Masih Andalkan Kebutuhan Pokok dari Luar Impor Pangan Sulbar Naik dari 2,2 Persen Jadi 9,23 Persen
Ilham Mulyawan May 19, 2026 07:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Sekretaris daerah (Sekda) Sulawesi barat, Junda Maulana mengatakan, ekonomi Sulbar pada triwulan I 2025 tumbuh 5,33 persen. 

Angka itu ikut ditopang sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang melonjak hingga 33,85 persen.

“Kemudian yang paling menarik tadi dalam diskusi kita ini bahwa setelah saya melihat data dari Biro ekonomi, ternyata MBG ini di Sulawesi Barat ini memberikan dampak yang baik terhadap pertumbuhan ekonomi kita,” katanya pada pertemuan konsultasi Tim Sekretariat Satgas MBG yang dipimpin Sekretaris Daerah Sulbar, Junda Maulana, di ruang kerja Sekda Sulbar, Selasa (19/5/2026).

Baca juga: PILU! Ibu Hamil di Tutar Polman Ditandu 9 Kilometer Ketuban Pecah di Jalan Bayi Meninggal

Baca juga: Harga Hewan Kurban di Mamuju Naik Rp500 Ribu Hingga Sejuta Daya Beli Warga Turun

Dari angka pertumbuhan itu, sekitar 34 persen pertumbuhan sektor makan minum tersebut dipicu oleh beroperasinya SPPG atau dapur MBG.

Namun, lonjakan ekonomi itu belum sepenuhnya dirasakan masyarakat lokal. 

Sebab, nilai impor bahan pangan justru ikut naik dari 2,2 persen menjadi 9,23 persen.

“Kita ini mengimpor banyak,” ujar Junda.

Ia mengungkapkan, sejumlah komoditas untuk kebutuhan MBG seperti beras premium, telur ayam, dan daging ayam masih banyak dipasok dari luar Sulawesi Barat karena produksi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan.

Padahal, Sulbar sebenarnya surplus beras. 

Hanya saja, kualitas beras yang dibutuhkan program MBG adalah kategori premium.

“Oleh sebab itu, ini kita menjadi catatan, bagaimana caranya agar kita bisa, surplus beras kita ini bisa memenuhi pasar kita daripada kita membeli dari luar,” katanya.

Skema Kontrak Farming

Untuk mengurangi ketergantungan itu, Pemprov Sulbar mulai menyiapkan skema kontrak farming antara dapur MBG dengan pemasok lokal.

Junda mengaku sudah meminta dinas terkait segera menyiapkan draft kerja sama agar dapur-dapur SPPG menyerap lebih banyak komoditas lokal sesuai arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka.

“Tindak lanjut arahan Gubernur yaitu kontrak farming kita akan lakukan,” ucapnya.

Ia juga meminta seluruh tim satgas dan pemerintah kabupaten bekerja bersama sejak awal agar pengawasan hingga distribusi pangan lebih efisien.

“Kalau timnya ini harus bekerja sendiri sendiri sulit, maka yang perlu adalah kolaborasi,” kata Junda.

Pemprov Sulbar berharap pertumbuhan ekonomi dari program MBG benar-benar bisa dirasakan masyarakat, bukan sekadar mencatat angka pertumbuhan tinggi sementara bahan pangan terus didatangkan dari luar daerah. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.