Survei NYT: Warga AS Kini Lebih Simpati ke Palestina daripada Israel, Popularitas Trump Ikut Anjlok
Facundo Chrysnha Pradipha May 20, 2026 04:20 AM


 
TRIBUNNEWS.COM - Dukungan publik Amerika Serikat (AS) terhadap Israel dan kemungkinan perang baru melawan Iran terus merosot tajam.

Jajak pendapat terbaru yang dilakukan The New York Times bersama Siena College menunjukkan mayoritas warga AS kini menolak keterlibatan militer Washington dalam konflik Timur Tengah yang semakin meluas.

Survei terhadap 1.507 pemilih terdaftar itu menemukan hanya 30 persen responden yang mendukung aksi militer AS terhadap Iran.

Sebaliknya, sebanyak 64 persen menyatakan menolak perang baru melawan Teheran.

“Hanya 30 persen yang mendukung aksi militer AS terhadap Iran, sementara 64 persen menentangnya,” demikian hasil jajak pendapat New York Times/Siena College.

Selain itu, dukungan terhadap bantuan militer Amerika Serikat kepada Israel juga mengalami penurunan signifikan.

lihat foto
POPULARITAS TRUMP - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump marah dengan tanggapan proposal perdamaian dari Iran.

Sebanyak 57 persen responden menolak bantuan militer tambahan untuk Israel, sementara hanya 37 persen yang masih mendukung.

“57 persen responden menolak bantuan militer tambahan AS kepada Israel,” tulis hasil survei tersebut.

Al Jazeera melaporkan hasil survei tersebut memperlihatkan perubahan besar dalam opini publik AS seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak kemanusiaan perang Gaza serta risiko eskalasi regional yang melibatkan Iran.

Baca juga: Jajak Pendapat Harvard/Harris: 60 Persen Gen Z Amerika Dukung Hamas Ketimbang Israel

Dukungan ke Israel Turun Drastis

Penurunan dukungan terhadap Israel dinilai sangat tajam jika dibandingkan dengan kondisi awal perang Gaza.

Pada November 2023, satu bulan setelah perang Israel di Gaza dimulai, survei Universitas Quinnipiac menunjukkan lebih dari 51 persen warga AS masih mendukung pengiriman bantuan militer tambahan untuk Israel.

Kini angkanya turun drastis.

Perubahan sikap paling terlihat di kalangan pemilih muda Amerika Serikat.

Dalam survei terbaru tersebut, hanya 14 persen responden usia 18 hingga 29 tahun yang menyatakan lebih bersimpati kepada Israel.

Sebaliknya, sebanyak 64 persen kelompok usia muda justru menyatakan lebih mendukung Palestina.

Secara keseluruhan, lebih banyak responden yang kini menyatakan simpati kepada Palestina dibanding Israel, dengan selisih 37 persen berbanding 35 persen.

Roya News melaporkan tren ini menunjukkan perubahan besar pandangan generasi muda AS terhadap konflik Israel-Palestina.

Popularitas Trump Ikut Terpukul

Baca juga: Ogah Tunduk Ancaman Militer Trump, PM Greenland Pastikan Wilayahnya Tak Akan Pernah Bisa Dibeli AS!

Survei New York Times/Siena juga menunjukkan perang Iran ikut menghantam tingkat kepuasan publik terhadap Presiden AS Donald Trump.

Tingkat persetujuan Trump kini turun menjadi 37 persen, menjadi angka terendah sejak ia kembali menjabat.

Hampir dua pertiga responden menilai keputusan Trump membawa AS menuju konflik dengan Iran merupakan langkah yang salah.

“Hampir dua pertiga pemilih mengatakan keputusan Trump untuk berperang melawan Iran adalah langkah yang salah,” tulis hasil survei tersebut.

Meski begitu, sekitar 70 persen pemilih Partai Republik masih mendukung kebijakan Trump terkait Iran.

Pada berbagai isu utama seperti ekonomi, biaya hidup, imigrasi hingga konflik Timur Tengah, Trump juga tercatat berada dalam posisi yang kurang menguntungkan di mata publik.

Sebanyak 49 persen responden menyatakan sangat tidak setuju terhadap cara Trump menangani konflik Israel-Palestina.

Sementara 56 persen responden menyatakan penolakan kuat terhadap kebijakan perang Trump terhadap Iran.

Reuters sebelumnya melaporkan meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel telah memicu kekhawatiran baru mengenai kemungkinan konflik regional besar yang dapat menyeret Amerika Serikat secara langsung.

Kekhawatiran Perang Regional

Meningkatnya penolakan publik AS terhadap perang juga dipengaruhi ketakutan akan dampak ekonomi dan keamanan global jika konflik Timur Tengah semakin meluas.

Baca juga: 5 WNI Ditahan Israel, Kemenlu Kecam Keras, Prabowo Diminta Lobi Trump

Perang berkepanjangan di Gaza serta ancaman bentrokan langsung antara Iran dan Israel dinilai berisiko memicu gangguan energi global dan memperburuk inflasi di Amerika Serikat.

Banyak warga AS kini mempertanyakan alasan Washington terus mengucurkan bantuan militer miliaran dolar untuk Israel di tengah tekanan ekonomi domestik.

Times of Israel melaporkan hasil survei New York Times/Siena ini menjadi sinyal serius bagi Gedung Putih karena dukungan terhadap kebijakan luar negeri Trump mulai melemah di berbagai kelompok pemilih.

Publik Amerika kini semakin skeptis terhadap intervensi militer luar negeri, terutama setelah meningkatnya korban sipil di Gaza dan ancaman perang terbuka dengan Iran.

Meski pemerintah AS masih mempertahankan dukungannya kepada Israel, tekanan politik dalam negeri diperkirakan akan terus meningkat menjelang pemilu berikutnya.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.