Universitas Pertahanan Gandeng BPOM, Edukasi soal Obat dan Makanan
GH News May 19, 2026 06:09 PM
Jakarta -

Universitas Pertahanan Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) serta Training of Trainer (TOT) Cegah Penyalahgunaan Obat dan Makanan Terlarang (CEPOT).

Kegiatan ini bertempat di Ruang Theater Auditorium Kampus Bela Negara Universitas Pertahanan RI, Kawasan IPSC Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Dekan Fakultas Farmasi Militer Universitas Pertahanan RI, Prof Dr apt Yahdiana Harahap, M.S sebagai bentuk komitmen dalam mendukung upaya nasional pencegahan penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) seperti Tramadol, Trihexypenidil, Clorpromazin, Amitriptilin, Dekstromethorphan, Haloperidol, dan Ketamin melalui penguatan edukasi, kolaborasi lintas sektor, serta pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) yang saat ini menjadi perhatian serius karena terjadinya pergeseran dari penyalahgunaan narkotika dan psikotropika ke penyalahgunaan OOT yang semakin meningkat.

Hal ini disebabkan OOT lebih mudah diperoleh dengan harga yang lebih murah dibanding narkotika dan psikotropika. Penyalahgunaan OOT juga memberi dampak terhadap kesehatan masyarakat, keamanan sosial, serta masa depan generasi muda Indonesia.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) Prof dr Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D menyampaikan bahwa penyalahgunaan OOT ini bukan sekadar masalah kesehatan, tetapi ancaman bagi masa depan bangsa dengan menurunnya kualitas sumber daya manusia. OOT kerap disalahgunakan untuk kepentingan non medis, terutama untuk tujuan rekreasional.

Sementara itu, Rektor Universitas Pertahanan RI, Letjen TNI (Purn) Dr Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A menegaskan bahwa keberhasilan program pencegahan tidak hanya ditentukan oleh penegakan hukum, tetapi juga oleh kekuatan edukasi dan keteladanan sosial.

Peran guru, dosen, tenaga kesehatan, tokoh agama, keluarga, komunitas, dan media sangat menentukan dalam membentuk lingkungan yang sehat dan aman bagi generasi muda.

Selain itu, dia juga menekankan pentingnya sinergi antar-instansi dan dunia pendidikan dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap bahaya penyalahgunaan obat-obatan tertentu.

Rangkaian kegiatan meliputi laporan pelaksanaan kegiatan yang disampaikan oleh Jeffeta Pradeko Putra, S.Farm., M.Si, dilanjutkan sambutan para pejabat, penandatanganan komitmen bersama lintas sektor, konferensi pers, pemberian materi edukasi tentang penyalahgunaan OOT, sharing session, serta pelaksanaan Training of Trainer (TOT) CEPOT kepada peserta.

TOT CEPOT sendiri merupakan program edukasi yang bertujuan memperkuat sinergi antara BPOM, Pemerintah Kabupaten Bogor, akademisi, dan masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan obat-obatan tertentu (OOT), meningkatkan edukasi masyarakat terkait dampak sosial seperti tawuran serta kekerasan terhadap perempuan dan anak, menurunkan angka penyalahgunaan obat, serta meningkatkan kewaspadaan nasional terhadap bahaya penyalahgunaan OOT.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 260 peserta yang terdiri dari unsur akademisi, OPD pemerintah daerah, lembaga, asosiasi profesi, komunitas, media, dan pelajar. Adapun target utama program TOT CEPOT adalah menciptakan minimal 200 trainer yang nantinya dapat melakukan edukasi langsung kepada masyarakat dan lingkungan pendidikan seperti SMP dan SMA.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran bersama akan pentingnya penggunaan obat secara aman dan bertanggung jawab serta terciptanya kolaborasi berkelanjutan dalam mencegah penyalahgunaan OOT demi mewujudkan masyarakat yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan obat.

Acara dihadiri oleh unsur pemerintah pusat dan daerah, akademisi, aparat penegak hukum, organisasi profesi, komunitas, media, serta pelaku usaha.

Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Pertahanan RI, Letjen TNI (Purn) Dr Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A, Kepala BPOM RI, Prof dr Taruna Ikrar, M.Biomed Ph.D, Wakil Bupati Bogor H. Ade Ruhandi, S.E. (Jaro Ade), Walikota Depok yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, dr Devi Maryori, MKM, serta Walikota Bogor yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H Eko Prabowo, AP., M.Si.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.