TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pemerintah Kota Gorontalo meresmikan perubahan nama tiga ruas jalan di Kota Gorontalo dalam momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026, Rabu (20/5/2026).
Peresmian dilakukan langsung oleh Adhan Dambea sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh-tokoh yang dinilai memiliki jasa dan kontribusi bagi daerah maupun bangsa.
Perubahan nama jalan tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang tahun ini memasuki usia ke-118.
Momentum tersebut dipilih sebagai simbol penghormatan terhadap semangat perjuangan, pengabdian, dan kontribusi para tokoh yang namanya kini diabadikan menjadi nama jalan.
Peresmian digelar di depan kantor Dishub Kota Gorontalo dan ditandai dengan penandatanganan dan pembukaan papan nama jalan baru yang disaksikan sejumlah pejabat dan masyarakat.
Berdasarkan informasi yang tercantum dalam agenda peresmian, terdapat tiga ruas jalan yang resmi berganti nama, yakni:
Jalan ini membentang dari Jl Sudirman menembus jalan HB Jassin. Panjangnya sekitar 1 kilometer (km).
Sepanjang jalan ini berdiri dua sekolah menangah pertama (SMP), yakni SMP 1 dan SMP 6 Kota Gorontalo.
Tak hanya itu, berdiri juga Universitas Bina Taruna (Unbita) dan ada pula kantor media TribunGorontalo.com.
Di jalan ini juga ada Taman Kota Gorontalo, ruang terbuka hijau yang menjadi cadangan oksigen untuk penduduk 200-an jiwa, ibu kota Provinsi Gorontalo.
Perlu diketahui bahwa Soeprapto merupakan tokoh hukum Indonesia dan pernah menjabat sebagai Jaksa Agung RI pada era 1950-an.
Ia Dikenal sebagai figur yang menekankan penegakan hukum secara tegas dan independen.
Namanya banyak diabadikan menjadi nama jalan di berbagai daerah di Indonesia dengan sebutan Jalan Jaksa Agung Suprapto/Soeprapto.
Ia termasuk tokoh penting dalam sejarah perkembangan lembaga kejaksaan Indonesia.
Sementara BJ Habibie, Presiden ke-3 Republik Indonesia (1998–1999). Ia adalah insinyur dan ilmuwan yang dikenal luas dalam bidang teknologi dirgantara.
Dijuluki “Bapak Teknologi Indonesia” karena kontribusinya terhadap pengembangan industri pesawat nasional.
Berperan dalam pendirian industri pesawat Indonesia dan mendorong perkembangan teknologi nasional.
Perubahan nama juga terjadi pada Jalan Robert Wolter Mongisidi yang kini diubah menjadi Jalan Ajoeba Wartabone.
Sebelumnya, nama jalan tersebut diabadikan untuk Robert Wolter Mongisidi, seorang pejuang kemerdekaan asal Sulawesi Utara yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 1973.
Sosok yang akrab disapa Bote itu dikenal atas perjuangannya melawan penjajahan dan mendapat penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana dari pemerintah Indonesia.
Kini nama ruas jalan tersebut digantikan dengan Ajoeba Wartabone, tokoh asal Gorontalo yang dikenal sebagai intelektual, jurnalis, sekaligus pejuang kemerdekaan.
Kakak kandung Pahlawan Nasional Nani Wartabone itu juga dikenal melalui seruannya yang legendaris, “Sekali ke Djokja, Tetap ke Djokja”, sebagai simbol komitmen mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Jalan ini membentang di Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo. Di jalan ini terdapat Alun-alun Kota Gorontalo atau disebut Taruna Remaja.
Juga berdiri sejumlah gereja dan Polresta Gorontalo Kota. Ini merupakan jalan di pusat Kota Gorontalo dan menjadi akses kedua menuju Tempat Pelelangan ikan (TPI) Gorontalo.
Jalan Palma kini resmi berganti menjadi Jalan Dr. Zainal Umar Sidiki sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh Gorontalo yang dikenal sebagai dokter pertama asal daerah itu yang menjadi anggota DPR RI selama tiga periode berturut-turut serta memiliki kontribusi besar di bidang kesehatan dan pemerintahan.
(*)