi kecelakaan lalu lintas yang telah beberapa kali memakan korban jiwa.
Saat ini saya sudah bersama pihak keluarga korban, yaitu Bapak Suripto, orang tua dari korban.
Sebelumnya Pak, kami turut berduka atas kejadian yang menimpa keluarga Bapak.
Mungkin boleh diceritakan secara singkat, seperti apa sosok anak Bapak selama ini?
Suripto: Sosoknya termasuk anak yang tenang. Dalam pergaulan sehari-hari juga baik dengan teman-temannya.
Tribun Jambi: Berarti sosoknya pekerja keras ya, Pak?
Suripto: Ya, termasuk lah, Mas. Karena dia sudah selesai sekolah, saya suruh kerja.
Kerja apa saja dia mau kerja.
Tribun Jambi: Bapak tinggal di mana?
Suripto: Sama saya. Di belakang terminal, di Sepak Rimbo.
Tribun Jambi: Mungkin Pak, setelah Bapak mengetahui kejadian ini, berdasarkan informasi yang Bapak dapatkan, bisa diceritakan secara singkat kronologi kejadiannya?
Suripto: Kalau kronologi secara jelas saya juga belum tahu, karena saya panik sebagai orang tua.
Saat di rumah sakit, ternyata anak saya sudah tiada.
Dan keresahan saya juga karena sampai hari ini yang menabrak belum terlalu jelas.
Saya mohon mungkin bagi polisi yang berwajib bisa menemukan pelaku secepatnya dan diberi hukuman yang berlaku.
Tribun Jambi: Mungkin bisa diceritakan versi dari beberapa orang yang memberikan informasi kepada Bapak terkait kronologinya?
Suripto: Kalau dari beberapa orang sih, karena banyak teman-temannya juga.
Saya dapat informasi dari teman dekatnya, ada juga teman saya sendiri.
Jadinya belum bisa saya memastikan. Karena pada saat kejadian mereka itu tidak berada tepat di lokasi kejadian.
Jadi, kita belum tahu mana yang benar.
Tribun Jambi: Yang Bapak dapatkan berdasarkan cerita teman-temannya bagaimana?
Suripto: Pokoknya dari cerita teman-temannya, setelah kejadian anak saya sudah tidak ada kabar, lalu diketahui sudah meninggal ataupun sakit.
Ya, seperti itulah informasi yang saya dapat dari kawan-kawan.
Tribun Jambi: Anak Bapak dinyatakan meninggal itu kapan, Pak?
Suripto: Sekitar jam dua lewat mungkin.
Saya juga tidak terlalu fokus dengan jam dan sebagainya. Yang penting saat itu kondisi anak saya.
Tribun Jambi: Kalau pertama kali dapat kabar sekitar jam berapa, Pak?
Suripto: Kurang lebih sekitar jam setengah satu (dini hari). Perkiraan begitu lah.
Tribun Jambi: Dan dari informasi yang Bapak dapatkan, ada gambaran kendaraan yang menabrak itu mobil apa?
Suripto: Belum berani saya bilang, Mas. Karena dari hasil CCTV juga belum ada yang jelas.
Tapi bayangannya seperti mobil boks.
Tribun Jambi: Ada gambaran warna kendaraannya, Pak?
Suripto: Belum ada. Mudah-mudahan pihak kepolisian bisa memberikan informasi dan pelakunya bisa ditemukan.
Tribun Jambi: Mungkin sekali lagi Pak, apa harapan Bapak terkait kejadian ini?
Suripto: Harapan saya kepada pihak kepolisian supaya penyelidikan terus dilakukan. Semoga bisa mendapatkan titik terang.
Baik itu dari CCTV lainnya di sekitar lokasi, semoga bisa membantu.
Dan pelaku bisa cepat tertangkap serta diproses secara hukum.
Tribun Jambi: Kira-kira ada lagi yang ingin disampaikan, Pak?
Suripto: Cukup. Saya cuma berharap pelaku cepat bertanggung jawab atas apa yang dilakukan.
Karena kami juga ingin ada pertanggungjawaban.
Kalau seperti ini kan tidak ada tanggung jawab. Itu saja, Pak.
Tribun Jambi: Baik Tribuners, demikian cerita dari orang tua korban kecelakaan yang terjadi di kawasan Citra Raya Jambi atau Gerbang Citra Raya Jambi.
Kita semua berharap kejadian ini menjadi yang terakhir dan tidak terulang kembali. Sebab, seperti yang kita ketahui, kecelakaan kerap terjadi di kawasan jalan ini.
Sekian dari saya, Syrillus Krisdianto. Semoga kita bisa bertemu kembali di Saksi Kata Tribun Jambi yang akan datang. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)
Baca juga: Mencekam, Rekaman CCTV Ungkap Detik-detik Kecelakaan Maut di Mendalo Jambi
Baca juga: Sofwan: Ampun, Tuk, Ampun, Fakta di Balik Gajah Sumatra di Tebo, Petani dan Agroforestri