TRIBUNGORONTALO.COM – Bupati Gorontalo Sofyan Puhi secara resmi membuka kegiatan Lomba Bertutur tingkat SD/MI se-Kabupaten Gorontalo tahun 2026.
Agenda yang digelar di Gedung Kasmat, Selasa (19/5/2026), bertujuan menumbuhkan budaya gemar membaca sekaligus melestarikan warisan peradaban bangsa.
Dalam sambutannya, Sofyan Puhi menekankan bahwa masyarakat Gorontalo sejatinya memiliki akar budaya bertutur yang sangat kaya sejak zaman leluhur.
Berbagai tradisi lisan daerah dinilai terbukti efektif dalam mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.
"Sejak zaman leluhur, tradisi lisan seperti tangida, tuja’i, luhuto, tinilo, tanggomo, hingga pala-pala telah menjadi sarana penyampaian pesan yang efektif dalam mewariskan nilai-nilai budaya, ajaran agama, serta sejarah kepada generasi penerus," ujar Sofyan Puhi.
Baca juga: Tekan Laju Inflasi, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi Pimpin High Level Meeting TPID
Melalui lomba bertutur ini, Sofyan berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang melatih keberanian anak-anak tampil di atas panggung.
Lebih dari itu, momentum ini diharapkan mampu menghidupkan kembali peran tradisi lisan Gorontalo sebagai media pembentukan karakter anak di tengah derasnya arus modernisasi.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan literasi di Kabupaten Gorontalo dapat diukur melalui dua indikator utama dari Perpustakaan Nasional, yaitu Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).
Oleh karena itu, keterlibatan anak-anak dengan buku sebagai sumber materi tuturan diharapkan dapat memperkuat budaya membaca dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan Kabupaten Gorontalo yang cerdas dan berdaya saing di tingkat nasional.
"Ekosistem pendidikan di sekolah dan ekosistem literasi di perpustakaan adalah dua elemen yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan," imbuhnya.
Bupati Sofyan Puhi menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo selaku pelaksana kegiatan, serta Bunda Literasi Kabupaten Gorontalo atas komitmen kuatnya.
Sinergi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga turut mendapat pujian demi penguatan budaya literasi ke depan.
Kepada 98 peserta, Sofyan mengucapkan selamat berkompetisi dan meminta dewan juri untuk melakukan penilaian secara objektif dan profesional guna melahirkan tunas-tunas penutur terbaik dari Kabupaten Gorontalo.
"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Lomba Bertutur bagi siswa-siswi SD/MI tingkat Kabupaten Gorontalo tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka," tandasnya. (***)