TRIBUNSORONG.COM, FAKFAK - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-132 Misi Katolik di Tanah Papua, Keuskupan Manokwari-Sorong mengajak seluruh umat Katolik untuk menjaga keamanan dan memperkuat persaudaraan.
Ajakan tersebut disampaikan Vikaris Jenderal Keuskupan Manokwari-Sorong RD Izaak Bame di Fakfak, Papua Barat, Rabu (20/5/2026).
"Kami mengajak umat Katolik dari lima keuskupan di Region Papua untuk bersama-sama menjaga keamanan demi menyukseskan perayaan HUT ke-132 Misi Katolik di Tanah Papua yang dipusatkan di Kabupaten Fakfak," ujar RD Izaak.
Baca juga: Pernyataan Keuskupan Manokwari-Sorong Soal Oknum Frater SMP YPPK Diduga Aniaya Siswa Asrama
Ia menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan bukan hanya berada di tangan panitia atau aparat keamanan, melainkan tugas bersama seluruh umat dan masyarakat Fakfak.
"Setiap diri kita adalah polisi dan penanggung jawab bagi kelancaran kegiatan ini," tambahnya.
Semangat persaudaraan "Satu Tungku Tiga Batu" yang menjadi simbol toleransi dan kerukunan masyarakat Fakfak, diharapkan terus dijaga selama perayaan berlangsung.
Baca juga: Jejak Kaki Sang Gembala: Menelusuri 2 Dekade Pelayanan Mgr. Datus Lega di Keuskupan Manokwari-Sorong
Menurut RD Izaak, momen 132 tahun Misi Katolik di Tanah Papua ini menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan panjang Gereja Katolik dalam membangun masyarakat Papua melalui pelayanan iman, pendidikan, dan kesehatan.
Sejak kedatangan Pastor Le Cocq di Fakfak, hubungan harmonis antarumat beragama telah terjalin erat.
Bahkan, masyarakat Muslim Fakfak kala itu turut membantu para misionaris menjangkau wilayah pelayanan di tengah masyarakat Papua.
"Ini menjadi sejarah penting bahwa nilai persaudaraan dan toleransi telah hidup sejak awal masuknya Gereja Katolik di Tanah Papua," jelasnya.
Baca juga: Merawat Toleransi di Papua Barat Daya, Komisi Kateketik Keuskupan Manokwari-Sorong Bersihkan Masjid
Perjalanan misi yang dimulai dari pembaptisan pertama 73 orang di Fakfak kini telah berkembang menjadi puluhan paroki dan berbagai pusat pelayanan Gereja di Tanah Papua.
Selain itu, RD Izaak mengajak Orang Asli Papua (OAP) yang beragama Katolik untuk menunjukkan kedewasaan iman dengan mendukung panggilan hidup membiara dan imamat.
"Kami berharap para orang tua mendukung anak-anak Papua menjadi imam, suster, maupun biarawan-biarawati demi keberlanjutan pelayanan Gereja di Tanah Papua," katanya.
Umat juga diajak untuk terus mendukung peningkatan sektor pendidikan dan kesehatan, terutama di daerah yang masih minim akses pelayanan dasar.
Menutup pernyataannya, RD Izaak kembali mengajak seluruh umat Katolik dan masyarakat Fakfak untuk menjaga persatuan.
"Mari kita sukseskan perayaan HUT ke-132 Misi Katolik di Tanah Papua dengan semangat persaudaraan dan tanggung jawab bersama," pungkasnya. (*)