TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Jembatan tua peninggalan era kolonial Belanda di Jalan Raya Gunungbatu, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor masih bertahan digunakan pengendara hingga sekarang.
Jembatan yang kadang disebut Jembatan Sarijan karena berdekatan dengan tanjakan Sarijan ini meninggalkan kesan kuno karena konstruksinya yang lawas.
Seperti kolong jembatan yang ditopang pilar-pilar yang menyerupai dinding tebal, tak seperti jembatan modern sekarang.
Karena bentuknya tak berubah, hal itu meninggal masih meninggalkan kenangan bagi warga sekitar yang sudah sepuh.
Seperti diantaranya Ahmad (76), salah satu kakek yang tinggal di Gang Masjid, Kelurahan Gunungbatu yang tak jauh dari jembatan.
"Dari zaman Belanda ini, gak pernah roboh," kata Ahmad saat bercerita soal jembatan tua tersebut, Selasa (19/5/2026).
Dia menjelaskan, dulu jembatan perlintasan Jalan Raya Gunungbatu tersebut hanya satu, yaitu jembatan dari zaman Belanda tersebut.
Kemudian setelah sekian lama, pemerintah melakukan pelebaran jalan dan jembatan ditambah satu jembatan baru di sampingnya.
Namun jembatan peninggalan Belanda tak berubah, kecuali di bagian atasnya yang sudah berkali-kali dibenahi dengan aspal.
"Iya, dari dulu kayak gitu," kata Ahmad.
Selain itu, saat Ahmad masih kecil, Sungai Cisadane di kolong jembatan tersebut dulu rupanya jauh berbeda dibanding sekarang.
Karena dulu sungai tidak sesurut sekarang yang mana aliran sungainya kini masih memperlihatkan dasar bebatuan.
"Dulu mah (permukaan) kali juga sejengkal dari jembatan," kata Ahmad.
"Gak kelihatan itunya (pilar jembatan) juga, itu jembatan dulu dipakai loncat-loncatan (berenang)," imbuhnya.
Dia mengatakan bahwa sewaktu kecil tidak ada bendungan atau DAM di kawasan Pancasan.
Sehingga air sungai masih tinggi dan dalam tidak sesurut sekarang.
"Emang aslinya gede, karena dulu belum ada DAM di sana (hulu), di Pancasan, sekarang kan dibagi dua ama Cidepit," kata Ahmad.
Meski masih bertahan, terpantau jembatan dari zaman Belanda tersebut sudah mulai sedikit mengalami kerusakan.
Terpantau kerusakan berada di area bawah pilar beton penopang jembatan yang terkikis setelah puluhan tahun tergerus aliran sungai.
Meski begitu, jembatan tua tersebut masih tampak kokoh dan masih dilintasi para pengendara hingga sekarang.