SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Bupati Lumajang, Indah Amperawati bersama Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, turun langsung mengecek pemasangan CCTV di sejumlah dusun di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim).
Pengecekan dilakukan pada Selasa (19/5/2026) malam, sebagai upaya menekan aksi kriminalitas jalanan yang belakangan marak terjadi di wilayah Lumajang.
Menariknya, Bupati Lumajang bersama rombongan melakukan patroli sambil mengendarai vespa mulai pukul 19.00 WIB.
Selama sekitar 3 jam, mereka berkeliling menuju 7 kantor desa di Kecamatan Sukodono untuk memeriksa progres pemasangan kamera pengawas yang dibiayai melalui Dana Dusun.
Bupati Indah Amperawati mengatakan, pemasangan CCTV menjadi bagian dari ikhtiar menjaga keamanan lingkungan di setiap dusun.
“Di Kecamatan Sukodono kira-kira 80 persen CCTV sudah terpasang, sisanya sedang berproses menyelesaikan,” ujar Indah, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, proses pemasangan sempat terkendala keterbatasan tenaga teknis, karena pengadaan CCTV dilakukan serentak di seluruh desa di Lumajang.
“Jadi mereka harus antre, karena SDM-nya tidak mencukupi kalau semua dusun serentak. Kemudian bahan-bahan juga sempat kehabisan,” ucapnya.
Progres pemasangan CCTV di Lumajang:
Kepala Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono, Akhjab, mengatakan pemasangan CCTV dilakukan karena warga mulai resah dengan maraknya aksi begal di jalan.
“Kami mau keluar malam selalu was-was, mau bawa sajam takutnya kena pasal. Kalau ada begal tapi tidak bawa sajam, kami tidak bisa melawan, takutnya di situ,” katanya.
Karena itu, pemerintah desa memasang kamera pengawas di sejumlah titik rawan demi membantu pengawasan, dan mempermudah identifikasi jika terjadi tindak kejahatan.
Akhjab menyebut, saat ini Desa Sumberejo telah memasang 5 unit CCTV, masing-masing satu kamera di setiap dusun.
“CCTV yang sudah kami pasang ada lima, satu dusun satu, karena di sini ada lima dusun. Nanti akan saya kembangkan menjadi sepuluh CCTV, jadi tinggal nambah lima,” bebernya.
Meski demikian, ia mengaku masih khawatir dengan risiko kerusakan saat musim hujan, karena perangkat CCTV rentan tersambar petir.
“Sementara untuk satu camera CCTV itu biayanya Rp 2,4 juta sesuai ketentuan dari Kominfo kemarin,” tuturnya.