Profil Hidayat Nur Wahid, Pimpinan MPR Desak Prabowo Lobi Trump Untuk Bebaskan WNI Ditahan Israel
Evan Saputra May 20, 2026 03:03 PM

BANGKAPOS.COM -- Inilah rekam jejak Hidayat Nur Wahid pimpinan MPR yang mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengambil langkah diplomasi.

Ia meminta agar presiden RI tersebut melobi Presiden Amerika Serikat Donald Trump demi membebaskan WNI yang ditahan Israel.

Menanggapi situasi genting ini, Hidayat Nur Wahid, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengambil langkah diplomasi.

Baca juga: Anies Baswedan Soroti Rupiah Melemah hingga Daya Beli Masyarakat: Pasar Bingung, Publik Bingung

Salah satunya melobi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, guna menekan Israel agar membebaskan para WNI yang ditahan.

Para WNI yang ditangkap tersebut merupakan bagian dari delegasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) yang membawa bantuan bagi warga Palestina.

Di antara mereka yang ditahan, terdapat dua jurnalis asal Indonesia dari media Republika, yaitu Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengecam keras tindakan militer Israel yang dinilai melanggar hukum internasional serta hak kebebasan masyarakat sipil.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengingatkan bahwa jaminan keselamatan warga negara adalah tugas utama pemerintah.

 "Perjalanan yang dilakukan oleh dua wartawan Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, merupakan bagian dari pekerjaan jurnalisme dan aksi kemanusiaan bersama aktivis Global Sumud Flotila yang seharusnya dilindungi oleh hukum internasional," tegas HNW dalam siaran persnya, Selasa (19/5/2026).

"Ini merupakan amanat pertama dari dibentuknya pemerintahan Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah harus memastikan keselamatan para warga negara di mana pun berada, termasuk yang berada di luar Indonesia," lanjut HNW.

HNW meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) segera berkoordinasi dengan PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Menurutnya, aksi penahanan sepihak ini wajib mendapat respons keras dari dunia global.

"Tindakan Israel yang kembali menangkap dan menahan para aktivis kemanusiaan itu wajib dikecam keras oleh masyarakat internasional," ujar HNW.

Kondisi Terkini Menurut Kemlu RI

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, membenarkan bahwa aksi penangkapan oleh militer Israel.

"Sebanyak 5 WNI dilaporkan telah ditangkap oleh militer Israel di sekitar perairan Siprus atau Mediterania Timur," kata Yvonne, Selasa (19/5/2026).

Saat ini, situasi di lapangan masih sangat cair. Kemlu tengah mengawasi ketat nasib 4 WNI lainnya yang masih berada di atas kapal logistik di bawah kepungan armada Israel.

"Situasi di lapangan masih sangat dinamis, 4 WNI yang masih berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan dan sewaktu-waktu juga dapat mengalami intersepsi atau penangkapan oleh militer Israel," jelasnya.

Upaya Penyelamatan dan Jaringan Diplomasi RI
Pemerintah RI langsung bergerak cepat dengan mengaktifkan posko darurat di berbagai kedutaan besar (KBRI) sekitar kawasan konflik guna mengantisipasi penyitaan dokumen perjalanan milik delegasi Indonesia.

"Kemlu telah melakukan koordinasi awal dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul, termasuk menyiapkan langkah-langkah antisipatif seperti penerbitan SPLP apabila paspor WNI disita, serta dukungan medis apabila diperlukan," papar Yvonne.

Kemlu secara resmi juga melayangkan tuntutan agar Israel membebaskan seluruh relawan dan membuka akses bantuan kemanusiaan ke Gaza.

"Kementerian Luar Negeri mendesak pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional," tegas Yvonne.

Rekam jejak Hidayat Nur Wahid

 
Hidayat Nur Wahid dikenal sebagai salah satu tokoh politik Indonesia yang aktif menyuarakan isu-isu kebangsaan hingga persoalan kemanusiaan global.

Langkah responsifnya dalam mengawal berbagai isu internasional tidak terlepas dari pengalaman panjangnya di dunia diplomasi dan politik nasional.

Lahir di Klaten, Jawa Tengah, Hidayat Nur Wahid tumbuh dalam lingkungan yang menjunjung tinggi pendidikan dan nilai keagamaan. Ia menempuh pendidikan di Pondok Modern Gontor sebelum melanjutkan studi hingga meraih gelar doktor dari Universitas Islam Madinah.

Di balik kiprahnya di dunia politik, Hidayat Nur Wahid dikenal sebagai pribadi sederhana dengan prinsip yang kuat. Ia merupakan suami dari almarhumah Kastian Indriati dan dr. Diana Abbas Thalib, serta ayah dari enam orang anak.

Karier politik Hidayat Nur Wahid telah melewati berbagai posisi strategis di tingkat nasional. Namanya semakin dikenal publik saat dipercaya menjabat sebagai Ketua MPR RI periode 2004–2009. Pada masa kepemimpinannya, ia dinilai mampu menjaga marwah lembaga MPR melalui gaya komunikasi yang lugas serta jaringan pergaulan yang luas, baik di dalam maupun luar negeri.

Setelah itu, Hidayat Nur Wahid melanjutkan kiprahnya sebagai Ketua Fraksi PKS di DPR RI periode 2009–2014.

Dalam posisi tersebut, ia dikenal konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat, khususnya di bidang ekonomi. Salah satu sikap politik yang cukup menonjol adalah saat memimpin penolakan terhadap rencana kenaikan harga BBM pada 2013. Saat itu, ia mendorong solusi alternatif melalui pemberantasan korupsi dan optimalisasi pengelolaan sumber daya alam nasional.

Hingga kini, Hidayat Nur Wahid masih aktif di parlemen dan kembali dipercaya menjadi Wakil Ketua MPR RI. Ia terpilih mewakili Daerah Pemilihan DKI Jakarta II yang meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan luar negeri.

Kepercayaan tersebut kembali diberikan melalui mekanisme musyawarah mufakat, menandakan kuatnya posisi dan pengalaman politik yang dimiliki Hidayat Nur Wahid di kancah nasional.

(Surya.co.id/Tribunnews/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.