BOLASPORT.COM - Sebagai manajer IntactGP, Peter Ottl, mengapresiasi hasil para pembalapnya yang sudah berjuang mengamankan hasil kompetitif pada Moto3 Catalunya 2026.
Mengaspal di Circuit de Barcelona-Catalunya, Spanyol akhir pekan kemarin, para andalan IntactGP David Munoz dan David Almansa kompak menunjukkan tajinya di lintasan.
Walau hanya mampu mengamankan 1 podium melalui Munoz yang finis di posisi ke-3, torehan pada seri ke-6 Moto3 2026 itu cukup membuat tim asal Jerman ini percaya diri.
Ya, hal itu karena melihat rekam jejak Munoz dan Almansa yang menjalani proses sempurna sejak sesi hari pertama hingga balapan berakhir.
Diawali dari Munoz yang mendapatkan podium seri ini, dia mengalami pasang surut pada hari pertama dan harus merangkak dari babak kualifikasi 1 (Q1).
Perjuangannya untuk mendapatkan posisi start yang bagus membuahkan hasil dengan lolos ke Q2 dan merebut urutan ke-2 sebelum akhirnya meraih podium.
Sementara itu, Almansa beranjak dari kondisi yang lebih nyaman di mana dia sudah kompetitif sejak hari pertama dan mengamankan start dari urutan ke-4.
Pemenang pada seri pembuka Moto3 2026 di Thailand tersebut saling bergantian dengan andalan Red Bull KTM Ajo Brian Uriarte sebagai pemimpin lomba.
Akan tetapi, Almansa pada akhirnya harus puas meraih finis di posisi ke-5 atau tepat di belakang Uriarte yang akhirnya dikalahkan oleh Maximo Quiles (Aspar).
Meski hanya bisa mendapatkan 1 podium melalui Munoz, Ottl selaku manajer IntactGP menilai Almansa menunjukkan performa yang sangat kuat.
"David Almansa menunjukkan performa yang sangat kuat di semua sesi latihan, yang kemudian ia buktikan di kualifikasi dengan mengamankan posisi keempat di grid," ucap Ottl.
"Sangat mengesankan bahwa ia secara konsisten mencatatkan waktu lapnya sendiri saat balapan," imbuhnya, melalui laman resmi IntactGP.
Dalam kesempatan yang sama, Ottl juga angkat topi untuk perjuangan Munoz yang merangkak dari Q1 lalu menembus zona podium pada balapan ini.
Munoz memang senasib dengan rider Indonesia Veda Ega Pratama yang harus berjuang dari Q1 karena catatan waktu yang kurang mumpuni pada sesi sebelumnya.
Saat Munoz bisa lolos Q2 karena berada di 4 besar rider tercepat, andalan Honda Team Asia itu tidak bisa melakukannya.
Alhasil, Veda harus mengawali perjuangan dari tempat ke-20 sebelum akhirnya bisa melejit dengan finis di urutan ke-8 pada akhir lomba.
"David Munoz sedikit kesulitan pada hari Jumat, tetapi berhasil lolos dari Q1 ke Q2 di posisi ketiga, di mana ia kemudian meraih posisi kedua yang sangat baik di grid," ucap Ottl.
"Ini memberi kedua David kami posisi start yang sempurna untuk hari Minggu."
"Selama balapan, keduanya secara konsisten berada di lima besar sepanjang jarak balapan dalam kelompok sepuluh pembalap yang hanya terpaut satu detik di garis finis."
"Munoz memberikan yang terbaik untuk memenangkan balapan, tetapi hanya terpaut sepersepuluh detik dan kehilangan posisi kedua hanya beberapa saat."
"Almansa memimpin sebagian besar balapan dan finis hanya setengah detik di belakang pemenang," imbuhnya.
Hasil finis di urutan ke-3 dan ke-5 ini merasa cukup bagi Ottl yang kian yakin dengan kekuatan timnya menghadapi seri-seri berikutnya.
"Oleh karena itu, posisi ketiga dan kelima adalah hasil tim yang sangat kuat; selamat kepada keduanya," ucap Ottl.
"Terima kasih banyak kepada seluruh tim serta kedua pembalap kami atas kerja keras yang luar biasa."
"Kami kembali tampil sangat kompetitif di akhir pekan balapan ini dan sudah menantikan balapan di Mugello, di mana kami ingin mempertahankan momentum ini," imbuhnya.