Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan Resmi Terapkan QRIS, Warga Sambut Baik tak Perlu Bawa Uang Banyak
Junisah May 19, 2026 05:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan, Kalimantan Utara resmi memasuki era digitalisasi pembayaran dengan penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam layanan kepelabuhanan dan pembelian tiket speedboat. 

Soft launching ini menjadi bagian dari transformasi layanan transportasi laut di Kalimantan Utara (Kaltara) melalui program DIGI-PORT.

Kegiatan soft launching tersebut digelar di Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan, dengan melibatkan Dinas Perhubungan Kalimantan Utara, Bank Indonesia Perwakilan Kaltara, pemerintah daerah, operator pelabuhan, serta pelaku usaha transportasi, Selasa (19/5/2026).

Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (LLASDP) Bidang Pelayaran Dishub Kaltara, Massahara, menyampaikan bahwa sektor transportasi, khususnya kepelabuhanan, kini tengah memasuki era digitalisasi pembayaran yang semakin maju.

Baca juga: Kini Beli Tiket Speedboat di Pelabuhan Kayan II Bisa Pakai QRIS, Bupati Syarwani: Lebih Mudah

Menurut Massahara, pelabuhan tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga sebagai etalase pelayanan publik yang harus cepat, transparan, dan modern.

“Dalam beberapa bulan terakhir, sejak 17 September 2025, Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara berupaya menghadirkan inovasi untuk mempermudah layanan kepelabuhanan melalui program DIGI-PORT,” ujar Massahara.

Ia menjelaskan, program tersebut merupakan transformasi layanan kepelabuhanan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi, dengan tahap awal berupa pembayaran retribusi jasa kepelabuhanan melalui QRIS.

Selain QRIS, pembayaran juga dapat dilakukan melalui transfer bank.

Tidak hanya pada retribusi pelabuhan, digitalisasi kini juga merambah layanan pembelian tiket speedboat reguler di Pelabuhan Liem Hie Djung.

Agen penjualan speedboat telah menyediakan sistem pembayaran menggunakan QRIS, sehingga masyarakat dapat membeli tiket secara non-tunai dengan lebih mudah.

Baca juga: 20 dan 21 Mei Ada Soft Launching Pembelian Tiket Speedboat Pakai QRIS pada 3 Pelabuhan di Kaltara 

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara, Reza Hidayat, menyampaikan program Pelabuhan SIAP QRIS merupakan bagian dari transformasi digital sistem pembayaran di wilayah Kaltara.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data BPS 2025, sekitar 959.000 orang melakukan perjalanan menggunakan speedboat di Kalimantan Utara, sementara jumlah penduduk hanya sekitar 700 ribuan.

“Sehingga ini lebih dari 100 persen, hampir semuanya menggunakan speedboat dalam perjalanan,” jelasnya.

Reza Hidayat memaparkan tahapan implementasi program QRIS di pelabuhan Kaltara sudah dilakukan, diantaranya pada Desember 2025 telah diadakan Soft launching di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, 17 April 2026 Soft launching di Bulungan, Tanjung Selor, serta tahap ketiga di Pelabuhan Liem Hie Djung,Nunukan.

Menurutnya akan ada tahapan selanjutnya yang direncanakan akan diterapkan di Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tana Tidung.

Plh Sekda Nunukan, H. Muhammad Amin, dalam sambutannya menegaskan bahwa perkembangan teknologi saat ini tidak dapat dihindari dan harus diikuti.

Ia menyebutkan bahwa teknologi digital telah merambah hampir semua sektor kehidupan, termasuk kesehatan, pendidikan, militer, serta keuangan dan perbankan.

Plh Sekda Nunukan Muhammad Hatta 19052026
MUHAMMAD AMIN-Plh Sekda Nunukan Muhammad Amin

“Sekarang ini banyak orang mulai beralih menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran menggantikan uang cash atau kartu ATM,” ujarnya.

Menurutnya, QRIS dipilih karena cepat, mudah, aman, dan efisien, serta memberikan riwayat transaksi yang jelas bagi konsumen maupun pelaku usaha.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat kini tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam jumlah besar, cukup menggunakan ponsel untuk melakukan transaksi.

“Mulai dari bayar tiket speedboat hingga bayar makanan di kantin pelabuhan,” jelasnya.

Ia berharap penggunaan QRIS di Pelabuhan Liem Hie Djung dapat mendorong masyarakat menuju budaya transaksi yang lebih praktis dan modern, serta dapat diterapkan juga pada sarana dan prasarana pemerintah lainnya.

Salah satu warga Nunukan, Mardiah, yang menggunakan jasa speedboat, menyambut baik penerapan QRIS di pelabuhan tersebut.

Menurutnya, sistem pembayaran digital ini sangat membantu dan memudahkan masyarakat dalam bertransaksi.

“Dengan adanya QRIS sangat bagus dan memudahkan kita dalam hal pembayaran, apalagi tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah banyak,” ujarnya.

Manfaat QRIS untuk Layanan Pelabuhan: 

1. Proses transaksi lebih cepat dan efisien, sehingga mengurangi antrean dan kontak fisik

2. Transparansi penerimaan daerah meningkat sehingga tata kelola lebih akuntabel

3. Keamanan transaksi lebih terjamin tanpa perlu membawa uang tunai

4. Mempermudah pengguna jasa, operator kapal, hingga pelaku usaha

 

(*)

Penulis: Fatimah Majid

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.