TRIBUNKALTARA.COM - Intip 4 momen pesta Scudetto Inter Milan di jalanan kota Milano yang bikin fans AC Milan dongkol, Marcus Thuram paling curi perhatian.
Akhir pekan kemarin menjadi klimaks dari perjuangan panjang Inter Milan musim 2025/2026 yang ditutup dengan gelar juara Liga Italia Serie A dan Coppa Italia.
Klub berjulukan Nerazzurri itu berhak mengangkat trofi Scudetto setelah pertandingan melawan Hellas Verona, pada giornata 37 di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (17/5/2026).
Pesta Scudetto pun berlanjut ke jalanan Kota Milan, sembari mengiring dua trofi bergengsi domestik, Scudetto dan Coppa Italia.
Para pemain, pelatih, staff, Inter Milan naik bus terbuka yang diarak dari stadion menuju Piazza Duomo.
Sepanjang perjalanan, para juara ini disambut ratusan ribu pendukung yang memadati jalanan kota Milan sembari meneriakkan yel-yel dan chant kebanggaan klub.
Baca juga: Momen Yuto Nagatomo Banjir Air Mata, Eks Inter Milan Dipanggil Timnas Jepang ke Piala Dunia 2026
Para pemain Inter Milan yang berdiri di atas bus, menikmati perayaan pesta Scudetto dengan bersulang bir, berjoget, hingga mengibarkan bendera maupun banner kemenangan.
Selama perayaan tersebut, berbagai tingkah konyol Tifosi hingga pemain Inter Milan terekam dalam kamera.
Luapan kegembiraan skuad Nerazzurri tak hanya tentang keberhasilan meraih double winner, tapi juga aksi tengil menyindir fans klub sekota, AC Milan.
Setidaknya ada 4 momen perayaan Scudetto tersebut yang bikin para Milanisti dongkol.
Terutama aksi Marcus Thuram yang paling mencuri perhatian dengan mengangkat banner sindiran untuk AC Milan.
Penyerang asal Prancis itu benar-benar tumpah dengan luapan emosional saat merayakan gelar double winner bersama Inter Milan.
Kendati tidak terang-terangan menyebutkan AC Milan, Marcus Thuram menyindir rival sekota Inter Milan itu dengan dua spanduk ejekan.
Thuram yang mengenakan kacamata biru dan helm ala Cristian Chivu, terlihat mengambil sebuah spanduk yang disodorkan fans.
Ia kemudian memamerkannya dari atas bus, sembari berteriak girang. Spanduk tersebut menggambarkan seekor tikus besar di atas kain berlatar belakang merah-hitam (rossonero).
Spanduk itu tak lain menunjukkan sebuah pesan sindiran yang jelas bagi AC Milan.
Anak Lilian Thuram ini kemudian melipat kembali spanduk tersebut dan mengembalikannya kepada fans Inter Milan.
Tak sampai di situ, Marcus Thuram kembali menerima spanduk ejekan untuk AC Milan.
Kali ini, spanduk bertuliskan, "I derby vinti mettili nel c"* yang dalam Bahasa Indonesia Masukkan saja derby yang kamu menangkan itu ke dalam p*****t."
Spanduk tersebut mengingatkan publik dengan rivalitas AC Milan dan Inter Milan yang terjadi pada 2007 saat legenda Rossoneri Ambrosini melakukannya dalam pesta juara Liga Champions.
Kala itu, Ambrosini yang berdiri di atas bus, membentangkan spanduk bertuliskan, "Lo scudetto mettilo nel c"* atau Masukkan saja scudetto itu ke dalam p****t.
Ini mengacu saat AC Milan berhasil juara Liga Champions, dan di musim yang sama, Inter Milan meraih gelar Scudetto.
Sejak saat itu, aksi balas-balasan terjadi dalam pesta juara kedua klub.
Mantan bek Inter Milan, Marco Materazzi pernah membalas Ambrosini dengan pesan tertulis lainnya yang ditunjukkan saat perayaan juara Scudetto.
"Ambrosini, di p****t masih ada tempat," bunyi pesan Materazzi.
Pada 2022, provokasi serupa dilakukan oleh para pemain AC Milan saat merayakan Scudetto.
Mereka yang terlibat adalah Mike Maignan, Theo Hernandez, Sandro Tonali, dan Rade Krunic sembari meneriakkan yel-yel dan mengibarkan spanduk sindiran untuk Inter Milan.
Pada akhirnya aksi tersebut berbuntut denda bagi para pemain AC Milan tersebut.
Sanksi serupa juga kemungkinan akan didapat Marcus Thuram.
Kantor kejaksaan Federasi Sepak Bola Italia dikabarkan siap membuka penyelidikan terhadap dua spanduk yang dibentangkan Marcus Thuram pada saat parade keliling kota dalam rangka perayaan Scudetto.
Gelandang asal Turki, Hakan Calhanoglu juga tak lepas dari aksi provokasi terhadap AC Milan.
Calhanoglu yang pernah 5 musim memperkuat Rossoneri itu sepertinya sudah benar-benar melupakan masa lalunya.
Sejak namanya dicap pengkhianat karena menyeberang ke Inter Milan pada musim 2021/2022 itu, Hakan Calhanoglu telah beberapa kali membuat sensasi dan memancing provokasi terhadap fans AC Milan.
Saat perayaan Scudetto Inter Milan, Hakan Calhanoglu terlihat membuang jersey Rossoneri yang diberikan Interisti.
Seketika jersey tersebut mendarat di tangannya saat Calhanoglu asyik di atas bus. Menyadari jersey tersebut berwarna merah-hitam, sang gelandang buru-buru melemparkannya ke arah fans Inter.
Baca juga: 4 Fakta Inter Milan Juara Coppa Italia usai Tundukkan Lazio, Chivu Ukir Sejarah
Aksi tersebut disambut dengan sorak-sorai dari para Tifosi Nerazzurri bahkan rekan setimnya sendiri, Denzel Dumfries yang ikut girang.
Calhanoglu juga menunjukkan kesetiaannya bersama Inter Milan, klub yang telah memberikannya gelar 2 Scudetto, 3 Coppa Italia, dan 3 Supercoppa Italiana.
Itu terlihat ketika gelandang 32 tahun ini mencium lambang Inter Milan di jersey yang dikenakannya.
Di momen yang lain, Hakan Calhanoglu tampak memimpin chant ejekan untuk fans AC Milan. Sambil melompat di atas bus, ia meneriakkan kalimat, "Chi non salta rossonero e" artinya, "Yang tidak melompat ... adalah seorang Rossonero."
Kontribusi Calhanoglu musim ini untuk Nerazzurri terbilang cukup bagus.
Kendati diganggu cedera, eks AC Milan itu tetap sanggup menyumbangkan 12 gol dan 7 assist dari 30 penampilan di semua kompetisi untuk Inter Milan.
Sementara itu, momen selanjutnya juga memperlihatkan sindiran terhadap AC Milan.
Kali ini dilakukan para fans Inter Milan yang nekat memancing para pemain untuk menggotong replika peti mati AC Milan.
Para fans Inter mengarak replika peti mati yang diberi warna merah-hitam, seolah AC Milan telah berduka.
Peti tersebut perlahan dibawa mendekat hingga ke bus yang ditumpangi pemain Nerazzurri.
Sebenarnya, para pemain Inter menyadari pancingan provokasi tersebut, dan menolak peti merah hitam yang dibawa fans.
Bahkan kiper Inter Milan, Josep Martinez menggunakan bendera Inter untuk menikam peti mati merah dan hitam agar menjauhkannya dari bus.
Gelandang Inter Milan, Davide Frattesi tak ketinggalan menunjukkan aksi sindiran untuk para Milanisti.
Pemain 26 tahun itu kembali mengangkat banner sindiran klasik dari fans Inter Milan untuk Milanisti, yang beruliskan 'Milanista chiacchierone'.
Banner tersebut seolah menunjukkan bahwa 'Kami (Inter) juara, kalian (AC Milan) cuma bisa banyak bicara'.
Ejekan itu memang umum di Derby della Madonnina, karena Rossoneri dianggap terlalu banyak bicara dan berisik.
Apalagi sejak awal musim ini, Milanisti selalu percaya diri timnya akan meraih Scudetto dan Inter terpuruk setelah kehancuran di final Liga Champions.
Tetapi kenyataannya, AC Milan kehilangan bensin lebih awal. Alih-alih berjuang memperebutkan Scudetto, Rossoneri sekarang nyaris terlempar dari zona Liga Champions.
Sebaliknya, Inter Milan semakin tak terbendung dan melahap dua gelar domestik.
Adapun banner sindiran tersebut sudah pernah dibentangkan Frattesi dalam perayaan Scudetto dua tahun lalu.
Kal ini, ia konsisten dengan mengangkatnya lagi dalam parade perayaan double winner.
Buntut aksinya tersebut, kemungkinan Davide Frattesi juga terancam denda.
(*)
(TribunKaltara.com / Cornel Dimas Satrio K)