BOLASPORT.COM - Penantiang Arsenal selama 22 tahun menjadi juara Liga Inggris akhirnya selesai dengan diwarnai deja vu 2002 dan penebusan hattrick status runner-up.
The Gunners akhirnya resmi menyudahi dahaga gelar Liga Inggris mereka dengan memastikan diri sebagai jawara musim 2025-2026.
Kepastian itu didapat seiring hasil minor yang didapat oleh Man City selaku rival terdekat mereka dalam perebutan gelar juara.
Pada pekan ke-37, The Citizens bermain seri 1-1 kontra Bournemouth di Stadion Vitality, Rabu (20/5/2026) dini hari WIB.
Hasil itu sudah cukup untuk menahbiskan pasukan Mikel Arteta menjadi juara tanpa mengeluarkan keringat atau menunggu hingga pekan terakhir.
Perolehan poin mereka saat ini 82 poin dan Man City mentok hanya 81 poin jika mampu menang di matchday pamungkas mengingat mereka saat ini mengepak 78 poin.
Menurut laman resmi Premier League, ini menjadi gelar ke-14 yang diraih Arsenal di Liga Inggris.
Keberhasilan ini menjadi momen emosional yang luar biasa bagi seluruh elemen klub.
Sejak terakhir kali mengangkat trofi pada periode emas The Invincibles 2003-2004, Tim Meriam London berkali-kali hanya menjadi penonton pesta tim lain.
Menariknya, kesuksesan musim 2025-2026 memiliki benang merah sejarah yang sangat unik.
Arsenal seolah deja vu atau mengulangi skenario juara yang pernah mereka ukir pada musim 2001-2002.
Kala itu, sebelum menjadi juara di bawah asuhan Arsene Wenger, Arsenal harus melewati fase menyakitkan.
Mereka menjadi runner-up berturut-turut pada musim 1998-1999, 1999-2000, dan 2000-2001 di bawah bayang-bayang Manchester United.
Sejarah itu kini berulang secara presisi di era modern.
Sebelum naik ke podium tertinggi musim ini, Arsenal lebih dulu merasakan kepedihan mendalam dengan mencatatkan hattrick runner-up.
Di bawah komando Mikel Arteta, mereka hattrick nangkring di posisi kedua pada musim 2022-2023, 2023-2024, dan 2024-2025.
Tiga musim beruntun finis di posisi kedua di bawah dominasi Man City dan Liverpool sempat membuat Arsenal dicap sebagai tim yang "hampir juara".
Label tersebut menjadi beban mental yang sangat berat bagi Martin Odegaard dkk.
Banyak pihak meragukan Arsenal akan mampu bangkit lagi setelah tiga kali patah hati di pekan-pekan krusial.
Namun, Mikel Arteta berhasil membuktikan bahwa kegagalan beruntun itu justru menjadi bahan bakar terbaik.
Bagi para pendukung setia Arsenal, gelar juara ini adalah penebusan atas kesabaran mereka selama 22 tahun.
Generasi baru suporter akhirnya bisa merasakan bagaimana rasanya melihat klub kebanggaan mengangkat trofi Liga Inggris era Premier League.
Gelar ini juga sekaligus meruntuhkan dominasi yang sempat digenggam oleh Man City dalam beberapa tahun terakhir.
Arsenal berhasil membuktikan bahwa konsistensi dan proses jangka panjang pada akhirnya akan membuahkan hasil.
Kini, Mikel Arteta sejajar dengan para pelatih legendaris The Gunners yang berhasil mempersembahkan trofi Premier League.
Proyek jangka panjang yang ia bangun dengan penuh kesabaran akhirnya menemui puncak kejayaan.
Arsenal resmi melepaskan status mereka sebagai tim "hampir juara".
London Utara kembali memerah dan trofi Premier League akhirnya pulang ke rumah setelah dirindukan selama 22 tahun.