Kuliah Teknik Industri ITERA Mahasiswa Belajar Menciptakan Alat Inovasi Pertanian
Robertus Didik Budiawan Cahyono May 19, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Institut Teknologi Sumatera ( Itera) selalu berinovasi untuk menghadirkan sistem pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia industri. 

Hal ini dijelaskan oleh Koordinator Program Studi Teknik Industri Itera, Muhammad Faishal Jundana Muttaqin saat ditemui di Teknik Industri Itera ruang dosen yang berlokasi di Jl. Terusan Ryacudu, Way Hui, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, 35365, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa Teknik Industri Itera telah membuat alat inovasi untuk masyarakat. “Beberapa alat yang pernah kami buat, yang pertama ada inovasi pemanen sawit dengan mempertimbangkan postur ergonomi,” jelasnya Selasa (19/5/2026).

Jadi ketika memanen sawit, alat tersebut akan membantu memperhatikan postur ergonomi untuk mengurangi resiko cedera para pekerja.

“Yang kedua, ada juga alat pemotong tahu. Alat tersebut bisa mengefisiensi proses pemogongan tahu yang biasanya satu per satu menjadi sekaligus satu nampan yang besar,” ungkapnya.

Baca juga: Kampus Bukan Tempat Bisnis, Itera Tak Sepakat Kelola SPPG

Mahasiswa mampu menciptakan alat tersebut karena saat pertama kali masuk, mereka terlebih dahulu mengikuti tahap persiapan bersama selama satu tahun pertama. 

Pada fase ini, mahasiswa mendapatkan penguatan basic science atau ilmu dasar sebagai bekal sebelum memasuki mata kuliah inti program studi.

“Ketika masuk ke Itera, mahasiswa akan mengikuti tahap persiapan bersama selama satu tahun. Mereka belajar basic science sebagai kuliah persiapan sebelum masuk ke mata kuliah inti Teknik Industri,” ujarnya.

Setelah melewati tahap persiapan, mahasiswa mulai mendalami berbagai mata kuliah inti yang berkaitan langsung dengan dunia industri. Salah satunya adalah ergonomi atau penghitungan postur tubuh manusia saat bekerja. 

Mata kuliah ini bertujuan agar mahasiswa memahami bagaimana menciptakan sistem kerja yang aman dan efisien bagi pekerja. Selain itu, Faishal mengatakan mahasiswanya juga dibekali mata kuliah statistika industri. 

Dalam mata kuliah ini, mahasiswa diajarkan mengumpulkan data, mengolah, menganalisis, hingga menyimpulkan data untuk mendukung pengambilan keputusan di industri.

Selain itu ada mata kuliah sistem rantai pasok, mahasiswa mempelajari alur produksi dari hulu hingga hilir. 

Mereka diajak memahami proses pengolahan bahan mentah menjadi barang setengah jadi hingga produk akhir yang diterima konsumen.

Sementara itu, pada mata kuliah perancangan sistem terpadu, mahasiswa belajar mendesain, menginstal, sekaligus melakukan perbaikan terhadap berbagai persoalan industri.

Pembelajaran ini diarahkan agar mahasiswa mampu menghasilkan solusi maupun produk yang dapat diterapkan di masyarakat.

Salah satu keunggulan Teknik Industri Itera terletak pada mata kuliah praktikum terintegrasi yang terdiri dari Praktikum Terintegrasi 1 hingga 4. 

Program ini menjadi pembeda karena mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga menjalankan proses pengembangan produk secara bertahap.

Ia juga menyebutkan bahwa mata kuliah ini juga menjadi fondasi awal mahasiswa dapat menciptakan alat serta prototipe.

Dalam tahap tersebut, mahasiswa juga mempelajari analisis biaya usaha, mulai dari menentukan harga jual hingga menghitung Break Even Point (BEP). 

Dengan demikian, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam membangun sebuah usaha berbasis produk industri.

Sebagai puncak kegiatan, mahasiswa akan memamerkan hasil karya dan rancangan mereka dalam ajang IPEX atau Industrial Project Exhibition. 

Program ini menjadi salah satu unggulan Teknik Industri Itera karena menjadi wadah mahasiswa menunjukkan inovasi dan hasil pembelajaran mereka kepada publik.

“Program Studi Teknik Industri Itera saat ini memiliki empat peminatan, yang pertama ada sistem manufaktur, manajemen industri, perancangan dan optimasi sistem industri,” jelasnya.

Keberadaan peminatan tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendalami bidang yang sesuai dengan minat dan kebutuhan industri masa kini.

Untuk mendukung proses pembelajaran, Teknik Industri Itera diperkuat oleh 24 dosen yang berasal dari berbagai bidang keahlian. 

“Sejak berdiri dari tahun 2017, alumni kami sudah ada 500 lebih alumni, di mana alumni kami tersebar di berbagai macam pekerjaan seperti di logistik, kemudian di manufaktur, di jasa, ataupun di perbankan,” tutup Faishal.

( Tribunlampung.co.id/ Bintang Puji Anggraini )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.