TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional dan swasembada jagung, Polres Sukoharjo menggelar kegiatan Panen Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Dukuh Ngrapah, Desa Gupit, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, pada Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan panen jagung tersebut merupakan bagian dari agenda nasional yang dilaksanakan secara serentak oleh jajaran kepolisian di berbagai daerah di Indonesia bersama pemerintah pusat.
Di Kabupaten Sukoharjo, panen dilaksanakan di area persawahan Dukuh Ngrapah, Desa Gupit, Kecamatan Nguter dengan luas lahan sekitar 9.000 meter persegi.
Kegiatan panen raya dihadiri jajaran Polres Sukoharjo bersama unsur pemerintah daerah, kelompok tani, serta para pemangku kepentingan di bidang pertanian.
Baca juga: Momen Peringatan HUT ke-27 IGTKI PGRI se-Soloraya di Graha PGRI Sukoharjo, Dihadiri Bupati Etik
Momentum ini menjadi bentuk sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian, khususnya komoditas jagung sebagai salah satu kebutuhan strategis nasional.
Kapolres Sukoharjo melalui jajaran kepolisian menyampaikan bahwa program panen jagung serentak merupakan wujud nyata dukungan Polri terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, kepolisian juga turut hadir mendukung program-program produktif yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, termasuk sektor pertanian.
Pelaksanaan panen jagung serentak Kuartal II Tahun 2026 juga terhubung secara virtual dengan kegiatan nasional yang dipusatkan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, bersama Presiden Republik Indonesia dan Kapolri sebagai bagian dari penguatan program swasembada pangan nasional.
Melalui kegiatan ini, diharapkan hasil pertanian jagung di wilayah Sukoharjo terus meningkat serta mampu memberikan motivasi bagi petani untuk semakin produktif.
Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan kelompok tani dinilai menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan yang berkelanjutan di daerah.
Baca juga: Bupati Etik Serahkan Bantuan dari Baznas Rp 278 Juta untuk 131 Warga Kurang Mampu di Sukoharjo
(*)