TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, distribusi gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram (kg) di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dipastikan tetap berjalan normal.
Meski demikian, sejumlah pangkalan mulai memperketat pengawasan dan aturan penjualan guna memastikan subsidi tepat sasaran.
Salah satu pangkalan yang menerapkan aturan tersebut adalah Kios Andri di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju.
Baca juga: Pangkalan Tabung LPG 3 Kg di Pasangkayu Diduga Jual di Atas HET, Warga Menjerit
Baca juga: Daftar Harga Terbaru LPG Bulan Mei 2026 Seluruh Indonesia
Pemilik Kios Andri, Eni, mengatakan setiap pembeli wajib membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli saat membeli gas elpiji 3 kg.
Pembelian juga tidak boleh diwakilkan kepada orang lain.
"Kami tidak mau melayani jika pemilik KTP diwakili orang lain. Harus yang bersangkutan yang datang," ujar Eni saat ditemui di kiosnya, Rabu (20/5/2026).
Eni menjelaskan aturan tersebut diterapkan untuk memastikan penerima gas subsidi benar-benar sesuai data.
Ia mengaku harus menyaring konsumen yang berhak menerima elpiji bersubsidi.
Bahkan, tetangga dekatnya sendiri terpaksa ditolak karena tidak terdaftar sebagai penerima subsidi.
"Tetangga saya di depan rumah, jujur tidak saya kasih karena setelah dicek namanya memang tidak terdaftar sebagai penerima subsidi," jelasnya.
Sesuai ketentuan, kuota pembelian elpiji 3 kg juga dibatasi berdasarkan kategori konsumen.
Untuk sektor UMKM, maksimal pembelian delapan tabung per bulan.
Sementara rumah tangga dibatasi maksimal empat tabung per bulan dengan syarat nama pembeli tercatat di sistem.
Eni menambahkan, pangkalan dapat dikenai sanksi jika melanggar aturan distribusi subsidi.
Denda yang dikenakan sebesar Rp 32 ribu untuk setiap tabung yang disalurkan tidak sesuai prosedur.
Adapun harga jual elpiji 3 kg di pangkalannya tetap mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp 18.500 per tabung.
Terkait pasokan menjelang Iduladha, Eni menyebut distribusi dari agen resmi tetap berjalan setiap hari.
Namun jumlah tabung yang diterima tidak menentu.
"Setiap hari masuk, tapi jumlahnya tidak pasti. Kadang dikirim 20 tabung, 30 tabung, sampai 50 tabung," tuturnya.
Ia berharap kuota distribusi elpiji ke depan dapat disesuaikan dengan jumlah penduduk dan kondisi wilayah.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar kebutuhan warga sekitar dapat terpenuhi secara maksimal.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi